Kamis, 18 Desember 2014

Contoh Penyuluhan SAP (Satuan Acara Penyuluhan) di Keperawatan/ Examples of SAP Extension (Extension Events Unit) in Nursing

Contoh Penyuluhan SAP (Satuan Acara Penyuluhan) di Keperawatan

Sumber/ source:

Source/ sumber:
buatan:  www.ithinkeducation.blogspot.com, owner/ pemilik (Please Follow Google Plus): Dimas Erda WM)

SATUAN ACARA  PEMBELAJARAN  ( SAP )
PENYULUHAN KESEHATAN LANSIA
 


Cabang Ilmu   : Ilmu Keperawatan Gerontik
Topik               :  Hipertensi
Hari/ Tanggal  :  12 November 2013
Waktu             :  20 menit
Tempat            :  Ruang Pertemuan Wisma Teratai
Sasaran            :  Klien di Wisma Teratai
Media              :  Leaflet, flip chart
Materi               :  Terlampir.


I.       Tujuan Umum
Setelah mengikuti penyuluhan ini Lansia akan memahami penyakit hipertensi dan perawatannya.
II.    Tujuan Khusus
Setelah mengikuti penyuluhan ini diharapkan Lansia akan mampu :
1.      Mengenal masalah hipertensi
2.      Mengambil keputusan untuk merawat anggota keluarga dengan masalah hipertensi
3.      Keluarga mampu merawat anggota keluarga khsusnya lansia dengan masalah hipertensi







III. Kegiatan Penyuluhan
No
Waktu
Kegiatan Penyuluhan
Kegiatan Peserta
1
3 menit
Pembukaan
-          Membuka kegiatan dengan mengucapkan salam
-          Memperkenalkan diri
-          Menjelaskan tujuan dari penyuluhan
-          Menyebutkan materi yang akan diberikan
-          Kontrak waktu


-          Menjawab salam

-          Mendengarkan
-          Memperhatikan

-          Memperhatikan

-          Memperhatikan
2
15 menit
Pelaksanaan
-          Menjelaskan pengertian hypertensi
-          Penyebab hypertensi
-          Tanda/gejala hypertensi
-          Akibat / komplikasi hypertensi
-          Cara mencegah hypertensi agar tidak bertambah berat


-          Memperhatikan

-          Memperhatikan
-          Memperhatikan

-          Memperhatikan

-          Memperhatikan

3
10 menit
Evaluasi
-          Menanyakan kepada peserta tentang materi yang telah diberikan,dan reinforment kepada klien

-          Menjawab pertanyaan
4
2 menit
Terminasi
-          Mengucapkan terima kasih atas peran serta peserta
-          Mengucapkan salam penutup


-          Mendengarkan
-          Menjawab salam

IV.             METODE
1.      Ceramah
2.      Diskusi

V.                MEDIA
1.      Leaflet
2.      Flip chart

VI.             PENGORGANISASIAN
Pembimbing                     :
Moderator                        : John F. Kennedy
Penyaji                             : Barack Obama
Observer                          : Bill Clinton
Notulen                             : Dimas Erda
Fasilitator                         : Suparno
                                            Nanda Erda Paramarta
                                           Bejo






VII.          EVALUASI
a.       Evaluasi Struktur
1.      Klien hadir ditempat penyuluhan
2.      Penyelenggaraan penyuluhan dilakukan oleh mahasiswa STIKES ABI Surabaya bersama dengan pembimbing yang mendampingi di Wisma Teratai
3.      pengorganisasian dilakukan sebelum pelaksanaan penyuluhan

b.      Evaluasi Proses
1.      Klien antusias terhadap materi penyuluhan yang disampaikan oleh pembicaraan
2.      klien tidak meninggalkan tempat sebelum kegiatan penyuluhan selesai
3.      klien terlibat aktif dalam kegiatan penyuluhan

c.       Evaluasi hasil
1.      Klien mengerti tentang pencegahan hipertensi
2.      Ada umpan balik positif dari peserta, seperti dapat menjawab pertanyaan yang diajukan pemateri
VIII.       PENGORGANISASIAN & URAIAN TUGAS
1.      Protokol / Pembawa acara
Uraian tugas :
a.       Membuka acara penyuluhan, memperkenalkan diri dan tim kepada peserta
b.      Mengatur proses dan lama penyuluhan
c.       Menutup acara penyuluhan
2.      penyuluh / pengajar
Uraian tugas :
a.       Menjelaskan materi penyuluhan dengan jelas dan dengan bahasa yang mudah dipahami oleh peserta
b.      Memotivasi peserta untuk tetap aktif dan memperhatikan proses penyuluhan
c.       Memotivasi peserta untuk bertanya.
3.      Fasilitator
Uraian tugas :
a.       Ikut bergabung dan duduk bersama di antara peserta
b.      Mengevaluasi peserta tentang kejelasan materi penyuluhan
c.       Memotivasi peserta untuk bertanya materi yang belum jelas
d.      Mengintruksi penyuluhan tentang istilah / hal-hal yang dirasa kurang jelas bagi peserta 

4.      Observer
Uraian tugas :
a.       Mencatat nama, alamat dan jumlah peserta, serta menempatkan diri sehingga memungkinkan dapat mengamankan jalannya proses penyuluhan
b.      Mencatat pertanyaan yang di ajukan peserta
c.       Mengamati perilaku verbal dan non verbal peserta selama proses penyuluhan
d.      Mengevaluasi hasil penyuluhan dengan rencana penyuluhan.
e.       Menyampaikan evaluasi langsung kepada penyuluh yang dirasa tidak sesuai dengan rencana penyuluhan.








HIPERTENSI
1.      Pengertian
Hipertensi atau tekanan darah tinggi adalah tekanan darah dimana nilai tekanan darah sistolik >140 mmHg dan nilai tekanan darah diastolik >90 mmHg
2.      Penyebab
Hipertensi primer : belum diketahui penyebab pasti
hipertensi sekunder : 
-          Penyakit pembuluh darah
-          Penyakit ginjal : GNC, GNA, PNC
-          Kelainan hormon : DM, PIL KB, tumor adrenal
-          Kelainan neurologis : Poliomyelitis
-          obat-obatan, pre eklampsia
-          Penyebab lain seperti : keturunan, kegemukan, makan garam yang berlebihan.
3.      Tanda Dan Gejala
-          Sakit kepala terutama di tengkuk
-          Pusing
-          Konsentrasi menurun
-          Lemas/ kelelahan
-          Mual/muntah
-          Jantung berdebar-debar
-          Susah tidur/insomnia
-          Kadang cepat marah
-          Akral dingin
-          Kesadaran menurun
4.      Akibat dan komplikasi dari Hipertensi
-          Otak : Stroke, Penurunan Kesadaran, pendarahan otak
-          Jantung : serangan jantung, payah jantung, infark miokard, angina pektoris
-          Ginjal : gagal ginjal, gangguan fungsi ginjal
-          Mata : gangguan penglihatan, perdarahan pada mata,penebalan retina
-          Pembuluh darah : penebalan dinding pembuluh darah
5.      Cara Perawatan Hipertensi
-          Istirahat Yang Cukup
-          Diet rendah garam dan lemak
-          Perbanyak makan sayur segar dan buah
-          Tehnik relaksasi
6.      Cara Pencegahan
-          Hindari Kegemukan
-          Hindari rokok
-          Hindari stress
-          Jaga keseimbangan antara kerja, istirahat dan relaksasi
-          Olahraga teratur
-          Mengurangi konsumsi garam
-          Mengurangi makanan berlemak/ santan
7.      Cara pengobatan
-          Secara tradisional
Banyak minum, air rebusan seperti rebusan air daun seledri, daun jarak, bawang putih, buah mentimun., dll.
1)                                                pengertian
Seledri (Apium graveolens L) adalah sayuran daun dan tumbuhan obat yang biasa digunakan sebagai bumbu masakan. Di Indonesia tumbuhan ini diperkenalkan oleh penjajah Belanda dan digunakan daunnya untuk menyedapkan sup atau sebagai lalap. Penggunaan seledri paling lengkap adalah di Eropa: daun, tangkai daun, buah, dan umbinya semua dimanfaatkan (Volkov 2010).
Seledri berasal dari daerah subtropik Eropa dan Asia, dan merupakan tanaman dataran tinggi, yang ditemukan pada ketinggian di atas 900 m dpl. Di daerah ini seledri yang tumbuh memiliki tangkai daun yang menebal. Untuk pertumbuhannya, seledri memerlukan cuaca yang lembab. Seledri juga bisa ditanam di dataran rendah. Hanya saja ukuran batangnya menjadi lebih kecil dan digunakan sebagai penyedap masakan. Seledri terdiri dari tiga jenis yaitu seledri daun, seledri potongan dan seledri berumbi (Dalimartha, 2005).
Tanaman seledri tumbuh tegak, tinggi sekitar 50 cm dengan bau aromatik yang khas. Batang persegi, beralur, beruas, tidak berambut, bercabang banyak, berwarna hijau pucat. Daun majemuk menyirip ganjil dengan anak daun 3-7 helai. Anak daun bertangkai yang panjangnya 1-2,7 cm, helaian daun tipis dan rapuh, pangkal dan ujung runcing, tepi beringgit, panjang 2-7,5 cm, lebar 2-5 cm, pertulangan menyirip, berwarna hijau keputih-putihan. Bunga majemuk berbentuk payung, 8-12 buah, kecil-kecil, berwarna putih, mekar secara bertahap. Buahnya buah kotak, berbentuk kerucut, panjang 1-1,5 mm, berwarna hijau kekuningan (Dalimartha, 2005).
Seledri dipanen setelah berumur 6 minggu sejak ditanam. Tangkai daun yang agak tua dipotong 1 cm di atas pangkal daun. Daun muda dibiarkan tumbuh untuk dipanen kemudian. Tangkai daunnya yang berdaging dan berair dapat dimakan mentah sebagai lalap, sedangkan daunnya digunakan untuk penyedap sup. Jika seledri ditanam di daerah tropik, ukuran batangnya kurang besar sehingga seluruh bagian tanaman digunakan sebagai sayur. Seledri dapat diperbanyak dengan biji (Dalimartha, 2005).
2)             Kandungan dan manfaat seledri
Akar seledri berkhasiat memacu enzim pencernaan dan peluruh kencing (diuretik), sedangkan buah dan bijinya sebagai pereda kejang (antipasmodik), menurunkan kadar asam urat darah, antirematik, peluruh kencing (diuretik), peluruh kentut (karminatif), afrodisak dan penenang (Dalimartha, 2005).
Seledri berbau aromatik, rasanya manis, sedikit pedas dan sifatnya sejuk. Seledri bersifat tonik, memacu enzim pencernaan (stomatik), menurunkan tekanan darah (hipotensif), penghenti pendarahan (hemostatis), peluruh kencing (diuretik), peluruh haid, peluruh kentut (karminatif), mengeluarkan asam urat darah yang tinggi, pembersih darah dan memperbaiki fungsi hormon yang terganggu (Dalimartha, 2005).
3)             Kandungan kimia
Seledri mengandung flavonoid, saponin, tanin 1%, minyak asiri 0,033%, flavo-glukosida (apiin), apigenin, fitosterol, kolin, lipase, pthalides, asparagine, zat pahit, vitamin (A, B dan C). Setiap 100 gr seledri mengandung air sebanyak 93 ml, protein 0,9 gr, lemak 0,1 gr, karbohidrat 4 gr, serat 0,9 gr, kalsium 50 mg, besi 1 mg, fosfor 40 mg, yodium 150 mg, kalium 400 mg, magnesium 85 mg, vitamin A 130 IU, vitamin K 15 mg, vitamin C 15 mg, riboflavin 0,05 mg, tiamin 0,03 mg dan nikotinamid 0,4 mg. Akar mengandung asparagin, manit, zat pati, lendir, minyak asiri, pentosan, glutamin dan tirosin. Biji mengandung apiin, minyak menguap, apigenin dan alkaloid. Apigenin berkhasiat hipotensif (Dalimartha, 2005).
4).  Cara pembuatan rebusan seledri
Siapkan seladri sebanyak 10-13 tangkai lalu dicuci bersih, Rebus seledri tersebut dengan 2 gelas air aqua kecil hingga menjadi 1 gelas air aqua kecil. lalu diminum pagi dan sore.

-          Secara medis
Berobat ke Puskesmas, Rumah Sakit untuk mendapatkan pengobatan untuk hipertensi.