Showing posts with label Geografi. Show all posts
Showing posts with label Geografi. Show all posts

Friday, July 10, 2020

Penyebaran Fauna di Dunia Menurut Wallacea

Penyebaran Fauna Dunia Menurut Wallacea

Bumi merupakan planet yang terbentuk sekitar 4,6 milyar tahun yang lalu. Saat ini jutaan spesies hewan tersebar di seluruh dunia. Jenis fauna beranekaragam, menyesuaikan diri tergantung habitatnya. Alfred Russel Wallace membagi penyebaran jenis fauna di dunia kedalam 6 zona wilayah, yaitu Australis, Ethiopian, Neartik,  Neotropik, Oriental dan Paleatrik.
1. Zona Australis
Zona ini mencakup wilayah Australia, Selandia Baru, Papua, Maluku dan pulau-pulau sekitarnya. Beberapa hewan khas wilayah ini antara lain kangguru, koala, platipus, cendrawasih, kasuari dan buaya.
2. Zona Ethiopian
Zona ini mencakup wilayah Benua Afrika, Madagaskar dan Asia Barat. Hewan khas daerah ini antara lain gajah afrika, gorilla, jerapah, zebra, unta, singa, babon dan kudanil.
3. Zona Oriental
Zona ini mencakup wilayah Asia Tenggara dan Asia Selatan. Wilaya Indonesia yang masuk zona ini adalah Sumatera, Jawa dan Kalimantan. Hewan kas wilayah ini antara lain harimau, badak bercula satu, orangutan, owa, banteng, gajah, bekantan
4. Zona Neartik
Zona in meliputi wilayah Amerika Utara, Kutub Utara dan Greenland. Beberapa hewan khas wilayah ini diantaranya bison, kijang, domba gunung, caribou dan tikus berkantung. 
5. Zona Neotropik
Zona ini meliputi wilayah Amerika Selatan dan Meksiko. Beberapa hewan endemik wilayah ini antara lain piranha, belut listrik amazon, anaconda, kera hidung merah, kelelawar pengisap darah.
6. Zona Paleatrik
Zona ini meliputi wilayah Eropa, Rusia, Britania Raya, Jepang,  Himalaya, Semenanjung Spanyol hingga Laut Mediteran. Beberapa hewan khas wilayah ini antara lain panda, rusa, kucing kutub, kelinci dan beruang.

Thursday, June 25, 2020

Puncak Everest di Nepal dan Tibet


Puncak Everest di Nepal dan Tibet
Sumber: Riana, Deny.Jelajah Sains Populer Keliling Dunia. Surabaya: CV Al Maktabah.

Everest atau juga dikenal dengan sebutan Mount Everest (Gunung Everest) dalah tempat tertinggi di dunia ketinggiannya mencapai 8850 meter di atas permukaan laut. Mount Everest sendiri termasuk ke dalam rngkaian pegunungan Himalaya yang terletak di Nepal dan Tibet.
Di Nepal, gunung ini disebut Sagarmatha (bahasa Sansekerta untuk Dahi Langit) dan dalam bahasa Tibet Chomolangma atau Qomolangma (Bunda Semesta) .
Adapun nama Everest yang kini digunakan diambil dari nama Sir George Everest, pendaki asal Inggris yang pertama kali menemukan puncak tertinggi di dunia ini pada 17 Januari 1941. Nama ini diberikan oleh Sir Andrew Waugh, surveyor general India berkebangsaan Britania Raya, sebagai penghargaan kepada Sir George Everest. Akan tetapi, meskipun dianggap sebagai penemu puncak tertinggi ini, Everest sendiri tidak berhasil ke puncak gunung ini.
Puncak Mount Everest baru bisa dicapai pada 29 Mei 1953 oleh Sir Edmund Hillary dari Selandia Baru dan Tenzing Norgay, seorang penduduk asli Nepal. Mereka adalah anggota ekspedisi Inggris yang dipimpin oleh Sir John Hunt. Tim ini berangkat dari Kathmandu, Nepal, pada 1 Maret 1953 dan melakukan pendakian dari sisi selatan yang pada saat itu dikenal sebagai lereng yang tidak mungkin didaki. Namun, Hilary dn Norgay membuktikan bahwa pendakian dari sisi selatan pun bisa dilakukan dan sukses. Pada masa setelah Perang Dunia II, peluang menaklukkan puncak Mount Everest memang semakin besar karena mulai adanya peralatan yang lebih baik untuk kegiatan mendaki gunung, termasuk gunung bersalju seperti Everest, menjadi lebih mudah.
Adapun orang yang kali pertama mengukur ketinggian gunung ini adalah Radhanath Sikdar, juru ukur dan pakar matematika dari Bengal, India. Melalui perhitungan trigonometrik yang dilakukan pada tahun 1852, Sikdar menyatakan Everest sebagai puncak tertinggi. Perhitungan ini dilakukan menggunakan teodolit dari jarak 150 mil jauhnya di India. Sebagian rakyat India percaya bahwa puncak tersebut semestinya dinamakan menurut naman Sikdar, bukan Everest.
Sebenarnya, ukuran pasti Everest masih menjadi kajian para ilmuwan karena terdapat variasi dari segi ukuran ketika diukur pada tahun 1856, Everest mempunyai ketinggian 8.839 meter, tetapi dinyatakan sebagai 8.840 meter. Tambahan 0,6 meter (2 kaki) menunjukkan perasaan masa itu bahwa ketinggian yang tepat sebesar 29.000 kaki akan dianggap sebagai perkiraan yang dibulatkan.
Perkiraan umum yang digunakan pada saat ini adalah 8.850 meter yang diperoleh melalui bacaan Sistem Posisi Global (Global Positioning System-GPS) . Namun, baik pemerintah Nepal maupun pemerintahan RRC tempat di mana gunung ini berada belum mengesahkan ukuran tersebut secara resmi, mereka masih menganggap ketinggian Everest adalah 8.848 meter. Ilmuwan meyakini bahwa Everest masih terus bertambah tinggi akibat pergerakan lempeng teknologi di kawasan tersebut.

Menelusir Air Terjun Niagara, Perbatasan Amerika Serikat dan Kanada


Menelusir Air Terjun Niagara, Perbatasan Amerika Serikat dan Kanada
Sumber: Riana, Deny.2008.Jelajah Sains Populer Keliling Dunia.Surabaya: CV Al Maktabah.

Niagara adalah nama kelompok dari tiga air terjun besar di Sungai Niagara yang terletak persis di perbatasan Amerika Serikat dengan Kanada. Persisnya di antara Negara Bagian New York, Amerika Serikat dan Provinsi Ontario, Kanada.
Menurut catatan sejarah, komunitas pertama yang tinggal di kawasan air terjun Niagara adalah nenek moyang suku Indian Seneca, yaitu pada sekitar 2000 tahun yang lampau.
Di sekitar abad ke 16, bangsa Perancis membangun beberapa benteng di muara Sungai Niagara, di antaranya yang kini dikenal dengan Old Fort Niagara di wilayah Youngstown.
Tahun berikutnya merupakan tahun-tahun yang bergejolak bagi wilayah Niagara. Banyak peperangan yang terjadi antara penduduk asli Suku Indian dengan pedagang bangsa Perancis dan Inggris. Termasuk perang paling berdarah yang dikenal dengan “The Battle of Lundy’s  Lane” pada 25 Juli 1814. Akhirnya, sampailah pada era baru masa kedamaian wilayah Niagara.
Sejak tahun 1892, Negara Falls berubah menjadi sebuah kota yang tepat berdiri di garis batas internasional yang memisahkan antara wilayah New York, Amerika Serikat dengan Provinsi Ontario Kanada. Antara kedua bagian kota itu dihubungakn oleh sebuah jembatan yang bernama Rainbow Bridge (Jembatan Pelangi) melintasi sungai Niagara.
Air terjun Niagara adalah sebuah maha karya dari Sang Pencipta Alam. Menurut ilmu geologi, bentang alam air terjun Niagara terbentuk apda akhir zaman es. Ketika timbunan lembaran es raksasa mencair pada 50.000 tahun yang lalu, daratan benua yang sebelumnya tertutup dan terbebani es lalu bermunculan dari bawahnya, mengalami  pengangkatan dan membentuk lereng dan pegunungan yang curam dan terjal.
Mencairnya es lalu membentuk danau yang sangat luas yang kini dikenal dengan nama danau Eire serta daratan rendah yang berada di sekitarnya.
Danau Eire yang sangat luas ini semakin lama semakin penuh airnya hingga pada sekitar 12000 tahun yang lalu akhirnya meluap dan mengalirlah limpahan airnya melalui celah daratan yang kini disebut sungai Niagara. Aliran sungai terbseut inilah yang kemudian membentuk air terjun Niagara. Air terjun Niagara pada mulanya terbentuk di lokasi sekitar 11 km di arah hilir dari lokasinya yang sekarang, kira-kira di wilayah yang sekarang bernama Lewiston, dekat ke muara sungai danau Ontario, Kanada.
Sebagai akibat dari proses erosi pada bidang luncuran air terjun yang terus berlangsung bahkan hingga saat ini, lokasi air terjun Niagara kini kira-kira berada di pertengahan antara danau Eire dan danau Ontario.
Para pengunjung bias melihat keajaiban alam ini dari tepian yang dibatasi pagar setinggi dada. Pengunjung juga bias melihat air terjun lebih dekat dengan menggunakan teropong.
Bila kurang puas, pengunjung bias mendekati air terjun di bawah sana, dengan sebuah kapal angkut. Untuk menaiki kapal ini, harus membayar tiket, lalu untuk memasuki jembatan raksasa ang sampai ke sebuah menara berisi dua lift. Dari sini, wisatawan akan dibawa turun sedalam 55 meter. Lalu seorang penjaga memberi jas hujan dan mempersilahkan menuju kapal. Perjalanan selama beberapa menit itu terasa berjam jam karena kappa senantiasa bergoyang, di hantam ombak Niagara.
Presiden Franklin D. Rosevelt melukiskan perjalanan itu dengan kata kata “Sampai Anda melihat Niagara Falls dari anjungan kapal Maid of the Mist. Anda tidak akan tahu betapa hebatnya kekuatan alam.  Tatkala kapal semakin mendekati air terjun, seluruh penumpang basah kuyup di dera embun yang jatuh seperti hujan gerimis. Embun yang menerpa wajah Anda, deru mesin diesel kapal, dan hantaman ombak membuat kitatidak akan melupakan pengalaman ini”.

Mengenal Piramid Besar Giza dan Sphinx di Mesir


Mengenal Piramid Besar Giza dan Sphinx di Mesir
Sumber: Riana, Deny.2008.Jelajah Sains Populer Keliling Dunia.Surabaya: CV Al Maktabah.

Jika kamu mendengar kata Mesir, mungkin ingatanmu akan tertuju kepada pyramid. Negeri itu memang dikenal sebagai Negara Piramid. Di Mesir, pyramid banyak ditemukan di kawasan dekat sungai Nil.
Pyramid atau piramida adalah bentuk bangunan ruang yang teridir atas lima sisi, dimana salah satu sisinya berfungsi sebagai alas, sedangkan empat sisi lainnya berfungsi sebagai kulit atau selubung yang terdiri atas segitiga yang disusun sedemikian rupa dengan satu titik temu yang merupakan puncak pyramid.
Dalam sejarah konstruksi bangunan pyramid digunakan sudah sejak lama. Bangsa  Mesir kuno maupun bangsa Maya dikenal menggunakan bangunan pyramid sebagai makam raja atau tempat ibadah (pemujaan).
Di Mesir, Piramid digunakan sebagai makam raja Mesir Kuno yang dikenal dengan nama Fir’aun. Hal ini yang membuat pyramid kerap menjadi sasaran penjarahan dan perampokan, karena di tempat itu disertakan pula harta kekayaan dan segala macam artefak milik raja.
Menurut ahli arkeologi, bentuk pyramid memiliki arti religious tersendiri bagi bangsa Mesir Kuno. Sisi miring pyramid diyakini oleh mereka bias memantulkan sinar matahari agar jatuh di tempat jasad raja di kubur sehingga arwahnya dapat mendaku ke angkasa dan bersatu dengan Sang Pencipta.
Selain pyramid untuk raja, ada juga pyramid berukuran lebih kecil untuk menyimpan jasad ratu. Pyramid untuk ratu biasanya didirikan di sebelah pyramid untuk raja.
Di antara sejumlah pyramid terdapat di Mesir, ada tiga pyramid besar yang dibangun ditepi barat Sungai Nil. Tepatnya di kawasan Giza yang merupakan bagian dari Kota Kairo.
Pyramid besar yang ada di Giza merupakan bangunan paling mengagumkan yang pernah di buat manusia. Dengan bentuknya yang tidak berubah banyak, keindahan dan keajaiban Piramid Besar Giza masih bias kita nikmati hingga saat ini. Ketiga pyramid ini terbentang di hamparan pada ng pasir bersuhu lebih dari 35 derajat Celsius. Ketiga pyramid itu adalah Khufu (Cheops), Khafre (Rakhaef/ Chephren), dan Menkaure (Mycerinus),  ditambah tiga pyramid kecil ditambah sebuah Sphinx.
Pyramid Khufu adalah pyramid terbesar dari ketiga pyramid di daerah tersebut.  Pyramid itu dibangun ketika Mesir dipimpin oleh Khufu, ang merupakan Dinasti Keempat sekitar tahun 2575 Sebelum Masehi dan 2465 Sebelum Masehi. Bangunan ini sebenarnya di siapkan untuk kuburannya sendiri.
Kesempurnaan konstruksi maupun ukurannya yang luar biasa benar benar mengesankan. Betapa tidak, tinggi pyramid ini mencapai 145,75 meter. Selama 43 Abad, tinggi pyramid merupakan bangunan tertinggi di dunia.
Bangunan pyramid membutuhkan 2.300.000 balok batu, dan setiap balok batu beratnya 2,5 ton. Jadi, pyramid ini bias menghabiskan sekitar 6,5 juta ton batu. Untuk membangun pyramid ini dikerahkan 10 ribu pekerja, dengan waktu pengerjaan mencapai 20 tahun. Artinya, tak kurang dari 300 balok batu disusun setiap hari. Batu-batu itu tersusun sangat rapi sehingga sebuah kartu pun tidak akan bias masuk.
Menurut penelitian para ilmuwan dan arkeolog, bahan baku pembuatan pyramid diambil beberapa tempat. Misalnya, batu kapur dari Tura, granit dari Aswan, tembaga dari Sinai, dan kayu untuk peti dari Libanon yang kesemuanya diangkut melalui Sungai Nil. Entah bagaimana cara orang Mesir pada masa itu bekerja tanpa peralatan modern atau mesin yang canggih, tetapi mampu membuat bangunan sedahsyat itu.
Jelas sebuah pekerjaan yang luar biasa karena untuk membentuk balok-balok batu sebanyak itu dan mengangkutnya ke tempat penyusunan pyramid, kemudian memotongnya sesuai dengan ukuran yang diperlukan dan menempatkannya diposisi yang tepat tentu tidak mudah.
Pyramid terbesar kedua adalah pyramid yang berisi jasad Raja Chephren, sedangkan pyramid terbesar ketiga digunakan sebagai makam Raja Menkaure. Masing masing dari ketiga pyramid tersebut memiliki kesamaan interior. Di dalamnya ada ruang raja, ruangan ratu, pintu terowongan (yang berdiameter satu seperempat meter dengan panjang 40 meter).
Pyramid di Mesir memang menyimpan banyak misteri. Pintu masuk ke dalam pyramid ini terletak di bagian utara. Sejumlah koridor, serambi, juga terowongan untuk melarikan diri ada di dalamnya. Kamar raja sendiri terletak di tengah pyramid. Peti mati sang raja terbuat dari batu granit berwarna merah. Bahan ini juga yang dipakai menjadi dinding ruang raja batu-batu itu panjangnya mencapai tiga meter, dengan ketinggian sekitar 2,4 meter dan tebalnya hingga 1,3 meter. Menurut penelitian, tembok ruang raja yang tersusun dari batu granit tersebut banyak mengandung magnet sehingga dapat membunuh magnet sehingga dapat membunuh bakteri yang bisa merusak jasad sang raja.
Di sekitar pyramid terdapat bangunan unik. Namanya Sphinx. Bentuk bangunan ini mirip seekor singa yang duduk dengan wajah Raja Khefre. Di bawah Sphinx diyakini ada ruangan (yang dinamakan Hall of Records) yang merupakan kunci rahasia menuju Zep Tepi, yakni zaman keemasan masa lampau ketika Piramid ini di buat.
Pyramid raksasa itu telah bertahan tegak selama 4500 tahun, dan mungkin masih tetap tegak seperti itu kendati gedung bangunan modern sudah lama runtuh berantakan menjadi puing. Bangunan pyramid betu tak terusakkan. Tentu, sedikit demi sedikit, dia akan digerogoti zaman. Tetapi hingga kini, kadar erosinya masih memungkinkan bertahan hingga lebih dari satu juta tahun lagi.

Aneka Fakta tentang Bangunan Kuno Mirip Piramid


Aneka Fakta tentang Bangunan Kuno Mirip Piramid
Sumber: Riana, Deny.2008.Jelajah Sains Populer Keliling Dunia.Surabaya: CV Al Maktabah.

1.       Ada yang menyebutkan bahwa pyramid berhubungan dengan rasi gugus bintang Orion ditinjau dari letak ketiga pyramid Giza diyakini memiliki letak dan posisi yang sama berdasarkan gugus rasi bintang Orion.
2.       Beragam analisis mengatakan bahwa konstruksi pyramid digunakan dengan alas an bahwa pada peradaban lampau, manusia mengalami kesulitan untuk membuat kubah. Oleh karena itu, untuk mempermudah digunakanlah bentuk pyramid. Bentuk kubah sendiri baru digunakan pada masa Romawi dengna konstruksi pelengkung pada bangunan betonnya dan Romawi Timur yang disempurnakan pada masa peradaban Islam.
3.       Jika dibandingkan dengan Empire State Building di New York, Amerika Serikat. Pyramid ini lebih besar 30 kali lipat dan bahkan bisa terlihat dari bulan.
4.       Jangan salah  sangka, walau pyramid banyak terdapat di Mesir, bangunan seperti ini juga ditemukan di tempat lain. Sebut saja misalnya di Sudan, Etiopia, bahkan juga di beberapa Negara di Amerika Tengah, bahkan ditemukan pula situs pyramid dalam jumlah besar di Semenanjung Yucatan yang merupakan Pusat Peradaban Suku Maya.

Mengenal Bangunan Kuno Stonehenge di Inggris


Mengenal Bangunan Kuno Stonehenge di Inggris
Sumber: Riana, Deny.Jelajah Sains Populer Keliling Dunia. Surabaya: CV Al Maktabah.

Stonehenge adalah monumen unik, berupa sekumpulan batu yang berdiiri melingkar. Bangunan ini merupakan monumen prasejarah paling terkenal di Inggris. Letaknya di Dataran Salisbury, wilayah Wiltshire, Inggris, atau sekitar 137 km di sebelah barat daya London.
Sesungguhnya, Stonehenge lebih dari sekedar kumpulan batu karena bangunan ini seperti nya dibuat dengan pola tertentu. Kalau dilihat dari ketinggian, batu-batu itu tampak melingkar dalam beberapa lapis.
Di bagian dalam, ada lingkaran yang lebih kecil, sedangkan di bagian utama monumen terdapat trilithons, yaitu bangunan berupa dua pilar batu dengan sebuah batu terlentang di atasnya yang mirip dengan pola tapal kuda. Di samping itu, ada pula batu-batu yang lebih kecil yang juga berbentuk tapal kuda. Ada juga henge atau parit dan pingggiran sungai yang mengelilingi lingkaran batu itu.
Menurut penelitian, Stonehenge ini dibangun sekitar 5000 tahun yang lalu. Monumen tersebut dibangun dalam tiga tahap selama hampir 2000 tahun pada periode antara 3000 Sebelum Masehi dan 1400 Sebelum Masehi.
Satu lingkaran terdiri atas 80 batu biru. Sebagian batu biru di Stonehenge ini diperkirakan berasal dari Pegunungan Presely di Wales Stonehenge, Whitshire, Inggris. Untuk membawnya, mereka menyeret satu per satu batu besar itu ke tempat tersebut. Padahal, sebuah batu saja beratnya bisa empat ton, dengan tinggi sekitar dua atau tiga meter. Tak heran, jika proses pembangunannya memakan waktu yang sangat lama. Bisa dibayangkan, bukan? Bagaiman batu seberat itu diangkat tanpa peralatan teknologi tinggi seperti saat ini.
Lalu, untuk apa Stonehenge dibangun dan siapa yang membangunnya sehinggga mereka rela bersusah payah memindahkan batu-batu yang sedemikian berat itu?
Apabila diperhatikan, jajaran batu yang menghadap ke arah sinar matahari terbit akan terlihat sangat indah ketika matahari berada pada jarak yang paling jauh dari garis khatulistiwa. Oleh karena itu, ada yang mengatakan bahwa Stonehenge dipakai untuk pemujaan terhadap matahari.
Dengan pola seperti itu pula, ada juga peneliti yang menyatakan bahwa Stonehenge dibuat sebagai alat untuk menentukan posisi matahari guna menentukan panjang tahun secara tepat. Boleh dibilang, ini bukti ketertarikan orang-orang di masa Neolitikum dan pengetahuan mereka pada astronomi.
Di pihak lain, Stonehenge juga pernah dianggap sebagai tempat pendaratan makhluk dari luar angkasa, bahkan beberapa orang mengaku melihat UFO (Unidentified Flying Object) di tempat itu.
Namun, penemuan sejumlah arkeolog Inggris ketika tengah mempelajari Stonehenge  menunjukkan bahwa bangunan oleh sekelompok orang yang tinggal di dekat situs tersebut.
Para arkeolog menemukan satu kampung yang hanya terdiri atas beberapa rumah kecil dan kemungkinan merupakan tempat tinggal para kuli bangunan yang mendirikan monumen megalitik terbesar di Inggris Selatan itu.
Perumahan kuno itu terletak di sebuah situs yang disebut Dinding Durrington. Letaknya sekitar 3,2 kilometer dari Stonehenge. Di sana juga terdpat versi kayu dari lingkaran batu Stonehenge.
Penghitung waktu karbon (cara menghitung umur sebuah benda) menunjukkan bahwa kampung tersebut berasal dari tahun 2600 Sebelum Masehi, hampir bersmaan dengan periode pembangunan Stonehenge.
Para ilmuwan memperkirakan Dinding Durrington adalah tempat pemungkiman dan Stonehenge adalah kuburan serta semacam tugu peringatan karena di situ ditemukan sisa jenazah yang dibakar.
Arkeolog menduga perkampungan yang cukup besar itu didiamisecara musiman, sebagai lokasi pesta ritual dan upacara pemakaman. Mereka percaya Stonehenge dan Durrington membentuk kompleks religius yang dipakai untuk ritual pemakaman.
Akan tetapi, sejumlah arkeolog meragukan usia situs itu karena Stonehenge telah beberapa kali direnovasi. Beberapa bagian pernah di gali dan dipendam lagi dalam berbagai riset sehingga sulit menentukan kapan bentuk aslinya di bangun.
Hingga saat ini, Stonehenge memang masih penuh misteri. Tampaknya, para ilmuwan masih terus bekerja keras untuk menyingkap misteri di balik batu besar itu. Sayangnya, erosi, waktu dan gangguan dari manusia banyak merusk monumen. Hasilnya, banyak batu yang tumpul.
Pada awal abad ke 20, kebanyakan batu itu tidak lagi tegak berdiri. Hal tersebut  kemungkinan disebabkan karena banyaknya wisatawan yang telah memanjat Stonehenge karena rasa ingin tahu. Sejak itu, telah dilakukan tiga tahap renovasi untuk menegakkan kembali batu yang miring atau terbalik. Secara tidak langsung, ini berarti bentuk Stonehenge tidak lagi asli seperti aslinya. Sebaliknya, sebagaimana peninggalan sejarah lain, tahap renovasi telah dilakukan. Selanjutnya, tempat ini masuk dalam daftar Warisn Dunia UNESCO pada tahun 1896.

Menara Kembar Petronas di Malaysia



Menara Kembar Petronas di Malaysia
Sumber:
Riana, Deny.2008.Jelajah Sains Populer Keliling Dunia.Surabaya:  CV Al –Maktabah.

Menara Kembar Petronas atau Petronas Twin Tower yang terletak di pusat Kota Kuala Lumpur merupakan menara kembar tertinggi di dunia. Tingginya memang kalah dari Taipei 101 Building yang lebih tinggi 188 kaki atau 61 meter lebih tinggi dari Menara Petronas. Akan tetapi, untuk menara kembar, hingga saat ini Petronas adalah menara kembar yang tertinggi di dunia.
Menara I digunakan sebagai tempat perkantoran Petronas (Perusahaan Minyak Malaysia), sedangkan Menara II digunakan sebagai perkantoran perusahaan yang terkait dengan Petronas dan dunia perminyakan.
Sebelumnya, Petronas Twin Tower juga pernah menancapka dirinya sebagai gedung paling tinggi di dunia. Predikat itu dipegang selama enam tahun hingga beralih ke Taipei 101 Building pada tahun 2004.
Pembangunan menara yang terdiri atas 88 lantai ini memerlukan waktu lebih dari lima tahun, mulai perencanaan proyek Januari 1992 sampai peresmian 31 Agustus 1999. Desain menara dibuat oleh Cesar Pelli dan Associates dari Amerika Serikat yang bekerja sama dengan para arsitek Malaysia. Desain lantai untuk kedua menara di dasarkan pada corak geometris Islam dengan bentuk bintang bersudut delapan.
Gedung besar ini terlihat kokoh dan gagah karena diperkuat 13.200 meter kubik beton, dengan kedalaman fondasi 150 meter. Bagian luar gedung ini dilengkapi dengan dinding banyak segi (multi-faceted) yang terdiri atas 33.000 batang stainless steel dan 55.000 panel kaca yang dilapisi dengan penyejuk berwarna hijau muda untuk menghindari silaunya sinar matahari. Menara kembar ini juga dilengkapi dengan fasilitas komunikasi kelas satu, dengan MSC (Multimedia Super Corridor).
Uniknya, kedua menara yang memiliki bobot 300 ribu ton itu dihubungkan oleh jembatan  (skybridge) yang terletak di lantai 41 atau pada ketinggian 172 meter. Jembatan yang memiliki penopang di lantai 29 itu memiliki beberapa fungsi, di antaranya untuk mempermudah mobilitas bagi pengguna Menara I dan Menara II, sekaligus menjadi jalan alternatif dalam situasi darurat.
Wisatawan bisa naik ke lantai 41 dan 32 dengan menggunakan lift canggih yang bisa membawa 26 orang sekalgius dalam waktu 1 menit tanpa goncangan sama sekali. Selain lift ini, masih ada empat lift eksekutif di masing-masing menara, yang bisa membawa 10 orang dari tempat parkir di basement ke lantai teratas hanya dalam 90 detik. Namun, wisatawan tidak diizinkan untuk naik ke lantai teratas (lantai 88), tetapi hanya di naik sampai lantai 41.

Tuesday, June 23, 2020

Menjelajah Grand Canyon di Colorado, Amerika Serikat



Menjelajah Grand Canyon di Colorado, Amerika Serikat
Sumber:
Riana, Deny.2008.Jelajah Sains Populer Keliling Dunia.Surabaya:  CV Al –Maktabah.

Grand Canyon adalah sebuah jurang dan tebing terjal yang sebagian besar berada di Taman Nasional Grand Canyon, Colorado, Amerika Serikat. Jurang ini, terbentuk oleh aliran Sungai Colorado, di utara Arizona, yang memotong sebuah dataran selama hampir 2000 juta tahun. Dataran Colorado telah terkikis oleh Sungai Colorado dan anak sungainya sehingga lapis demi lapis sedimen (endapan) mulai terangkat dan membentuk dataran tinggi Colorado.
Proses pengikisan Grand Canyon oleh Sungai Colorado merupakan peristiwa luar biasa dalam sejarah kebumian. Air sungai, lumpur dan pasir yang lewat dengan cepat merupakan tiga pengikis lembah sungai. Setiap hari kikisan atau erosi yang dibawa Sungai Colorado mencapai setengah juta ton.
Grand Canyon kali pertama dilihat oleh orang Eropa pada 1540, Garcia Lopez de Cardenas dari Spanyol. Ekspedisi ilmiah pertama ke kawasan ini dipimpin oleh Mayor AS John Wesley Powell pada akhir 1870-an. Powell menunjuk ke batuan sedimen yang terbuka di jurang sebagai “daun dalam buku cerita agung”. Namun, jauh sebelum masa itu, wilayah ini telah ditinggali penduduk asli Amerika yang membangun tempat tinggal di tembok jurang ini.
Panjang jurang ini sekitar 446 km, dengan lebar mulai dari 6 sampai 20 km, dan kedalaman lebih dari 1.600 meter. Jurang ini salah satu taman nasional ternama di Amerika Serikat. Bahkan, lembah batu karang penuh warna di tengahnya mengalir lembut Sungai Colorado ini menjadi salah satu tempat favorit Presiden Theodore Roosevelt.
Ia kerap mengunjunginya dalam beberapa kesempatan untuk berburu singa gunung dan menikmati pemandangan alam yang luar biasa. Roosevelt juga merupakan salah satu pendukung utama Taman Nasional Grand Canyon.
Grand Canyon juga terkenal karena keanehan bentuk dan warnanya. Hampir seluruh tebing dan jurang Grand Canyon didominasi oleh warna merah, sedangkan bentuknya sendiri berkelok-kelok hingga ke mulut Sungai Praha.
Hamparan batu karang mirip karpet warna warni. Sebagian bentuknya rata dan sebagian lagi merupakan tonjolan-tonjolan acak. Namun, tampak harmonis. Apalagi dipandang dari South Rim, sebuah tempat pemberhentian khusus untuk menikmati panorama unik dan menarik hiasan batu karang Grand Canyon.
Dengan keindahan alamnya yang begitu menajubkan, tak heran apabila Grand Canyon menjadi salah satu objek wisata andalan Amerika Serikat yang banyak dikunjungi para wisatawan. Lebih dari itu, kawasan ini juga sering dijadikan latar belakang film koboi.

Uluru (Ayers Rock) di Australia

Uluru (Ayers Rock) di Australia

Sumber:
Riana, Deny.2008.Jelajah Sains Populer Keliling Dunia.Surabaya:  CV Al –Maktabah.

Uluru, dikenal juga sebagai Ayers Rock adalah sebua formasi batu berukuran besar di Taman Nasional Uluru-Kata Tjuta, sekitar 350 km di barat daya kota Alice Springs, Northern Territory, Australia. Uluru adalah benda keramat bagi para Aborigin dengan banyak mata air, gua dan lukisan primitif.
Pada Oktober 1872, penjelajah Ernest Giles menjadi orang asing pertama yang melihat batuan ini, namun tidak bisa mendekat karena terhalang Danau Amadeus dan hanya menyebutnya sebagai “kerikil yang luar biasa”. Pada bulan Juli 1873, surveyor Wiliam Gosse mengunjungi batu ini dan menamainya Uluru, untuk menghormati Gubernur Australia Selatan, Sir Henry Ayers.
Pada 1993, diadopsilah kebijakan nama dual sehingga pada 15 Desember, namanya menjadi Ayers Rock/ Uluru dan pada 6 November 2002, namanya dibalik menjadi Uluru/ Ayers Rock atas permintaan dari Asosiasi Turisme Regional Alice Springs.
Uluru adalah monolit atau batu raksasa terbesar di dunia. Tingginya sekitar 348 meter. Uluru memiliki keunikan yang luar biasa karena adalah warna bukit batuannya bisa berubah bergantung dari posisi matahari, juga kondisi debu, kabut yang menyelubungi dan kondisi yang berhubungan dengan atmosfer.
Uluru bisa berubah warna dari warna merah api, lembayung muday ang lembut, biru, merah mudah dan cokelat. Uluru sendiri terdiri atas susunan pasir yang rapi, batu kerikil, dan batu besar yang terkikis di sana pada ribuan tahun yang lalu oleh gletser. Kumpulan batu kecil secara berkelanjutan terangkat oleh tekanan bawah tanah yang membentuk jajaran pegunungan. Curah hujan yang turun membuat selubung perak di seluruh bebatuan itu.
Uluru berada di Northern Territory, yang meliputi hampir seperlima dari benua Australia. Ulur merupakan tempat  suci bagi orang Aborigin. Menurut tradisi penduduk asli setempat itu, penanggung jawab daerah Uluru adalah kelompok suku Anangu. Uluru dan daerah seskitarnya merupakan sebuah kawasan keramat bagi penduduk Anangu.
Di kaki pegunungan Uluru bisa ditemukan sejumlah lukisan gua dan sejumlah pahatan yang dibuat ribuan tahun yang lampau oleh penduduk Anangu (yang terdiri dari Suku Luritja, Yankuntjajara, Pitjantjatjara). Di area tersebut juga terdapat sejumlah tempat keramat yang tertutup untuk umum.
Kini lokasi tersebut dibawah pengelolaan penduduk setempat dan menjadi Taman Uluru-Kata Tjuta.