Rabu, 05 Agustus 2015

Contoh Penyuluhan (SAP) tentang Kehamilan Terlambat Bulan (Post Date)/ Example Extension (SAP) on Late Pregnancy Month (Post Date)

satuan acara penyuluhan
(sap)

POST DATE
 Sumber/ source:
1) Manuaba, Ida Bagus Gede.1999.Memahami Kesehatan Reproduksi
Wanita.Jakarta:Arcan.

2) NANDA.2015. Aplikasi Asuhan Keperawatan NANDA NIC
NOC.Yogyakarta: Mediaction.

3)  (Rewritten by/ Diketik kembali oleh: Dimas Erda Widyamarta. and the friends.2014. please follow blog/ silahkan ikuti blog: www.ithinkeducation.blogspot.com orwww.ithinkeducation.wordpress.com) 

4)Prawiroharjo, Sarwono.2003.Ilmu Kebidanan.Jakarta: Yayasan Bina Pusta

Sarwono Prawiroharjo.


oleh:
ALI BIN SLICK
DIMAS ERDA WIDYAMARTA
JOHNY ADAMS
LE DAN






KELOMPOK B5

FAKULTAS ILMU KESEHATAN
UNIVERSITAS OHIO
2015
satuan acara PENYULUHAN
(SAP)
Post date

 


Topik                           : POST DATE
Hari/Tanggal               :
Waktu / Jam                :
Tempat                        : KBS
RSU Soedono Madiun
Moderator                   :
 


I.     TUJUAN UMUM

Setelah dilakukan penyuluhan diharapkan keluarga pasien dapat mengetahui tentang Post Date dan pencegahan Post Date

II.  TUJUAN KHUSUS

Setelah diberikan penyuluhan selama 30 menit Keluarga Pasien Ruang KBS RSU Soedono Madiun, mampu :
ü  Menjelaskan pengertian Post Date
ü  Menjelaskan tentang penyebab Post Date
ü  Menjelaskan tentang tanda-tanda Post Date
ü  Menjelaskan cara mencegah Post Date

III.    MATERI

ü  Pengertian Post Date
ü  Orang yang berisiko tinggi terkena Post Date
ü  Tanda-tanda dan Gejala Post Date
ü  Cara mencegah Post Date

IV.    METODA

Ceramah Dan Tanya Jawab

V.  MEDIA

v  Leaflet

VI.    SETTING TEMPAT.

Keterangan:
               =  Pemateri 1
             
           =Pemateri 2
 


           =Moderator
 


           =Audien

 

VII. kEGIATAN PENYULUHAN

No
Tahapan  waktu
Kegiatan pembelajaran
Kegiatan peserta
1
Pembukaan
(5 menit)
1.  Mengucapkan salam
2.  Memperkenalkan diri

3.  Kontrak waktu
4.  Menjelaskan                                tujuan pembelajaran
5.  Apersepsi konsep Post Date
1.     Menjawab
2.     Mendengarkan dan memperhatikan
3.     Menyetujui
4.     Mendengarkan dan memperhatikan
5.     Mendengarkan dan memperhatikan
2
Kegiatan Inti
( 20 menit )
1.      Menjelaskan  tentang pengertian Post Date
2.      Menjelaskan  orang yang berisiko tinggi terkena Post Date
3.      Menjelaskan manifestasi Klinis Post Date
4.      Menjelaskan patofisiologi Post Date
5.      Memberikan kesempatan peserta didik untuk bertanya
6.      Menjelaskan bahaya Post Date
7.      Menjelaskan tingkatan dehidrasi
8.      Menjelaskan penatalaksanaan Post Date
9.      Memberikan kesempatan peserta untuk bertanya
1.      Mendengarkan  dan memperhatikan

2.      Mendengarkan dan memperhatikan
3.      Mendengarkan dan memperhatikan
4.      Mendengarkan dan memperhatikan
5.      Peserta didik bertanya


6.      Mendengarkan dan memperhatikan
7.      Mendengarkan dan memperhatikan
8.      Mendengarkan


9.      Bertanya



3
Penutup
5  menit
1.      Mengajukan 3 pertanyaan tentang materi pembelajaran.
2.      Kesimpulan dari pembelajaran 

3.      Salam penutup
1.      Menjawab



2.      Mendengarkan dan memperhatikan
3.      Mendengarkan.

VIII.       EVALUASI :

Pertanyaan secara lisan
ü  Apa pengertian Pengertian Post Date?
ü  Siapa saja yang berisiko tinggi terkena Post Date?
ü  Apa saja tanda-tanda dan Gejala Post Date?
ü  Bagaimana cara mencegah Post Date?
Evaluasi observer
1.      Evaluasi struktur
·      Komitmen terhadap kontrak waktu, tempat
·      Kontrak waktu dan tempat 1 hari sebelumnya
·      Ketersediaan dan kesesuaian fungsi alat, bahan, dan media promosi kesehatan sesuai dengan yang dibutuhkan
2.      Evaluasi proses
·   Tim promosi kesehatan mampu memberikan informasi dengan jelas sesuai dengan tujuan yang telah ditetapkan
·   Keluarga pasien bisa mendengarkan dan berpartisipasi aktif sampai akhir kegiatan
3.      Evaluasi hasil
·   Mahasiswa menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan tentang  Post Date dengan benar.









 

 

 

 





MATERI PENYULUHAN


1)      Pengertian

Kehamilan lewat waktu atau post date adalah kehamilan yang berlangsung sampai 42 minggu (294 hari) atau lebih dihitung dari hari pertama haid terakhir dengan siklus rata – rata 28 hari  ( Ilmu Kebidanan Sarwono Prawirohardjo.2008).
Kehamilan lewat waktu adalah kehamilan yang melebihi 42 minggu belum terjadi persalinan (Bagus Gde Manuaba.2008)

2)      Penyebab
a.       Pengaruh Hormon Progesteron
Penurunan hormone progesterone dalam kehamilan merupakan kejadian perubahan endokrin yang penting dalam memicu proses biomolekular pada persalinan dan meningkatkan sensitivitas pada uterus terhadap oksitosin, sehingga beberapa sumber menduga bahwa terjadinya kehamilan post term adalah karena masih berlangsungnya pengaruh progesterone.

b.      Teori Oksitosin
Pemakaian oksitosin pada induksi persalinan pada kehamilan postterm memberi kesan atau dipercaya bahwa oksitosin secara fisiologis memegang peranan penting dalam menimbulkan persalinan dan pelepasan oksitosin dari neurohipofisis ibu hamil yang kurang pada usia kehamilan lanjut diduga sebagai salah satu factor penyebab kehamilan post date.

c.       Teori Kortisol/ ACTH janin
Dalam teori ini diajukan bahwa sebagai “pemberi tanda” untuk dimulainya persalinan adalah janin, diduga akibat peningkatan tiba-tibakadar kortisol plasma janin. Kortisol janin akan mempengaruhi plasenta sehingga produksi progesterone akan berkurang dan memperbesar sekresi estrogen, selanjutnya berpengaruh pada meningkatnya produksi prostaglandin. Pada cacat bawaan janin sepertianensefalus, hipoplasia adrenal janin, dan tidak adanya kelenjar hipofisis pada janin akan menyebabkan kortisol janin tidak diproduksidengan baik sehingga kehamilan dapat berlangsung lewat bulan.

d.      Saraf Uterus
Tekanan pada ganglion servikalis dari pleksus Frankenhauser akanmembangkitkan kontraksi uterus. Pada keadaan dimana tidak adatekanan pada pleksus ini, seperti pada kelainan letak, tali pusat pendek,dan bagian bawah janin masih tinggi, kesemuanya diduga sebagai penyebab dari kehamilan post date ini.

e.       Heriditer
Seseorang ibu yang mengalami kehamilan postterm mempunyai kecenderungan untuk melahirkanlewat bulan pada kehamilan berikutnya. Morgen (1999) seperti dikutip chunningham, mengatakan bahwa bilamana seorang ibumengalamikehamilan postterm pada saat melahirkan anak perempuan, maka besar kemungkinan anak perempuannya akan mengalami kehamilan posterm juga.

(Ilmu Kebidanan Sarwono Prawirohardjo,2008)

f.       Kurangnya air ketuban
g.      Insufisiensi plasenta.
( Kapita Selekta Kedokteran Jilid I Edisi III, 2008)

3)      Proses Post Date
Fungsi plasenta mencapai puncaknya ada kehamilan 38 minggu dan kemudian mulai menurun terutama setelah 42 minggu. Rendahnya fungsi plasenta berkaitan dengan peningkatan kejadian gawat janin dengan resiko 3 kali. Permasalahan kehamilan lewat waktu adalah plasenta tidak sanggup memberikan nutrisi dan pertukaran  CO2/O2 akibat tidak timbul kontraksi sehingga pemasakan nutrisi dan O2 menurun menuju janin menyebabkan janin resiko kekurangan oksigen  sampai kematian dalam rahim. Makin menurun sirkulasi darah menuju sirkulasi plasenta dapat mengakibatkan pertumbuhan janin makin lambat dan penurunan berat disebut dismatur, sebagian janin bertambah besar sehingga memerlukan tindakan operasi persalinan, terjadi perubahan metabolisme janin, jumlah air ketuban berkurang dan makin kental menyebabkan perubahan abnormal jantung janin, (Wiknjosastro, H. 2009, Manuaba, G.B.I,2011 & Mochtar R, 2009).

4)      Tanda dan Gejala
Keadaan klinis yang dapat ditemukan jarang ialah gerakan janin yang jarang, yaitu secara subyektif kurang dari 7 kali per 30 menit atau secara obyektif dengan KTG kurang dari 10 kali per 30 menit.

5)      Pencegahan
a.       Lakukan ANC empat kali dan apabila ada keluhan, datang kepada bidan atau fasilitas kesehatan.
b.      Setelah usia kehamilan > 40-42 minggu yang penting adalah monitoring janin sebaik-baiknya.
c.       Apabila tidak ada tanda-tanda insufisiense plasenta, persalinan spontan dapat ditunggu dengan pengawasan ketat
d.      Lakukan pemeriksaan dalam untuk menilai kematangan serviks, kalau sudah matang boleh dilakukan induksi persalinan dengan atau tanpa amniotomi.
e.       Bila riwayat kehamilan yang lalu ada kematian janin dalam rahim, terdapat hipertensi, pre-eklampsia, kehamilan ini adalah anak pertama karena infertilitas, pada kehamilan > 40-42 minggu. Maka ibu dirawat di rumah sakit
6)      Dampak Post Date
  1. Pertumbuhan janin makin lambat
  2. terjadi perubahan metabolisme janin
  3. Air ketuban berkurang dan makin kental
  4. Sebagian janin bertambah berat, serhingga memerlukan tindakan persalinan
  5. Berkurangnya nutrisi dan O2 ke janin yang menimbulkan asfiksia dan setiap saat dapat meninggal di rahim.
  6. Saat persalinan janin lebih mudah mengalami asfiksia.
  7. jumlah kematian janin/bayi pada kehamilan 43 minggu 3 kali lebih besar dari kehamilan 40 minggu, karena postmaturitas akan menambah bahaya pada janin. Pengaruh post maturitas pada janin bervariasi : berat badan janin dapat bertambah besar, tetp, dan ada yang berkurang, sesudah kehamilan 42 minggu. Ada pula yang bisa terjadi kematian janin dalam kandungan. Bayi besar dapat menyebabkan disproporsi sefalopelvik. Oligohidramnion dapat menyebabkan kompresi tali pusat, gawat janin sampai bayi meninggal. Keluarnya mekoneum yang dapat menyebabkan aspirasi mekoneum
  8. Terhadap ibu : partus lama, kesalahan letak, insersia uteri, perdarahan postpartum.












DAFTAR PUSTAKA























DAFTAR PESERTA PENYULUHAN

RUANG                     : BERSALIN
RUMAH SAKIT        : RSU SOEDONO MADIUN


NO
NAMA
TANDA TANGAN
1

1.
2

2.
3

3.
4

4.
5

5.
6

6.
7

7.
8

8.
9

9.
10

10.
11

11.
12

12
13

13
14

14
15

15
16

16
17

17








DAFTAR MAHASISWA PENYULUHAN

RUANG                     :…………………………
RUMAH SAKIT        : RSU SOEDONO MADIUN
TANGGAL                :…………………2015

NO
NAMA
TANDA TANGAN
1
ALI BIN SLICK
1
2
DIMAS ERDA WIDYAMARTA
2
3
JOHNY ADAMS 
3
4
LE DAN
4