Minggu, 08 Juni 2014

Mitologi Peradaban China, di dalam Mitologi China/ Mythology Civilization of China, in the Chinese mythology


Mitologi Peradaban China, di dalam Mitologi China
(Sumber/ Source: Collier, Irene Dea.2011.Chinese Mythology.Jakarta:Enslow Publisher Inc.)
(Rewritten by/ Diketik kembali oleh: Dimas Erda Widyamarta.2014. please follow blog/ silahkan ikuti blog: www.ithinkeducation.blogspot.com or www.ithinkeducation.wordpress.com)
            Selain beragamnya pendapat mengenai periodisasi waktu dalam sejarah China, ada banyak system ejaan untuk mengeja nama-nama dinasti China dan kata-kata lainnya. Agar buku ini dapat dibaca semua kalangan, khususnya pelajar, kami berusa memakai pengucapan (pronounciation) yang paling mudah dalam mengucapkan berbagai dinasti, nama dan tempat.
Dalam beberapa kasus kami tetap mempertahankan transliterasi tradisional suatu kata dari bahasa China yang muncul dalam berbagai buku yang usianya lebih tua. Dalam kasus lainnya, kami memakai system pinyin, yang dipakai pemerintah China sejak tahun 1970-an. Pada waktu itu, pemerintah ingin menstandarisasi semua terjemahaan bahwa asing dan menggunakan dialek Mandarin dari bahasa China. Berdasarkan system pinyin, hiruf ‘q’ diucapkan ‘ch’, huruf ‘x’ diucapkan ‘sh’,  dan huruf ‘zh’ diucapkan ‘j’. bagi yang ingin memahami lebih jauh lagi, baik melalui buku atau secara online, maka ia harus mengetahui berbagai transliterasi bahasa China. Misalnya, adakah yang menganggap bahwa Hsi Wang Mu dan Xiwangmu adalah satu dan sama? Atau Kong Fuzi sama dengan Konfusius? Karena system transliterasi tertentu bisa saja tak lagi dipaka, berhati-hatilah terhadap banyaknya kemungkinan system ejaan bagi suatu kata dalam bahasa China.
            Kesulitan lainnya adalah berusaha memisahkan hayalan (mitos) da fakta (sejarah). Sebelum penemuan tulisan, cerita tersebut diwariskan secara lisan selama ribuan tahun. Sebagian besar dari cerita itu bersumber dari berbagai peristiwa sejarah dan kehidupan rakyat; namun bagamanapun juga, unsure mitis mulai bercampur ke dalam cerita itu. Sebagaimana juga bangsa yang lainnya, bangsa China juga menggunakan mitos untuk menerangkan sejarah mereka.
            Kesulitan memisahkan antara hayalan dan fakta lebih dpersulit lagi ketika banyak buku sejarah yang dibakar pada tahun 213 SM. Oleh Qinshihuangdi (Chin shi wong dee), kaisar dari dinasti Qing (Chin). Agar ia diakui sebagai kaisar China yang pertama, ia menyuruh pasukannya membakar buku sejarah, music dan sastra. Seratus tahun kemudian, para pengaut konfusianisme berusaha menyusun ulang sejarah China dari buku yang berhasil diselamatkan. Mereka tidak ragu untuk mengubah mitos yang ada atau membuang informasi agar sesuai dengan filsafat mereka.
            Para sarjana China jarang member perhatian yang lebih terhadap berbagai mitos yang masih hidup; mitos tersebut tetap hidup karena kuatnya tradisi lisan dan artistic. Mitos itu dengan leluasa diadaptasi oleh para rombongan pemain teater dan opera China, saudagar, pelancong, pemahat, pelukis, novelis dan para pencerita.
            Pada tahun 1920-an, pemerintah China akhirnya berupaya mengantologikan mitos yang dikisahkan oleh para petani. Para sarjana terkejut ketika mereka mengetahui banyaknya dan beragamnya mitos tersebut. Selanjutnya, setiap propinsi mengembangkan versinya masing-masing. Tidak seperti mitologi Yunani yang dapat mendefinisikan dengan baik dewa-dewi dan para pahlawannya sendiri, yang tetap bertahan selama berabad-abad, orang China masih dalam tahapan mengembangkan mitologi mereka, sebagaimana juga catatan sejarah mereka, sebagaimana juga catatan sejarah mereka. Hari ini, prosedur televise, pembuat film dan animasi, serta perancang game computer, berusah menyesuaikan dongeng mitologis tersebut agar sesuai dengan dunia modern.
            Sekalipun memiliki berbagai tema dan varian, sebagai besar cerita-cerita dalam mitologi Cina mengandung satu tema umum dan utama: yaitu perjuangan manusia mengalahkan berbagai rintangan, terkadang dibantu oleh dewa dan terkadang ia dihukum atau dihalangi oleh mereka. Pencarian makanan dan tempat berlindung merupakan satu hal mendasar, ketika kelebihan populasi dan bencana alam sering melanda. Pengorbanan dan prakarsa individu masih menjadi hal penting dalam memecahkan suatu persoalan yang dihadapi oleh manusia. Mitos itu menyatakan tentang perjuangan manusia agar bisa bertahan hidup di dunia ini, yang rapuh dan mudah terombang-ambing, namun indah.

Sepuluh Raja Legendaris
            Setelah bangsa China mendiami Lembah Yangtze pada tahun 6500 SM. Setelah bangsa China mendiami Lembah Sungai Kuning pada tahun 5000 SM.
            Dongeng bangsa China yang lebih awal merujuk kepada “waktu mistis” yang dikuasai oleh Sepuluh Raja Legendaris: mereka setengah manusia dan setengah binatang, mempunyai kekuatan magis, mengenalkan pengetahuan kepada manusia, seperti menulis, bercocok tanam, berburu, menghidupkan api, dan mengatur banjir. Meskipun tidak ada bukti arkeologis yang mendukung keberadaan mereka. Sepuluh Raja Legendaris ini mendominasi kisah-kisah dalam mitologi China yang lebih awal.

NAMA
MASA KEKUASAAN
DIKENAL KARENA
Fushi
300 SM
Api, berburu, trigram, dan penjinakan binatang
Shen Nung
2737-2598 SM
Pertanian dan obat-obatan
Yon Di
Singkat
Digulingkan oleh saudara laki-lakinya, Huang Di
Huang Di (Kaisar Kuning)
2697-2598 SM
Bendungan, kompas, kalender dan mata uang logam (koin)
Shao Hao
2598-2591 SM
Sedikit pencapaian
Kao Yang
Tidak diketahui
Ayah dari delapan anak yang termahsyur
K’u
Tidak diketahui
Tidak diketahui
Yao Ti
2357-2255 SM
Astronomi dan pembuatan kanal
Shun
2317-2208 SM
Pembuatan bendungan
Yu Yang Agung
2205-2197 SM
Pembuatan peta, mengontrol banjir, pendiri Dinasti Xia yang legendaries (2005-1520 SM) namun belum diketahui kebenarannya
Shang
1523-1027 SM
Puncak Zaman Perunggu
Zhou (Joh)
1027-221 SM
Feodalisme, Konfusius dan karya klasik
Qin (Chin)
221-206 SM
Pembakaran buku, Tembok Besar Cina, birokratisasi dan pembuatan undang-undang
Han
206 SM-220 M
Perdagangan di sepanjang jalur sutra, seni dan ilmu pengetahuan
Enam Dinasti
220-589
Perpecahan, menetapkan Buddhisme sebagai kepercayaan
Sui
590-617
Kanal Besar
Tang
618-906
Zaman keemasan, kesusteraan dan kesenian
Song
960-1279
Lukisan alam
Yuan
1280-1367
Dinasti Mongol; Jenghis Khan
Ming
1368-1643
Porselin, pekerjaan umum
Qing (Ching)
1644-1911
Dinasti Manchu, kehancuran
Periode Pemerintah Modern
1911
Berdirinya pemerintahan Republik China
1949
Berdirinya Pemerintah Republik Rakyat China (RRC)