Jumat, 05 September 2014

Awas Rematik (Rematik/ Arthritis), di dalam Kesehatan/ Caution Rheumatism (Arthritis / Arthritis), in the Health



Awas Reumatik (Rematik/ Arthritis), di dalam Kesehatan
 (Sumber: Brosur Lab Prodia.2014.Reumatik Menjangkit, Sendi Tak Berkutik.)
(www.ithinkeducation.blogspot.com, owner/ pemilik (Please Follow Google Plus): Dimas Erda WM)
Jangan biarkan Reumatik Menyerang Sendi!
Banyak pria dan wanita usia di atas 40 tahun mengeluh sakit atau nyeri di persendian, yang umum dikenal dengan reumatik. Ternyata reumatk memiliki lebih dari 100 jenis. Bagaimana cara kita tahu bahwa kita reumatik yang menyerang itu bukan sekedar penyakit reumatik biasa?
Jika Anda seringkali mengalami gejala di bawah ini:
1)      Pembengkakan pada satu atau lebih sendi.
2)      Kaku pada persendian yang berlangsung paling tidak selama 1 jam di pagi hari
3)      Nyeri yang menetap atau muncul berulang pada sendi
4)      Nyeri pada sendi ketika ditekan atau digerakkan secara normal
5)      Kesulitan menggunakan atau menggerakkan sendi secara normal
6)      Sendi berwarna kemerahan dan terasa panas
Kemungkinan Anda mengalami arthritis atau biasa kita kenal dengan istilah reumatik.

Apa sebenarnya Reumatik itu?
Arthritis dan penyakit reumatk lainnya adalah sekelompok gangguan yang menyebabkan peradangan, perubahan dan nyeri di sekitar sendi. Kondisi ini dapat menyebabkan kesulitan dalam melakukan aktivitas sehari-hari.
Reumatik terdiri dari lebih dari 100 jenis
Arthritis atau reumatk dapat terjadi pada tulang, sendi, otot, dan tendon. Reumatik yang dikenal masyarakat sebagai satu jenis penyakit ternyata  terdiri atas lebih dari 100 penyakit reumatik. Beberapa di antaranya, rheumatoid arthritis, lupus erythematosus (SLE), ccleroderma, dan osteoarthritis. Seseorang mungkin saja mengalami lebih dari satu penyakit reumatik dalam waktu yang sama.
Meski gejalanya relative mirip satu dengan yang lain, penyebab reumatik berbeda. Karena itu diagnostic reumatik sulit dilakukan dan membutuhkan pemeriksaan laboratorium, di samping pemeriksaan fisik dan foto radiologis.

Jenis Reumatik yang Umum
Beberapa jenis reumatik yang paling umum ditemui adalah:
1)      Osteoarthritis
Osteoarthritis adalah bentuk reumatik yang paling umum, mempengaruhi jutaan orang di dunia. Osteoarthritis lebih umum dikenal dengan istilah ‘pengapuran sendi’, terjadi saat kartilago (bagian pelindung pada ujung tulang) mengalami kerusakan dari waktu ke waktu.
Beberapa hal yang dapat meningkatkan risiko seseorang terkena osteoarthritis di antaranya:
a)      Usia, pertambahan usia meningkatkan risiko osteoarthritis.
b)      Jenis kelamin, wanita lebih berisiko mengalami osteoarthritis.
c)      Cedera sendi, cedera pada sendi saat berolah raga dapat meningkatkan risiko osteoarthritis.
d)     Obesitas, bertambahnya bobot tubuh meningkatkan beban pada persendian yang menahan berat badan, seperti sendi lutut.

2)      Rheumatoid Arthritis (RA)
RA adalah gangguan autoimun yang menyebabkan peradangan pada sendi. Jaringan tubuh diserang oleh system kekebalan tubuh. Peradangan umumnya simetris, terjadi pada kedua sisi tubuh pada waktu yang bersamaan, missal di lutut kiri dan kanan, pergelangan tangan kiri dan kanan. RA merupakan gnagguan kronik yang berkembang dari waktu ke waktu. Diagnosis yang tepat dan dini, disertai penanganan medis dapat memperlambat atau bahkan menghentikan perkembangan gangguan.

3)      Gout atau Pirai
Gout ditandai dengan serangan nyeri dan mendadak pada sendi, sering kali pada sendi di pangkal ibu jari kaki. Sendi yang terkena akan membengkak, sangat lembek serta sensitive. Gout terjadi saat Kristal urat terakumulasi pada persendian, menyebabkan peradangan dan nyeri. Kristal urat terbentuk jika kadar asam urat dalam tubuh tinggi. Asam urat dibentuk dari pemecahan purin, suatu senyawa yang secara alami ada di dalam tubuh dan terdapat dalam makanan tertentu seperti asparagus, jamur, jeroan, dan lainnya. Serangan gout dapat dihindari dengna diet rendah purin.

Pemeriksaan Laboratorium
1)      Antistreptolysin O (ASTO)
Pemeriksaan antistreptolysin O (ASTO) merupakan pemeriksaan darah yang dapat digunakan untuk mendeteksi penyakit jaringan sendi, misalnya demam reumatik akut yang terjadi akibat infeksi bakteri streptokokus. ASTO merupakan antibody yang terbentuk untuk melawan antigen yang dihasilkan oleh bakteri streptokokus. Infeksi bakteri tersebut dapat menyebabkan kondisi lain yang dikenal dengan sebutan demam reumatik dan glomerulonefritis (peradangan di ginjal). Demam reumatik dapat terjadi karena antibody yang dulunya berfungsi melawan bakteri streptokokus mengalami gangguan dan beralih fungsi, sehingga menyerang sel tubuh sendiri terutama kolagen, organ jantung, sendi, kulit, otak, dan lainnya.
Pemeriksaan ASTO dilakukan jika seseorang.
a)      Mengalami gejala mengarah ke demam reumatik atau glomerulonefritis (radang ginjal). Gejala demam reumatik, yang diakibatkan karena peradangan di jantung, sendi, kulit, atau system saraf pusat dapat mencakup:
i)                    Demam
ii)                  Sendi nyeri dan terasa lunak (kebanyakan pada pergelangan kaki, lutut, siku atau pergelangan tangan; jarang terjadi pada bahu, pinggul, dan tangan dan kaki)
iii)                Nyeri di salah satu sendi yang dapat pindah ke sendi yang lain
iv)                Sendi merah, bengkak atau panas
v)                  Nodul kecil, tidak terasa sakit di bawah kulit nyeri dada
vi)                Sensasi dada berdebar atau denyut jantung terasa cepat (palpitasi)
vii)              Lelah
viii)            Nafas pendek
ix)                Ruam (erythema marginatum)
x)                  Pergerakan tubuh tidak terkontrol (Sydenham Chorea atau St. Vitus’ dance), kebanyakan terjadi di tangan, kaki, dan wajah.
xi)                Perilaku tidak biasa seperti menangis atau tertawa, yang menyertai Sydenham Chorea.

b)      Memilik riwayat nyeri tenggorokan
c)      Sebelum pernah didiagnosis mengalami infeksi streptokokus

2)      Rheumatoid Factor (RF)
RA adalah gangguan autoimun yang menyebabkan peradangan pada sendi. Jaringan tubuh diserang oleh system kekebalan tubuh. Peradangan umumnya simetris, terjadi pada kedua sisi tubuh pada waktu yang bersamaan, missal di lutut kiri dan kanan, pergelangan tangan kiri dan kanan. RA merupakang gangguan kronik yang berkembang dari waktu ke waktu. Diagnosis yang tepat dan dini, disertai penanganan medis dapat memperlambat atau bahkan menghentikan perkembangan gangguan.

3)      Gout atau Pirai
Gout ditandai dengan serangan nyeri dan mendadak pada sendi, sering kali pada sendi di pangkal ibu jari kaki. Sendi yang terkena akan membengkak, sanga lembek serta sensitive. Gout terjadi saat Kristal urat terakumulasi pada persendian, menyebabkan peradangan dan nyeri. Kristal urat terbentuk jika kadar asam urat dalam tubuh tinggi. Asam urat dibentuk dari pemecahan purin, suatu senyawa yang secara alami ada di dalam tubuh dan terdapat dalam makanan tertentu seperti asparagus, jamuan, jeroan dan lainnya. Serangan gout dapat dihindari dengan diet rendah purin.

Busana Ponoragan, Busana Tradisional, di Kabupaten Ponorogo, Jawa Timur/ Ponoragan Clothing, Traditional Clothing, in Ponorogo, East Java



Busana Ponoragan, Busana Tradisional, di Kabupaten Ponorogo, Jawa Timur
(Sumber/ source: Anonim.2014.Sepekan Wajib Busana Ponorogoan. Ponorogo: Koran Jawa Pos edisi Jumat 22 Agusus 2014.)
(Rewritten by/ Diketik kembali oleh: Dimas Erda Widyamarta.2014. please follow blog/ silahkan ikuti blog: www.ithinkeducation.blogspot.com or www.ithinkeducation.wordpress.com)
Kota warga Ponorogo pantas berbangga. Dari 29 kabupaten daan 9 kota di Jatim yang memiliki busana khas hanya dapat dihitung dengan jari sebelah tangan. Busana Ponorogoan itu mulai kemarin (29/ Agustus) wajib hukumnya dikenakan sekitar 12 ribu pegawai Negara sipil (PNS) di lingkup Pemkab setempat selama sepekan menandai peringatan HUT Ponorogo ke 518.
            Bahkan, Bupati Amin merasa perlu mengeluarkan surat Nomor 556/372/504.12/2014 tentang seruan memakai busana khas Ponorogo itu. Surat itu ditujukan ke ketua DPRD, Dandim 0802, kapolers, kajari, ketua pengadilan, sekretaris DPRD, kepala satker termasuk camat, serta pimpinan BUMN dan BUMD. “PNS laki-laki wajib mengenakan busana khas Ponorogo dan yang perempuan mengenakan atasan batik,” kata Kabag Humnas dan Protokoler Didik Setyawan, kemarin.
            Tak hanya mengenakan penadhon dan celana gombor maro gares, aksesoris lain yang melekat di busana Ponorogoan wajib dikenakan. Seperti, sabuk othok (ikat pinggang besar), kalor lawe, udheng (ikat kepala) dan sandal kulit. Sejatinya, pakaian khas Ponorogo ini sering dikenakan Bupati Amin saat menemui tamu-tamu penting.
Di antaranya, saat menyambut Konsulat Jenderal Amerika Serikat di Surabaya, Joaquin F Monserrate, pada 16 Juni lalu. “Busana ini sudah menjadi cirri khas Ponorogo, dari bupati sampai warga kebanyakan sudah terbiasa mengenakannya,” terang Didik.
            Tidak hanyasaat peringatan hari jadi busana Ponorogoan juga wajib dikenakan saat perayaan Grebeg Suro. Imbauan tidak hanya berlaku bagi PNS di lingkup Pemkab Ponorogo, melainkan juga ke jajaran forpimda (forum pimpinan daerah).” Tak ketinggalam ke kepala badan, dinas kantor, kabag, dan camat serta pegawai di bawahnya untuk mengenakan pakaian khas Ponorogo, saat berdinas selama sepekan,” ungkapnya.
            Untuk menguatkan kekhasan Ponorogo, kaos bergaris putih merah syang sempat lama dipakai dalam panadhon sengaja ditinggalkan mulai 2006 lalu. Sebagai gantinya, kaos putih atau hitam bergambar reyog. Kata Didik, kebijakan itu sengaja berlaku untuk membedakan dengan busana daerah yang dikenakan warga Madura. “Kaosnya bergambar jadi langsung identik dengan Ponorogo,” ungkpanya.
            Kepala Dinas Pendidikan Supeno mengaku sudah menyebarkan surat imbauan bupati itu ke seluruh kepala SD, SMP, SMA dan SMK. Para guru juga kena wajib pakai busana Ponoragan. “Kami harap insruksi ini muncul rasa bangga dan ingin terus melestarikan budaya Ponorogo,” terangnya sembari mengaku tidak mewajibkan penadhon lantaran khawatir memberatkan orang tua mereka.
            Kebijakan mengenakan busana Ponoragan disambut antusias sejumlah kepala satker. Inspektur pada Inspektorat Nyoto Wiyono, misalnya, mengaku memiliki tujuh stel penadhon. “Kalau pakai baju ini, rasanya benar-benar bangga menjadi orang Ponorogo. Saya punya tujuh stel yang semuanya dibeli dari uang pribadi,” ujarnya.
            Tanpa kecuali, Kepala Dinas Kebudayaan Pariwisata Pemuda dan Olahraga (Disbudparpora) Sapto Djatmiko, yang mengkaim punya tiga stel baju Ponorogoan. Setiap dua hari sekali, dia mengganti baju khas Ponorogo.” Punya koleksi banyak akrena juga dipakai saat mendampingi bupati menerima tamu penting,” terangnya.
            Sementara itu, imbauan memakai busana khas Ponorogo membuat sejumlah took aksesoris reyog ramai pembeli. Arjuna Galeri di jalan aloon-aloon barat, misalnya, mengalami peningkatan omzet sekitar 10 persen. “Ada yang beli satu stel, ada yang hanya baju atau aksesorisnya,” kata Sugeng, pemilik Arjuna Galeri.
            Dia menyebut harga busana Ponoragan bervariasi tergantung bahan. Konsumen lebih tertarik membeli penadhon lengkap dengan celana gombornya seharga Rp65 ribu hingga Rp75 ribu. Sedangkan harga sabuk othok (Rp 50 ribu-Rp125 ribu), kolor lawe (Rp5 ribu-Rp250 ribu), udheng (Rp15ribu-Rp25ribu), dan sandal kulit (Rp75ribu-Rp100ribu). “Harganya cukup terjangkau di kantong,” tegas Sugeng.

Penularan Virus Hepatitis B/ Transmission of Hepatitis B Virus



Penularan Virus Hepatitis B
(Sumber/ source: Anonim.2014.Penularan Virus Hepatitis B. Ponorogo: Koran Jawa Pos edisi Jumat 22 Agusus 2014.)
(Rewritten by/ Diketik kembali oleh: Dimas Erda Widyamarta.2014. please follow blog/ silahkan ikuti blog: www.ithinkeducation.blogspot.com or www.ithinkeducation.wordpress.com)
Pertanyaan (Mariyati-Pulung, Ponorogo)
Asalamualaikum w.w.
Dok, saya wanita berusia 25 tahun. Saya punya pengalaman gagal jadi TIKI karena divonis menderita hepatitis B. padahal saya tidak punya keluhan apa-apa. Yang saya tanyakan, apa bisa seperti itu ya Dok? Terus sebenarnya bagaimana cara penularan virus Hepatitis itu Dok? Terima kasih.
Jawaban (dr. Danang Kusuma Adi, Sp,D, (spesialis penyakit dalam) RSU Aisyah Ponorogo
Wa’alaikum salam w.w.
Terima kasih atas pertanyaan saudari Mariyati. Begini, infeksi virus Hepatitis B memang banyak ditemukan di Indonesia. Infeksi virus hepatitis ini bisa ditemukan di Idonesia. Infeksi virus hepatitis ini bisa menyebabkan berbagai gejala. Mulai dari yang ringan atau bahkan tanpa gejala. Mulai dari ringan atau bahkan tanpa gejala, sampai dengan gejala yang berat. Gejala hepatitis berat ditandai dengan badan yang lemas, mual dan kadang badan panas serta urine berwarna seperti the. Pada pemeriksaan didapatkan mata berwarna kuning. Pada pemeriksaan laboratorium menunjukkan kadar peningkatan kadar SGOT (Serum Glutamic Oxaloacetic Transaminase) dan SGPT (Serum Glutamic Pyruvic Transaminase), selain itu dapat ditemukan Hbs Ag positif.
Virus hepatitis B terdapat dalam darah, air mani dan cairan vagina. Sehingga transmisi penularan virus hepatitis B dapat melalui transmisi vertical (bayi yang dilahirkan ibu hepatitis) dan transmisi horizontal melalui kontak darah (jarum suntik, transfuse darah), cairan tubuh (air mani dan cairan vagina melalui hubungan seksual). Dan tidak terjadi penularan virus hepatitis B melalui sentuhan badan, keringat, alat rumah tangga ataupun pakaian. Untuk lebih jelasnya mengenai kasus ibu, silahkan datang dan konsultasi di Klinik Dalam RSU Aisyah Ponorogo.

Candi di Kauman, Ponorogo, Jawa Timur/ Temple in Kauman, Ponorogo, East Java



Candi di Kauman, Ponorogo
(Sumber/ source: Nurcahyo, Agik.2014.Biasa Masuk Hutan Buru Peninggalan Sejarah. Ponorogo: Koran Jawa Pos edisi Jumat 22 Agusus 2014.)
(Rewritten by/ Diketik kembali oleh: Dimas Erda Widyamarta.2014. please follow blog/ silahkan ikuti blog: www.ithinkeducation.blogspot.com or www.ithinkeducation.wordpress.com)
Penemuna arca Mahakala dan bangunan candi di halaman SMPN 1 Kauman Ponorogo tak lepas dari peran tim BPCB Trwolan. Sepuluh ahli yang diketahui Nugroho Harjo Lukito itu berhasil membangkitkan warisan budaya ratusan tahun silam. Nugroho ternyata pernah diminta gabung dengan sejarawan Perancis saat melakukan penelitian di belantara Kalimantan.
Wajah lelah Nugroho Harjo Lukito lenyap seketika. Rabu (13 September) siang lalu lataran kerja kerasnya bersama tim Balai Pelestarian Cagar Budaya (BPCB) terbayar impas. Mereka mampu membangkitkan candi yang selama ini terkubur di halaman SMPN 1 Kauman Ponorogo. Sorak gembira langsung pecah setelah candi yang digali selama satu minggu menampakkan wujudnya. “Pekerjaan seperti ini tidak bisa diukur dengan materi tapi lebih pada kepuasan,” kata Nugroho yang mengetahui tim BPCB beranggotakan sembilan petugas ini.
            Nugroho bersama tim berbeda sudah tercatat puluhan kali melakukan penggalian candi. Arkeolog kelahiran Jember, itu pernah menggali Candi Gambar Wetan dan Tapan di Blitar; Candi Sumur Upas di Trowulan; serta situs Goa Pasir di Tulungagung dan Semen Pagu di Kediri. “saat penggalian sejumlah dan siapa yang berangkat tidak selalu sama. Siapa yang bisa, ya berangkat,” ujar Nugroho sembari menyebutkan timnya merupakan tim penyelamat benda bersejarah.
            Ketika melakukan penggalian candi di halaman SMPN 1 Kauman, Nugroho membawa tim yang terbagi dari arkeolog, pemetaan, dokumentasi, dan juru gali. Selain dirinya, ada Ahmad Hariri, arkeolog asal Kediri. Sedang, urusan pemetaan dan penggambaran ditangani oleh Syaifullah dan Abu Tholib. Lima nama lagi, yakni Amar Ma’ruf, Abdul Manaf, Juni Arif, Rudi Ahmad dan Eko Ciwan merupakan juru gali yang kesemuanya warga Trowulan “Untuk dokumentasi saya membawa Agus Setyo,” imbuh pria Blitar itu.
Peninggalan candi terkubur di halaman sekolah yang berada di Dusun Candi Desa Nongkodono tidak banyak menyulitkan Nugroho dan kawannya. Sebab, Nugroho dan tim biasa melakukan penggalian di kawasan hutan dengan medan berat dan penuh tantangan. Bahkan, memakn waktu lebih panjang dibanding peninggalan Candi Nongkodono yang hanya membutuhkan waktu seminggu. “Sesulit-sulitnya peninggalan di Jawa masih lebih sulit di Kalimantan,” ujar Nugroho yang pernah bertugas di Kalimantan itu.
            Suami Nonuk Kristina itu memang lebih lama berburu candi di Pulau Borneo. Nugroho melakukan penggalian di Kalimantan sejak 2000 silam. Dia baru kembali ke Jawa, pada 2011 lalu. Berbagai macam candi dan situs purba pernah ditemukannya. Bahkan, Nugroho biasa melakukan penggalian hingga satu bulan penuh, pun, lokasi penggalian berada di tengah hutan yang harus ditempuh melalui perjalanan darat dan sungai. “Naik perahu kecil dulu, kemudian jalan kaki karena tempatnya di ketinggian,” kenangnya.
            Lamanya waktu tersebut lantaran situs yang diburu merupakan kerangka manusia purba berumur ribuan tahun yang tersimpan di dalam gua. Keadaan tulang yang sudah rapuh mengharuskan tim bekerja ekstra hati-hati. tim dengan sabar menyapu bagian demi bagian hingga seluruh kerangka terlihat. “Jumlah tim mencapai puluhan karena merupakan gabungan dengan tim dari Perancis,” papar bapak dua anak tersebut.
            Tim sejarawan Perancis sempat getol memburu situs purba di kawasan Asia termasuk Indonesia. Meski tim terdiri dari tenaga ahli bule, kemampuan Nugroho sebagai arkeolog Indonesia tidak dianggap aneh. Dia diundang bergabung hingga perburuan situs itu rampung. Selama di lokasi, Nugroho dan tim terpaksa bermalam di hutan. Mereka membangun rumah panggung untuk menghindari ancaman hewan buas. Perbekalan dibawa cukup dipakai dua minggu. “Ada porter yang turun gunung dua minggu sekali untuk mengisi logistic,” ujarnya.
            Saat bertugas di Kalimantan, Nugroho bersama tim peneliti pernah menemukan bukti penting yang mengubah sejarah. Yakni, cetakan tangan di dinding gua dan batu yang sama persis dengan temuan sebelumnya di Sulawesi dan Indonesia bagian timur. Ini menjadi bukti penting jalur perpindahan manusia jaman dulu kala. “Dalam buku Sejarah Nasional Indonesia tercatat perpindahan hanya kea rah timur. Bukti cetakan di Kalimantan perpindahan mencabang ke barat,” jelas sulung empat bersaudara itu.
            Nugroho berkecimpung di dunia arkeolog bukan sebuah kebetulan semata. Pecinta pelajaran sejarah itu ternyata sering mendapat hukuman saat SD. Bukan lantaran bandel, Nugroho kecl kerap menggambar candid an bangunan kuno saat pelajaran berlangsung. Nugroho pernah bercita menjadi guru sejarah karena sering dihukum saat pelajaran ini. Namun, pilihannya jatuh apda arkeologi selepas SMA. “Apapun yang terjadi didunia tidak dapat terlepas dari sejarah. Kepuasan luar biasa jika dapat memberikan andil data untuk kepentingan sejarah manusia,” pungkas alumnus Udayana Bali itu.