Sabtu, 07 Juni 2014

Hipovolemia (Kekurangan Volume Cairan/ FVD)/ Hypovolemia (Lack of Fluid Volume / FVD)


Hipovolemia (Kekurangan Volume Cairan/ FVD)
(Sumber/ Source: Potter, Patricia.A.2005. Buku ajar fundamental keperawatan : konsep, proses, dan praktik. Jakarta : EGC.)
(Rewritten by/ Diketik kembali oleh: Dimas Erda Widyamarta.2014. please follow blog/ silahkan ikuti blog: www.ithinkeducation.blogspot.com or www.ithinkeducation.wordpress.com)
I.                   Definisi Hipovolemia
Kekurangan volume cairan (FVD) adalah jika terjadi air dan elektrolit hilang pada proporsi yang sama ketika mereka berada pada cairan tubuh normal sehingga rasio elektrolit serum terhadap air tetap sama. (Brunner dan Suddarth, 2002).
Kehilangan cairan tubuh isotonic yang disertai kehilangan dan air dalam jumlah yang relative sama. Kekurangan volume cairan isotonic sering disalah artikan sebagai dehidrasi, istilah yang seharusnya hanya dipakai untuk kehilangan air murni yang menyebabkan terjadinya hipernatremia. (Arif Muttaqin,2009).

II.                Etiologi
Penyebab deficit volume ekstrasel dapat melalui ekstra renal atau melalui renal
1.      Kehilangan melalui ekstra renal:
a.       Kehilangan melalui saluran cerna
b.      Lambung: muntah, penyedotan gastrointestinal.
c.       Usus halus: diare, iliostomi, vistula pancreas atau biliaris
d.      Perdarahan
2.      Kehilanga melalui kulit:
a.       Diaphoresis
b.      Luka bakar yang luas (hilang melalui penguapan)
3.      Kehilangan melalui ruang ketiga:
a.       Obstruksi usus
b.      Peritonitis
c.       Combusio berat
d.      Asites
e.       Pancreatitis
f.       Efusi pleura
g.      Cedera remuk atau fraktur paha
h.      Hipoalumenia
4.      Kehilangan melalui renal
a.       Penyebab dari ginal: nefritis boros garam, fase dieresis gagal ginjal akut.
b.      Penyebab di luar ginjal: kelebihan pemakaian diuretic.
5.      Deuresis osmotic: glikosuria diabetic, hiperalimentasi enteral atau parenteral, pengobatan dengan manitol.
6.      Defisiensi aldosteron: penyakit Addison, hippoaldosteronisme.

Tanda dan gejala (Manifestasi Klinik)
1.      Lesu, lemah da lelah merupakan tanda awal
2.      Anoreksia
3.      Haus
4.      Hipotensi ortostatik (penurunan tekanan darah sistemik >10 mmHg)
5.      Takikardi (terjadi karena jantung berupaya untuk mempertahankan perfusi jaringan)
6.      Pusing, sinkop
7.      Perubahan tingkat kesadaran
8.      Penurunan suhu, kecuali jika ada infeksi
9.      Ekstremitas dingin
10.  Waktu pengisian vena tangan yang memanjang (lebih dari tiga sampai lima detik)
11.  Vena jugularis mendatar pada posisi berbaring (mencerminkan penurunan aliran balik vena ke jantung sisi kanan)
12.  Penurunan tekanan vena sentral
13.  Mukosa mulut kering
14.  Lidah kering, terbelah-belah (normal, hanya ada satu longiotudinal digaris tengah)
15.  Turgor kulit buruk
16.  Oliguria (<30 ml/ jam)
17.  Penurunan berat badan yang cepat
a.       Penurunan 2%= kekurangan ringan
b.      Penurunan 5%= kekurangan sedang
c.       Penurunan 8%= kekuraga berat
18.  Hasil laboratorium
a.       Peningkatan hematokrit
b.      Peningkatan kadar protein serum
c.       Na+ serum normal
d.      Rasio BUN atau kreatinin serum lebih 20:1 (normal=10:1)
e.       Berat jenis urine tinggi
f.       Osmolalitas urine lebih 450 mOsmol/ kg
g.      Na+ urin kurang 10 mEq/L (penyebab dari ekstra renal)
h.      Na+ urine >20 mEq/L (penyebab dari renal atau adrenal)

III.             Pemeriksaan Penunjang
1.      Natrium serum
2.      Natrium urine
3.      Protein total
4.      Berat jenis urine
5.      Osmolaritas serum
6.      Kalium serum dan BUN

IV.             Penatalaksanaan
Tujuan terapi adalah mengatasi masalah pencetus dan mengembalikan CES pada normal. Tindakan dapat berupa hal berikut:
a.       Pembatasan asupan cairan per oral dan natrium
b.      Pemberian diuretic. Pemberian diuretic diresepkan jika pembatasan diet natrium saja tidak cukup untuk mengurang edema dengan mencegah rearbsorpsi natrium dan air oleh ginjal.
c.       Dialissi atau hemofiltrasi arteriovena continue: pada gagal ginjal atau kelebihan beban cairan yang mengancam hidup.