Penjahitan Luka
- Alat-alat
- Nald voeder/Needle holder
- Pinset chirrurgis
- Gunting benang
- Jarum jahit
- Benang jahit terbuat dari Seide/Silk (Sutera),
Chromic cat gut, Plain cat gut
- Doek lobang yang steril
- Kasa steril
- Sarung tangan steril
- Cara Kerja
- Operator mencuci tangan, kemudian menggunakan
sarung tangan steril.
- Tepi luka ditarik dengan pinset, ditentukan
pertautannya untuk mendapatkan bentuk yang tepat dan rapi, bila dilakukan
penjahitannya nanti.
- Selesai penjahitan, lakukan adaptasi agar tepi
luka tidak tumpang tindih (overlapping). Ini berguna agar luka
cepat sembuh.

Gambar 1. Jarum dan benang jahit



Macam-macam Jahitan Luka
Jenis jahitan dalam pembedahan banyak sekali. Dikenal
beberapa jahitan sederhana, yaitu jahitan terputus, jahitan kontinu, dan
jahitan intradermal.
- Jahitan Terputus (Simple Inerrupted Suture)
Terbanyak
digunakan karena sederhana dan mudah. Tiap jahitan disimpul sendiri. Dapat
dilakukan pada kulit atau bagian tubuh lain, dan cocok untuk daerah yang banyak
bergerak karena tiap jahitan saling menunjang satu dengan lain. Digunakan juga
untuk jahitan situasi.
Cara jahitan
terputus dibuat dengan jarak kira-kira 1 cm antar jahitan. Keuntungan jahitan
ini adalah bila benang putus, hanya satu tempat yang terbuka, dan bila terjadi
infeksi luka, cukup dibuka jahitan di tempat yang terinfeksi. Akan tetapi,
dibutuhkan waktu lebih lama untuk mengerjakannya.

Gambar 2. Interrupted over
and over suture.
- Jahitan Matras
- Jahitan Matras Horizontal
Jahitan
dengan melakukan penusukan seperti simpul, sebelum disimpul dilanjutkan dengan
penusukan sejajar sejauh 1 cm dari tusukan pertama. Memberikan hasil jahitan
yang kuat.

Gambar 3. Interrupted
horizontal mattress suture
- Jahitan Matras Vertikal
Jahitan
dengan menjahit secara mendalam di bawah luka kemudian dilanjutkan dengan
menjahit tepi-tepi luka. Biasanya menghasilkan penyembuhan luka yang cepat
karena didekatkannya tepi-tepi luka oleh jahitan ini.

Gambar 4. Interrupted
vertical mattress suture
- Jahitan Matras Modifikasi
Modifikasi
dari matras horizontal tetapi menjahit daerah luka seberangnya pada daerah
subkutannya.

- Gambar 5. Interrupted
semi-mattress suture
4.
- Jahitan Kontinu
Simpul hanya
pada ujung-ujung jahitan, jadi hanya dua simpul. Bila salah satu simpul
terbuka, maka jahitan akan terbuka seluruhnya. Jahitan ini jarang dipakai untuk
menjahit kulit.
- Jahitan Jelujur Sederhana (Continous Over and
Over)
Jahitan ini
sangat sederhana, sama dengan kita menjelujur baju. Biasanya menghasilkan hasil
kosmetik yang baik, tidak disarankan penggunaannya pada jaringan ikat yang
longgar.

Gambar 6. Continuous
over and over sutures
- Jahitan Jelujur Feston (Interlocking Suture)
Jahitan
kontinyu dengan mengaitkan benang pada jahitan sebelumnya, biasa sering dipakai
pada jahitan peritoneum. Merupakan variasi jahitan jelujur biasa.

Gambar 7. Ford suture
pattern
- Jahitan Intradermal
Memberikan
hasil kosmetik yang paling bagus (hanya berupa satu garis saja). Dilakukan
jahitan jelujur pada jaringan lemak tepat di bawah dermis.

Gambar 8. Continuous
intracutaneous