Jumat, 24 Juli 2015

satuan acara penyuluhan (sap): TUBERCULOSIS (TBC)/ Event unit extension (sap): Tuberculosis (TB)



satuan acara penyuluhan
(sap): TUBERKULOSIS (TBC)
 Sumber/ Source: 


1) NANDA.2015. Aplikasi Asuhan Keperawatan NANDA NIC
NOC.Yogyakarta: Mediaction.
2) (Rewritten by/ Diketik kembali oleh: Dimas Erda Widyamarta. and the friends.2014. please follow blog/ silahkan ikuti blog: www.ithinkeducation.blogspot.com orwww.ithinkeducation.wordpress.com) 


satuan acara PENYULUHAN
(SAP)
TUBERKULOSIS (TBC)



 
Topik                           : Tuberkulosis (TBC)
Hari/Tanggal   : Jumat, 11 Juli 2015
Waktu / Jam                : 30 Menit / 10.00 – 10.30 WIB
Tempat                        : Nurse Station Wijaya Kusuma B (WK B)
RSU Soedono Madiun
Penyuluh                     : Dimas Erda Widyamarta
 

I.     TUJUAN UMUM

Setelah dilakukan penyuluhan diharapkan keluarga pasien dapat mengetahui tentang penyakit Tuberkulosis (TBC) dan pencegahan penyakit Tuberkulosis (TBC)

II.  TUJUAN KHUSUS

Setelah diberikan penyuluhan selama 30 menit Keluarga Pasien Ruang Wijaya Kusuma B (WK B) RSU Soedono Madiun, mampu :
ü  Menjelaskan pengertian Tuberkulosis (TBC)
ü  Menjelaskan tentang penyebab Tuberkulosis (TBC)
ü  Menjelaskan tentang tanda-tanda Tuberkulosis (TBC)
ü  Menjelaskan cara mencegah Tuberkulosis (TBC)
ü  Menjelaskan nutrisi pada pasien Tuberkulosis (TBC)

III.    MATERI

ü  Pengertian Tuberkulosis (TBC)
ü  Orang yang berisiko tinggi terkena TBC
ü  Tanda-tanda dan Gejala Tuberkulosis (TBC)
ü  Cara memastikan seseorang terkena Tuberkulosis (TBC)
ü  Cara mencegah TBC
ü  Cara TBC menular
ü  Pengawasan Menelan Obat (PMO)
ü  Memastikan pengobatan TB hingga sembuh
ü  Pengobatan TB
ü  Cara Minum Obat OAT
ü  Mengetahui kemajuan pengobatan
ü  Akibat Tidak Minum Obat teratur

 

IV.    METODA

Ceramah Dan Tanya Jawab

V.  MEDIA

v  Leaflet

VI.    SETTING TEMPAT.

Keterangan:
               =  Pemateri 1
             
           =Pemateri 2


 
           =Moderator

           =Audien

 

VII. kEGIATAN PENYULUHAN

No
Tahapan  waktu
Kegiatan pembelajaran
Kegiatan peserta
1
Pembukaan
(5 menit)
1.  Mengucapkan salam
2.  Memperkenalkan diri

3.  Kontrak waktu
4.  Menjelaskan                                tujuan pembelajaran
5.  Apersepsi konsep Tuberkulosis (TBC)
1.     Menjawab
2.     Mendengarkan dan memperhatikan
3.     Menyetujui
4.     Mendengarkan dan memperhatikan
5.     Mendengarkan dan memperhatikan
2
Kegiatan Inti
( 20 menit )
1.      Menjelaskan  tentang pengertian Tuberkulosis (TBC)
2.      Menjelaskan  orang yang berisiko tinggi terkena Tuberkulosis (TBC)
3.      Menjelaskan manifestasi Klinis Tuberkulosis (TBC)
4.      Menjelaskan patofisiologi Tuberkulosis (TBC)
5.      Memberikan kesempatan peserta didik untuk bertanya
6.      Menjelaskan bahaya Tuberkulosis (TBC)
7.      Menjelaskan tingkatan dehidrasi
8.      Menjelaskan penatalaksanaan Tuberkulosis (TBC)
9.      Memberikan kesempatan peserta untuk bertanya
1.      Mendengarkan  dan memperhatikan

2.      Mendengarkan dan memperhatikan
3.      Mendengarkan dan memperhatikan
4.      Mendengarkan dan memperhatikan
5.      Peserta didik bertanya


6.      Mendengarkan dan memperhatikan
7.      Mendengarkan dan memperhatikan
8.      Mendengarkan


9.      Bertanya



3
Penutup
5  menit
1.       Mengajukan 3 pertanyaan tentang materi pembelajaran.
2.       Kesimpulan dari pembelajaran 

3.       Salam penutup
1.      Menjawab



2.      Mendengarkan dan memperhatikan
3.      Mendengarkan.

VIII.       EVALUASI :

Pertanyaan secara lisan
ü  Apa pengertian Pengertian Tuberkulosis (TBC)?
ü  Siapa saja yang berisiko tinggi terkena TBC
ü  Apa saja tanda-tanda dan Gejala Tuberkulosis (TBC)
ü  Bagaimana cara memastikan seseorang terkena Tuberkulosis (TBC)
ü  Bagaimana cara mencegah TBC
ü  Bagaimana cara TBC menular
ü  Pengawasan Menelan Obat (PMO)

Evaluasi observer
1.      Evaluasi struktur
·      Komitmen terhadap kontrak waktu, tempat
·      Kontrak waktu dan tempat 1 hari sebelumnya
·      Ketersediaan dan kesesuaian fungsi alat, bahan, dan media promosi kesehatan sesuai dengan yang dibutuhkan
2.      Evaluasi proses
·   Tim promosi kesehatan mampu memberikan informasi dengan jelas sesuai dengan tujuan yang telah ditetapkan
·   Keluarga pasien bisa mendengarkan dan berpartisipasi aktif sampai akhir kegiatan
3.      Evaluasi hasil
·   Mahasiswa menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan tentang  Tuberkulosis (TBC) dengan benar.









 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

MATERI PENYULUHAN Tuberkulosis (TBC)


1)      Pengertian Tuberkulosis (TBC)
Tuberkulosis (TBC) adalah penyakit menular yang diakibatkan oleh kuman Mycobacterium Tuberculosis (baca: Kuman TBC). TB lebih banyak menyerang paru-paru karena penularan TB terjadi melalui udara yang mengandung kuman TB. TB merupakan penyakit yang dapat menyerang seluruh tubuh, seperti kelenjar di leher, tulang atau selaput dan lainnya. TB bukan penyakit keturunan, bukan penyakit kutukan dan bukan penyakit akibat guna-guna atau santet

2)      Orang yang berisiko tinggi terkena TBC
a.       Perokok pasif atau aktif
Perokok pasif (aktif akan menyebabkan iritasi pada saluran nafas sehingga kuman TB mudah masuk)
b.      Orang yang kurang gizi
Orang yang kurang gizi mengalami penurunan daya tahan tubuh sehingga mudah tertular kuman TB
c.       Orang yang tinggal di lingkungan kumuh dan padat disertai sanitasi dan lingkungan tuna wisma, dan sebagainya.
Orang yang tinggal di lingkungan kumuh dan padat, disertai sanitasi dan sirkulasi udara yang buruk akan mudah tertular TB karena udara yang mudah tercemar oleh percikan dahak atau batuk penderita TB.
d.      Orang dengan imunitas menurun, seperti Diabetes Melitus (Kencing Manis dan HIV/AIDS.
3)      Tanda-tanda  dan Gejala TBC
Gejala Utama: Batuk berdahak selama 2-3 minggu atau lebih.
Gejala tambahan:
a.       Batuk bercampur darah
b.      Sesak nafas dan nyeri dada
c.       Berat badan menurn
d.      Demam meriang lebih dari satu bulan
e.       Berkeringat malam hari tanpa kegiatan fisik
Jika ada seseorang yang memiliki gejala utama, maka seseorang tersebut dicurigai atau menjadi terduga TB yang harus segera di bawa Fasilitas Pelayanan Kesehatan untuk memeriksa diri

4)      Cara Memastikan Seseorang Terkena TB
a.       TB paru dapat dipastikan dengan pemeriksaan dahak
*Ket: jika pemeriksaan dahak hasilnya negative, dapat dilakukan foto dada (rontgen thorax)
Pemeriksa dahak dapat dilakukan di fasilitas pelayanan kesehatan yang sudah DOTS atau yang sudah menjadi tempat rujukan TB.
b.      Pemeriksa dahak orang yang diduga TB cukup 3 kali SPS atau Sewaktu (S 1/ Hari Pertama), Pagi (Hari ke-2), Sewaktu/ S (Hari ke 2)
Sewaktu (S): Dahak diambil dan dimasukkan ke dalam pot dahak saat pertama kali datang ke Fasilitas Pelayanan Kesehatan
Pagi (P) (Hari Ke-2): Dahak diambil saat bangun tidur di pagi hari dan dimasukkan ke dalam pot dahak kemudian dibawa ke Fasilitas Pelayanan Kesehatan
Sewaktu (S): Dahak diambil saat suspek mengantarkan dahak pagi ke Fasilitas Pelayanan Kesehatan
Jika pemeriksaan dahal hasilnya positif, maka orang suspek tersebut dapat sebagai pasien TB dan harus segera diobati secara teratur.
Jika hasil pemeriksaan dahak negative, maka atas rujukan dokter dilakukan foto dada atau rontgen thorak. Pemeriksaan rontgen dilakukan berdasarkan anjuran dokter Unit DOTS di Fasilitas Pelayanan Kesehatan (Fayankes).

5)      Cara mencegah Tuberkulosis (TBC)
Penularan TB:
Penularan TB terjadi  di mana saja, siapa saja tanpa memandang tua, muda,laki-laki dan perempuan.
Cara Mencegah:
a.       Mengobati pasien TB hingga sembuh
Mengobati pasien TB hingga sembuh dapat mencegah penularan penyakit TB lebih luas ke lingkungannya.
b.      Menutup mulut saat batuk dan bersin
Menutup mulut mencegah terperciknya dahak yang mengandung kuman TB ke udara. Semua orang wajib menutup mulut saat batuk atau bersin terutama pasien TB.
c.       Buanglah dahak dan ludah di tempat yang benar
Membuang dahak dan ludah tidak sembarangan. Dahak yang kering dan mengandung kuman TB, bisa berterbangan di udara dan menyebabkan penularan TB, bisa berterbangan d udara dan menyebabkan penularan TB.
d.      Menjaga Ventilasi Udara
Ventilasi udara yang baik dapat memimalkan penularan, karena kuman TB yang ada di ruangan dapat keluar dan terkena cahaya matahari dan mati
e.       Imunisasi BCG pada bayi
Imunisasi BCG dapat mencegah komplikasi TB. Imunisasi BCG dilakukan pada bayi berusia 0-1 bulan
f.       Perilaku hidup bersih dan sehat dapat mengurangi penularan

6)      Bagaimana TB menular
a)      TB menular melalui dahak yang mengandung kuman TB yang terpercik ke udara. Percikan terjadi pada saat pasien TB tipe menular batuk dan bersin
Di dalam tubuh seseorang yang sehat mungkin saja ada kuman TB namun karena daa tahan tubuh yang baik kuman TB hanya hidup dan tinggal di dalam tubuh (menginfeksi) serta tidak menyebabkan sakit.
b)      Dahak yang mengandung kuman terhirup ke dalam saluran pernafasan orang yang sehat. Kuman TB tinggal, hidup dan berkembang biak di dalam paru-paru orang yang sehat.
Diperkirakan sepertiga penduduk dunia telah terinfeksi TB (ada kuman TB di dalam tubuhnya namun tidak sakit TB)
c)      Jika daya tahan tubuh menurun, kuman TB akan terus berkembang dan mengakibatkan sakit TB.
Untuk menjaga daya tahan tubuh tetap baik kita dapat melakukan tindakan: asupan gizi yag baik, olahraga yang cukup, tidak merokok serta menjaga sirukulasi udara dan melakukan perilaku hidup sehat.

7)      Pengawasan Menelan Obat (PMO)
Pengobatan TB selama 6-9 bulan membutuhkan dukungan semua pihak terutama orang yang terdekat dengan pasien.
Untuk mensukseskan pengobatan TB harus ada pengawasan menelan obat yang berasal dari orang yang dekat dengan pasien TB yang berperan untuk mengawasi dan mendampingi pengobatan pasien TB hingga dinyatakan sembuh oleh tenaga kesehatan.
Pengawasan Menelan Obat sangat penting nuntuk kesembuhan pasien TB.

8)      Siapa PMO
PMO atau Pengawas Menelan Obat adalah seseorang yang dekat dengan pasien TB  yang dengan sukarela mau terlbat dalam pengobatan pasien TB hingga dinyatakan sembuh oleh tenaga kesehatan.
PMO yang baik memiliki criteria antara lain:
a.       Sehat jasmani dan rohani
b.      Bisa baca tulis
c.       Tinggal dekat dengan pasien TB
d.      Dihormati, disegani dan disetujui oleh pasien
e.       Bersedia mendampingi pasien dalam pengobatan di Fasilitas Pelayanan Kesehatan (Fayankes)
f.       Bersedia menerima penyuluhan dari petugas atau kadaer dalam pengobatan pasien TB
9)      Tugas PMO
a.       Orang yang memiliki gejala TB adalah orang yang memiliki GEJALA UTAMA TB. PMO juga bisa menganalisa orang terdekat pasien TB/ Keluarga pasien, TB/ tetangga untuk mencari kontak penularan. Kontak penularan tersebut harus segera di rujuk ke UPK, untuk mendapatkan pemeriksaan dan pengobatan yang bertujuan mencegah penularan kembali.
b.      PMO harus memastikan pasien TB menelan oat secara teratur agar sembuh dari TB
c.       Dalam pemantauan pengobatan, PMO juga bisa menggunakan kartu control PMO sebagai rekaman aktivitas pengobatan dan juga memudahkan PMO dalam berkoordinasi dengan kader dan petugas kesehatan
d.      Mendorong pasien untuk melakukan pemeriksaan ulang dahak untuk memantau kemajuan pengobatan dan menyatakan bahwa pasien TB sembuh atau tidak
e.       Penyuluhan dilakukan untuk memberikan informasi sekaligus bentuk dukungan pada pasien dan keluarga pasien dalam pengobatan TB

10)  Memastikan pengobatan TB hingga sembuh
a.       TB bisa disembuhkan dengan pengobatan yang teratur selama 6-9 bulan
b.      Pengobatan TB bisa di dapat di Fasilitas Pelayanan Kesehatan (Fayankes) seperti klinik, Puskesmas, dan Rumah sakit yang sudah menerapkan DOTS
DOTS adalah pengobatan TB berstandar yang sudah ditetapkan sebagai pengobatan terbaik berjangka waktu pendek dengan pengawasan
Pengobatan TB harus teratur:
i)                    Untuk menghilangkan kesempatan kuman hidup dan berkembang biak
ii)                  Agar tidak menularkan kepada orang lain
iii)                Agar tidak menjadi kekebalan terhadap obat TB

11)  Pengobatan TB
a.       Pengobatan TB terbagi menjadi 2 tahap yaitu: tahap awal (intensif) dan tahap lanjut
b.      Lama pengobatan TB bervariasi antara 6-9 bulan tergantung berat ringannya penyakit yang ditentukan oleh tenaga kesehatan terlatih untuk pasien baru TB pengobatan berlangsung selama 6 bulan.
c.       Tahap intensif berlangsung sejak mulai pengobatan hingga bulan kedua pengobatan. Di tahap intensif pasien TB minum obat setap hari. Tahap lanjutan berlangsung sejak bulan kedua pengobatan hingga bulan akhir pengobatan. Tahap ini pasien TB minum obat 3 kali seminggu.
d.      Jika di akhir tahap intensif hasil pemeriksaan dahak masih postif, maka tahap ini bertambah satu bulan menjadi 3 bulan. Pengobatan di tahap masih setiap hari.
Perpindahan tahap intensif ke tahap lanjutan ditentukan dengan pemeriksaan dahak.
12)  Cara Minum Obat
a)      Dalam mengawasi pengobatan TB dengan Obat Anti Tuberkulosa (OAT). PMO harus mengawasi langsung setiap kali pasien meminum obat.
b)      Waktu minum obaty ang baik adalah setiap pagi hari saat perut kosong atau setiap malam hari sebelum tidur dengan jumlah obat yang telah ditentukan oleh tenaga kesehatan
c)      OAT harus diminum dalam satu dosis. Misalkan 3 tablet dalam satu kali minum. Jika OAT diminum terpisah harus habis dalam waktu kurang dari dua jam
13)  Mengetahui Kemajuan Pengobatan
Untuk mengetahui kemajuan  pengobatan, PMO dapat melakukan langkah ATP (Amati, Tanyakan, (Periksa)
a)      Amati: keadaan umum pasien TB, seperti pakah BB pasien bertambah.
b)      Tanyakan: apakah gejala TB berkurang, dan nafsu makan bertambah.
c)      Oerujsa: periksa ulang dahak selama pengobatan untuk memantau perkembangan pengobatan sesuai jadwal
14)  Akibat Tidak Minum Obat Teratur
PMO dapat mengingatkan pasien akibat yang akan ditimbulkan, jika pengobatan tidak teratur atau obat tidak diminum.
Akibat tidak minum obat secara teratur:
a.          Pasien dapat menularkan TB ke orang lain terutama orang yang tinggal serumah dan lingkungan sekitarnya
b.         Penyakit TB sulit diobati karena kuman TB kebal terhadap obat
c.          Pengobatan TB kebal obat menjadi lebih mahal, lama dan belum dapat dilakukan di semua Fasilitas Pelayanan Kesehatan (Fayankes)
d.         Pasien akan mengulang pengobatan TB dengan obat yang lebih banyak