Senin, 25 Agustus 2014

Waspada tentang Trigliserida, di dalam Kesehatan/ Vigilant about Triglycerides, in the Health


Waspada tentang Trigliserida, di dalam Kesehatan
(Sumber: Brosur Lab Prodia.2014.Waspadai Serangan Lemak ke Hati.)
(www.ithinkeducation.blogspot.com, owner/ pemilik (Please Follow Google Plus): Dimas Erda WM)
Gangguan fungsi insulin sebagai konsekuensi obesitas akan menyebabkan penumpukan lemak (trigliserida) dalam hati atau disebut perlemakan hati. Perlemakan hati ini merupakan pemicu penyakit hati yang lebih parah.
            Angka kejadian kegemukan/ obesitas semakin meningkat dan kondisi ini merupakan tantangan bagi profesi kesehatan pada abad XXI. Salah satu konsekuensi obesitas adalah perlemakan hati yang erat kaitannya dengan penumpukan trigliserida di hati akibat resistensi insulin.
            Pada awalnya kondisi perlemakan hati dinilai tidak berbahaya, namun sekarang diketahui bahwa perlemakan hati yang lebih parah pada orang obesitas.
            Angka kejadian perlemakan hati sangat bervariasi, tetapi diperkirakan sekiter 10-24%.

Obesitas, resistensi insulin dan perlemakan hati
Konsekuensi obesitas yaitu resistensi insulin, dapat mengakibatkan penumpkan trigliserida dalam hati. Resistensi insulin adalah kondisi di mana insulin ada di dalam tubuh, namun tidak dapat melaksanakan perannya untuk menjaga keseimbangan konsentrasi glukosa dalam darah secara optimal. Insulin adalah hormone yang dihasilkan oleh pancreas, dan dikeluarkan sebagai respon terhadap meningkatnya konsentrasi glukosa dalam darah, sebagai contoh padasaat setelah makan. Insulin bekerja untuk menurunkan dua cara yaitu menekan produksi glukosa oleh hati dan meningkatkan pengambilan glukosa dari aliran darah oleh sel tubuh yang memerlukan.
Resistensi insulin ditandai dengan adanya konsentrasi insulin yang tinggi, peningkatan produksi glukosa dalam hati dan penurunan penggunaan glukosa oleh sel dalam tubuh. Resistensi insulin dapat mengakibatkan peningkatan jumlah asam lemak bebas yang ditransfer ke hati dan diubah menjadi trigliserida. Akibatnya terjadilah penumpukan trigliserida dalam hati atau disebut dengan perlemakan hati.
Perlemakan hati merupakan tahap awal dari gangguan hati yang lebih progresif dan sebagian besar tidak mempunyai keluhansaat didiagnosis. Oleh karena itu, deteksi dan penanganan perlemakan hati sedini mungkin diperlukan bagi orang obes untuk mencegah progresi penyakit hati yang lebih berbahaya.
Deteksi dini dapat dilakukan dengan melalui pemeriksaan laboratorium untuk menilai risiko terhadap perlemakan hati.
Pemeriksaan laboratorium yang dianjurkan adalah:
1)      Serum glutamic pyruvic transaminase (SGPT)
2)      Trigliserida
3)      HDL kolesterol
4)      Type IV collagen

Panel Sindrom Metabolik:
1)      Lingkar pinggang
2)      Tekanan darah
3)      Trigliserida
4)      HDL Kolesterol
5)      Glukosa Puasa
6)      Glukosa 2 jam pp
7)      Small Dense LDL (Rasio LDL Kolesterol Direk/ Apo B)
8)      Adiponektin
9)      hs-CRP
10)  HbA1c
11)  NT-proBNP
12)  Albumin Urin Kuantitatif
13)  Kreatin
14)  SGPT
15)  Type IV Collagen