Selasa, 06 Mei 2014

Penyebaran Penyakit/ Transmission of Desease


Penyebaran Penyakit/ Transmission of Desease
(Sumber/ source: Ryadi, Slamet.2011.Dasar-Dasar Epidemiologi.Jakarta: Penerbit Salemba Medika.)
 (Rewritten by/ Diketik kembali oleh: Dimas Erda Widyamarta.2014. silahkan mengikuti di dalam blog/ please follow in the blog: www.ithinkeducation.blogspot.com or/ atau www.ithinkeducation.wordpress.com)
Penyebaran penyakit (transmission of desease) terjadi pada penyakit infeksi yang menular hingga kelompok penyakit ini disebut communicable desease. Definisi dari communicable desease adalah penyakit yang disebabkan oleh transmisi infectious agent atau produk toksinnya dari seseorang (reservoir) ke orang lain (susceptible host).
Factor yang memengaruhi transmisi adalah sebagai berikut.
A.    Factor agent, factor ini masih dipengaruh oleh dua hal.
1)      Karakteristik dari agent-nya
a)      Kemampuan hidup in vitro
b)      Daya tahan dalam keadaan bebas
c)      Kemampuan berkembang biak
d)     Kepekaan terhadap antibiotika
e)      Kemungkinan untuk mutagenic
f)       Sifat antigen
2)      Kemampuan daya infeksi terhadap host
a)      Mode of infection
b)      Infection dose-nya
Kedua hal di atas menentukan secara bersama terhadap kemampuan daya infeksi terhadap agent. Kemampuan ini justru timbale balik juga ikut menentukan hal berikut.
1)      Infeksivitas. Yaitu daya kemampuan mikroorganisme untuk dapat mengadakan invasi yang kemudian menyesuaikan diri, tumbuh dan berkembang biak, serta akhirnya kemampuan memproduksi toksinnya. Infektivitas suatu mikroba berbeda pada berbagai host (penjamu)
2)      Pathogenesis, yaitu daya kemampuan mikroorganisme untuk menimbulkan reaksi pada host (pejamu) agar timbale balik menimbulkan sakit. Pathogenesis mikroba dapat berubah dan tidak sama derajatnya bagi host (pejamu)
3)      Antigenitas, yaitu daya kemampuan mikroorganisme merangsang terhadap timbulnya mekanisme pertahanan tubuh (antibody) pada pejamu.
4)      Virulensi, yaitu derajat kegagasan mikroorganisme untuk menimbulkan kerusakan tubuh, menimbulkan komplikasi atau fatalitas. Dalam lingkungan yang tidak menguntungkan, kualitas virulensinya menjadi berkurang.

B.     Factor host
Factor ini dikaitkan dengan sejauh mana kemampuan pertahanan (daya tahan) host di dalam menghadapi invasi mikroorganisme yang infeksius tersebut. Berbicara tentang daya tahan, kita dapat membedakan dua macam daya tahan (imunitas) host, yaitu sebagai berikut
1)      Daya tahan alamiah (natural immunity)
2)      Didapat kemudian setelah seseorang lahir (acquired immunity)

C.     Cara penyebaran (mode of transmission)
Cara penyebaran (mode of transmission) pada penyakit infeksi menular pada garis besarnya dibedakan dalam dua cara, yaitu sebagai berikut.
1)      Mechanical transmission. Disebut transmisi dari agent ke susceptible host
2)      Biological transmission, mekanisme lebih kompleks, yaitu selama transmisi mikroorganisme (agent) berubah secara biologis.
Pada interaksi Gordon, dapat kita simpulkan beberapa kaeda sebagai berikut
1)      Makin kuat daya tahan host atau pengobatan antibiotika yang diberikan tidak tuntas justru mendorong mikroorganisme makin cenderung mutative menjadi strain lain yang lebih kuat terhadap perubahan lingkungan maupun antibiotika yang sama.
2)      Dalam masyarakt yang mempunyai daya tahan (herd immunity), maka penyebaran penyakit akan berhenti/ lenyap, kecuali di dalam populasi timbul banyak new-born lagi.
3)      Dapat  atau tidaknya penyakit infeksi tersebut lenyap di tengah masyarakat tergantung pada hal berikut.
a)      Ada atau tidaknya herd-immunity
b)      Jumlah/ kepadatan penduduk terkendali atau tidak
c)      Ada/ tidaknya newborn setelah tercapainya herd immunity
d)     Apakah agent di dalam lingkungan masih dapat memiliki mutasi atau tidak
e)      Sejauh mana reservoir agent dapat dibasmi.
Dalam epidemologi terdapat dua istilah untuk pengertian pemberantasan penyakit, yaitu pembasmian disebut control dan pemberantasan sampai ke akarnya disebut irradication.