Minggu, 20 April 2014

Akupunktur, Sejarah Akupuntur dan Manfaat Akupuntur/ Acupuncture, Acupuncture History of Acupuncture and Benefits

Akupungtur, Sejarah Akupungtur dan Manfaat Akupungtur
(Sumber/ Source: Sukanta, PutuOka.1999.Kesehatan Swadaya Teori dan Praktek Pijak Akunpuntur.Sidowayah:Jakarta.)
 (Rewritten by/ Diketik kembali oleh: Dimas Erda Widyamarta.2014. please follow blog/ silahkan ikuti blog: www.ithinkeducation.blogspot.com)
A)    Apa itu pijat Akupuntur
Sebuah tindaka dalam meningkatkan kualitas kesehata denga pijatan terpusat, pada beberapa lokasi (titik akupuntur) di bagian luar tubuh. Pijat akupuntur ini dikenal juga denga nama akupuntur tapa jarum atau akupresur. Perangsangan titik akupuntur kalaih dukatakan denga jarum disebut akunpungtur, kalau dilakuka denga pemanasan moksa (semacam cerutu yang dibuat dari pohon Ngai/ Artemisia Vulgaris) disebut Moksibasi, kalau dilakukan dengan listrik disebut Elektro akupungtur da kalau dilakukan denga suara disebut Sonopungtur. Akupungtur maupun pijat akupungtur dapat dipelajari secara sistematis oleh siapa saja yang berminat, dapat diamati, diteliti dan dievaluasi.

B)    Sejarah Pijat Akupungtur
Kapan sebenarnya pijat akupungtur dimulai baik dari negeri asal akupungtur atau di Negara lainnya, secara pasti tidak diketahui tetapi kalau ditinjau dari segi alat yang dipergunakan untuk pengobatan, kemungkinan pijat akupungtur lahir lebih dahulu disbanding akupungtur itu sendiri.akupungtur dalam cara pengobatannya memaka berbamacam alat pengobatan sesuai denga perkembanga jamannya, dari alat yang berasal dari batu, bamboo, tulang, perunggu, emas dan kini baja tak berkarat. Sebelum manusia menciptakan alat pengobatan seberti jarum, tentu terlebih dahulu ia menggunakan tangannya atau anggota tubuhnya sebaga alat. Akupungtu disusun da dirumus sebaga sebuah ilmu pengobatan, dimulai 400-5000 tahun yang lalu dan sudah berkembang sejak jaman batu. Dalam buku “Huangti Nei Cng” atau Kitab Penyakit-Dalam Kaisar Kuning, prinsip pengobata tradisional Cina diuraikan secara baik dan sistematis sehingga berkembang ke segala penjuru dunia: Asia, Eropa, Amerika dan belahan bumi lainnya termasuk Indonesia. Di beberapa Negara di luar negeri China, termasuk ndonesia, soal pijat memijat sudah membudaya di kalangan masyarakat. Sebagian cara pijat tersebut, kalau diperbandingkan denga teori dasar Akupungtur bayak sekali kesamaannya, baik mengenai lokasi pemijatan maupun mekanisme rangsangan pijat tersebut. Tetapi seperti di Indonesia, pijat alamiah yang kita kenal dlakukan oleh nenek moyang kita turun temurun sampai generasi sekarang, hamper tidak dapat meninggalkan rumusa teorinya. Banyak pemijat di kampong atau pemijat alamiah yang memperoleh pengetahuan secara turun temurun atau menirukan perbuatan orang lain, belum dapat meneragkan dasar ilmu pijat yang dilakukannya. Kita belum mampu menemukan titik tolak atau saat awal pijat tersebut dilakukan. Boleh jadi dilakukan secara empiris, yang dimulai dar pengalaman yang tidak sengaja, kemudian ditiru da dituturkan dari seorang ke seorang, dank arena bayak kebenara atau bukti penyembuhan baik gejala maupun penyebabnya, maka menjalalah pengetahuan tersebut makin luas dan bertahan dalam perjalanan hidup manusia. Dari hasil pengamatan terhadap beberapa cara pemijatan alamiah itu, maka kita mendapatkan titik temu denga dasar Akupungtur. Oleh karena itu ada kecenderungan bahwa dulunya, para pemula pijat ini selan mendapat pengetahuan secara empiris juga mendapat setidaknya petunjuk dari seseorang yang sudah sedikit bayak mengenal akupungtur. Datangnya pedagang dari Can, misalnya, bukan mustahul dating hanya untuk kepentinga perdagangan tanpa memboyong tradisi dan kebudayaan. Pengaruh budaha Can telah kita ketahui bayak terdapat baik dalam perbendaharaa bahasa kita, beberapa bentuk music da kesenian lainnya. Jadi ada kemungkinan besar bahwa cara pengobatan mereka pun ikut membaur dan mempengaruhi atau ditiru oleh penduduk asli yang bersinggung dengan pendatag Can tersebut. Dalam dunia pengobatan, seperti ramuan obat-obatan yang paling menunjol masih meninggalkan dampak dalam pengobata tradisional yang ada di Indonesia. Perbedaan nyata antara Pjat Akungputur denga teknik pijat lannya adalah pada pemilihan lokasi pijat. Pijat akungpuntur haya memerlukan beberapa local saja yaitu pada titik akungputur tertentu. Tujuan pengobatan yang diharapkan adalah untuk penyembuhan penyakit, pencegahan penyakit, memperkuat daya tahan tubuh serta mengurangi rasa sakit bukan untuk kesegaran jasmani seperti pijat yang dilakuka hamper pada seluruh tubuh.

C)    Manfaat Pijat Akungpuntur
Secara umum akupungtur dan pijat akungputr dapat dimanfaatkan untuk pencegahan seranga penyakit, penyembuhan penyakit, pati rasa da usaha peningkatan daya tahan tubuh (prevention, curing and promotion). Oleh karena itu akupungutur dapat dimanfaatkan untuk kasus:
1)      Menghilangkan rasa sakit sehubunga denga fungsi tubuh dan penyakit berkepanjangan.
2)      Menghilangkan rasa sakit sampai dokter dating atau tiba di rumah sakit
3)      Pencegahan kekambuhan penyakit yang diderita sebelumnya, dilengkapi rangkaian pengobatan yang ditetapkan dan sepengetahuan dokter yang mengobatinya.
4)      Peningkatan daya guna tubuh
5)      Peningkata daya tahan tubuh
6)      Pertolonga pertmaa da kasus darurat

Karena terbukti berhasl bak, akupungtur da akupresur sekarang diajarkan sejumlah universitas di dunia da semakin bayak pengobatan modern mengikuti kursus pelatihan akungputur maupun akupresure. Jika akungputur haya dilakukan oleh seorang ahli maka akupresur dapat dilakukan oleh pasien baik dengan bimbingan ahli maupun tidak, sebab akupresure untuk mudah dipelajari da diterapkan. Karena adanya alas an ini dapat rasa taggung jawab yang semakin besar dari kalanga yang semakin luas atas kesehatan da kesejahteraan sendiri da lingkungannya maka akupresure memberikan peluang yang optimal untuk mencapai tujuan tersebut. Juga factor akupresur yang tidak dating akibat sampingan seperti halnya yang sering ditimbulkan oleh obat-obat kimia maka akupresure sangat membuka kemungkina untuk lebih disebarluaskan.

Habitat Hiu Paus (Rhincodon typus) dan World Wildlife Fund di Papua/ Habitat Whale Shark (Rhincodon typus) and the World Wildlife Fund in Papua

Habitat Hiu Paus (Rhincodon typus) dan World Wildlfe Fund di Papua
(Sumber/ Source: Priyandini, Janesti.2014.Mengikuti Kapal Gurano Bintang ke Kampung Terpencil di Teluk Cenderawasih. Dalam Jawa Pos, tanggal 4 April 2014.)
 (Rewritten by/ Diketik kembali oleh: Dimas Erda Widyamarta.2014. please follow blog/ silahkan ikuti blog: www.ithinkeducation.blogspot.com)
            Minggu lalu, tim World Wildlife Fund atau WWF Indonesia rutin memantau habitat hiu paus atau Rhyncodon typus di Kwatisore, Taman Nasional Teluk Cenderawasih, Papua.
            Selasa, 18 Maret, siang saya menemani Casandra Tania, marine species officer WWF, mengatarkan persedian logistik yang baru dibeli ke speedboat yang akan membawa kami menuju Kwatisore. Kwatisore adalah kampung di wilayah Taman Nasional Teluk Cenderawasih atau TNTC, yang menjadi salah satu habitat hiu paus. Casandra yang akrab di sapa Cassie itu kebagian tugas belanja logistik. Dia membeli sangat banyak bahan makanan. Dua kantong besar beras, telur, ayam potong, sayuran, buah, dan aneka snack. Kegiatan pemantauan hiu paus tersebut memakan waktu tiga hari. Selama itu kami tinggal di atas kapal. Sebab, lokasi habitat hiu paus jauh dari mana-mana. Dari Nabire saja harus naik speedboat dua jam. Semula kami akan berangkat sore. Tapi, kondisi angin yang cukup kencang membuat tim memutuskan untuk menunda perjalanan. Mereka tidak mau mengambil resiko. Perjalanan akhirnya start esoknya. Speedboat yang diemudikan Badrin Tandiono melaju begitu kencang. Menjauh dari daratan Nabire. Speedboat mengangkut enam orang. Salah seorang di antaranya adalah Dr Brent Stewart, tenaga ahli dari Hubbs SeeWorld Institute. Dia merupakan peneliti asal Amerika Serikat yang dua tahun belakangan menginisiasi pemantauan hiu paus di TNTC.
            Sebetulnya ada dua rombongan yang berangkat ke Kwatisore. Satu rombongan lagi naik speedboat berbeda. Mereka adalah rombongan Kepala Balai  TNTC Ben Gurion Saroy bersama empat angggota timnya. Dua jam kemudian, kami tiba di Kwatisore. Dari kejauhan, saya melihat sebuah kapal berlayar dengan warna yang cukup mencolok. Kesannya seperti kapal mainan anak-anak. Seluruh badan kapal didominasi warna cerah seperti merah, kuning, dan biru. Lambung kapal dihiasi gambar binatang-bnatang laut. Di tiangnya berkibar bendera dari berbagai negara. “Itu kapal kita. Namnya Guurano Bintang atau GB. Selama di sini, kita tidur di Gurano Bintang,” kata Cassie. Gurano Bintang adalah nama hiu paus. Enduduk memanggil hiu paus dengan sebutan Gurano Bintang
            Begitu speedboat merapat, muncul para penumpang GB menyambut kami. Mereka berjumlah 11 orang yang terdiri atas lima ABK atau anak buah kalap, seorang tenaga pemantau hiu paus dari Kampung Napanyaur, seorang mahasiswa S-2 yang sedang melakukan penelitian, seorang dokter gigi PTT atau pegawai tidak tetap serta tiga anggota tim fasilitator WWE. Kapal GB cukup megah. Dari pengalaman berkali-kali “melaut” untuk menyelam, biasanya saya hanya bisa tinggal di sopek, perahu kayu yang cukup besar tapi tidak berkasur. Jadi, kalau ingin beristirahat, hanya beralas kayu. Kapal GB memiliki panjang 24 meter dan lebar 5,5 meter. Kapal GB punya tiga kamar. Letaknya di dek paling atas dan bawah. Satu kamar kapten terletak di ruang kemudi. Kamar itu memiliki ranjang tingkat plus kasur bsa. Serta, dua kamar mandi di sisi kanan dan kiri. “yang sisi kiri toilet cewek. Yang kanan buat cowok, ya” kata Rusdianto atau Anto, satu-satunya koki di kapal tersebut, “Oke” jawab saya.
            Di ruang tengah, ada meja esar dengan kursi busa di sisi kanan dan kiri. Di tengahnya ada televisi layar datar yang dipasang di dinding. Sisi kiri TV dipasang poster edukasi tentang konservasi binatang laut dan peta. Di sisi kanan terdapat papan tulis putih. Di papan tersebut tertulis jadwal piket. Di bawahnya agi ada tulisan bahasa Spanyol dan Indonesia: Le mar estaba serena, serena estaba le mar. Laut itu sunggu tenang, tenag sunggu laut itu. Di bagian lain, ada mesin pendingin untuk menyimpan makanan dan minuman. Juga, ada rak piring dan gelas serta rak buku. Banyak buku cerita dan bergambar tentang biola laut di sana. Suasana mirip ruang TK. “Di sini ruang rapat plus ruang untuk mengajar anak. Ruang makan juga di sini,” kata Cassie.
            Di bagian belakang, ada satu speedboat yang berukuran lebih kecil. Nama speedboatnya Remora. Remora adalah nama genus ikan, masuk family echeniedae. Speedboat itulah yang digunakan kru kapal GB menuju kampung yang mereka kunjungi, sedangkan GB dijangkakrkan tidak jauh dari dermaga. Jika ada pelayaran, GB bersandar di Wasior. Di kota itula kantor WWF Indonesia berada. “Pada trp kali ii, kapal GB berangkat dari Wasior sejak 14 Maret lalu. Sampai April atau Mei masih akan jalan. Mengunjungi kampung.” Kata Beny Ahadian Noor, project Manager WWF.
            Kapal GB sebelumnya adalah kapal program WWF di Alor, NTT. Sebelumnya bernama Koteklema, nama paus yang hidup di sana. Pada 2011, kapal tersebut dialihkan untuk mendukung program mereka di Papua. “Koteklema lalu direnovasi. Dicat ulang oleh mahasiswa Universitas Petra Surabaya. Desainnya disesuaikan supaya bisa jadi ikon. Namanya juga diganti menjadi Gurano Bintang,” jelas Benny.
            Kapal GB digunakan sebagai sarana penunjang program konsesrvasi di TNTC. Salah satunya tenang pendidikan lingkungan hidup. “Biar bagaimana, konservasi tidak akan bisa jalan tanpa pendekatan jalur pendidikan. “Targetnya memang untuk anak SD,. Tapi tidak terbatas usia itu saja. Kalangan dewasa, kelompok agama sampai pemerintah juga,” ujarnya.
            Mengapa target utamanya adalah anak-anak? Beny menjawab, merekalah yang kelak melanjutkan untuk menjaga, melestarikan, serta mengelola sumber daya alam kawasan yang mereka tempati. Jadi, setiap kaapl itu berjalan, mereka selalu mapir ke kampuung yang dilewati. Mereka mengajar ke seklah dasar di sana. Atau, jika tidak ada sekolah, mereka akan mengumpulkan untuk kemudian pentingnya konservasi lingkungan. “Kapal ini menjalankan misi baik saat berlayar maupun saat berlabuh,” ungkapnya. S
            Sasaran program tersebut adalah tujuh kamung. Tentu saja, untuk mengunjunginya, perjalanan harus ditempu berjam-jam dengan kapal. Sebab, hanya satu-satunya akses menuju kampung terpencil tersebut. kawasan TNTC sangat luas. Mencapai 1435500 hektare. Terdiri atas 18 pulau. Kampung itu tersebar dengan lokasi yangg berjauhan. Ada yang sudah memiliki akses darat alias punya jalan darat, tapi banyak yang belum. Meski targetnya hanya tujuh kampung, kapal GB menjangkau lebih dari 20 kampung di TNTC. “Di harapkan,  kapal ini bisa memberikan suasana yang berbeda bagi warga di kampung itu yang jarang melihat dunia luar. Khususnya anak-anak,” terangnya.

            Begitu kami tiba di kapal GB pada Rabu siang, 19 Maret, saya diajak mengunjungi Kampung Kwatisore. Kami naik speedboat lagi sekitar 15 menit. Selain untuk menyampaikan izin berkegiatan, Cassie menemui “anak buah” di kampung itu. Dia memiliki beberapa orang lokal yang diminta menjadi tenaga pemantau hiu paus atau TPHP. Di Kwatisore ada tiga TPHP. Mereka adalah Isac, Agus dan Orpa. Malamnya, tenaga TPHP Kampung Kwatisore benar datang. Mereka jemput dengan speedboat oleh awak GB. Malam itu kami makan makan ma;am dengan menu soto ayam olahan koki Anto. Kami makan sambil bgobrol dan duuduk di tepi kapal. Menikmati angin laut semilir. 

Rabu, 16 April 2014

Perilaku Seks Sopir/ Sex Behavior driver

Perilaku Seks Sopir
(Sumber/ source: Setyawan, Dwi.2014.”Aris Puji Utami, Dosen Stikes NU Tuban yang Teliti Perilaku Seks Menyipang Sopir Pantura (2-Habis)”. Dalam Jawa Pos, tanggal 19 Februari 2014.)
(Rewritten by/ Diketik kembali oleh: Dimas Erda Widyamarta.2014. please follow blog/ silahkan ikuti blog: www.ithinkeducation.blogspot.com)
Dwi Setyawan Tuban. Memliki panyak pasangan, perempuan simpanan, atau pelanggan selama ``perjalanan, tampakya, sudah menjadi kebiasaan sopir truk pantura. Sekes jalanan bagian dari hidup sopir truk. Perilaku seksual jalanan sudah diterima sebagai norma khusus yang berlaku di kalangan atau komunitas pengemudi truk. Pandangan ini disampaikan 28 sopir (17,5 persen) atas perilaku temannya sesame sopir. “Para sopir menyampaikan itu tanpa beban. Sepertinya, ini menjadi sesuatu yang lazim di kalangan mereka,” kata Aris.
            Norma khusus yang berlaku dalam komunitas ini, lanjut dia, di duga sangat kuat pengaruhnya terhadap erilaku dan kebiasaan anggotanya. Sulit bagi anggota komunitas ini untuk mempertahankan diri. Terlebih, menentang norma yang berlaku di komunitas. Kondisi ii diperparah dengan banyak warung dan tempat persinggahan yang menawarkan hubungan seksual. Para sopir truk pun sulit menghindar. Tak kuatnya sopir menahan godaan tidak “jajan” diungkapkan dengan gaya tulisan khas. Dia menyebut 19 orang (11,9 persen) tidak yakin bisa menolak wanita pekerja seks (WPS) Untuk melakukan hubungan seks. Itu karena sebagian epekerja seks ditempat persinggahan proaktif merayu para sopir truk. Selebihnya 16 orang (10 persen) tidak yakin dirinya tidak akan terpengaruh dengan desakan, tekanan, ejekan teman untuk berhubungan seks dengan WPS. Berganti-ganti pasangan perempuan dianggap sebagai sesuatu yang lazim. Dalam penelitian ini, 63 sopir (39,4 persen) berpandangan bahwa seks bebas di kalangan sopir adalah sesuatu yang wajar. Bahkan, 37 sopir (23,1 persen) menyatakan bla tidak melakukan hubungan seks dengan perempuan selain istri, ukan lelaki sejati. Pendapat ekstrem lainnya juga diungkapkan Aris. Yakni, bila sopir tidak berhubungan seks selama perjalanan, dianggap menentang kebiasaan atau norma komunitas mereka. Jumlah sopir yang menyampaikan pendapat ini 28 orang (17,5 persen). Norma tersebut mengadaskan kesadaran sopir yang mengetahui bahaya penyakit menular, termasuk HIV/ AIDS dari penyuluhan yang diikuti. Dari 150 respnden, 65 orang (40,6 persen) pernah mendapat penyuluhan inveks menular seksual (IMS) lebih dari sekali. Responden lain, meski tak pernah mendapat penyuluhan, tahu bahaya penyakit menular (IMS) lebih dari sekali. Respnden lain, meski tak pernah mendapat penyuluhan, tahu bahaya penyakit menular tersebut dari berbagai media nformasi. Dari fakta yang dipotret ini, Aris menyimpulkan bahwa tidak ada hubungan yang signifikan antara frekuensi penyuluhan tentang infeksi menular seksual dengan perilaku sopir truk yang berganti-ganti pasangan seksual. Di antara sopir truk pantura, siapa yang paling berpeluang jajan d tempat persinggahan? Penelitia dosen Stikes NU Tuban itu menyebutkan, spir truk antarkota mempunyai kemungkinan berperilaku tidak berganti-ganti pasangan sebesar 2,659 kali disbanding sopir truk antarprovinsi. Menurut analisis Aris, jenis sopir truk berkaitan dengna jarak tempuh perjalnan. Sopir truk antarprovinsi mempunyai jarak tempu lebih jauh dibandingkan antarkota. Karena itu, tingkat stress dan kemacetan di jalan lebih panjang. “Korelasinya, kecenderungan mereka mencari hiburan untuk melepas stress dan penat lebih tinggi,” urai mahasiswa Undip yang pernah mewakili Indonesia pertemuan ilmiah The 6th International Conference on Reproductive Health and Social Science Research di Thailand, 24 Agustus 2012 itu.

            Di mata sopir truk, salah satu hiburan dan rekreasi yang bisa mengendurkan saraf adalah berhubungan seksual. Pendapat ini didukung 45 sopir (28,1 persen). Peluang sopir truk antar proinsi “jajan” juga dipengaruhi materi. Itu karena setiap perjalanan kerja, perusahaan member merkea uang perjalanan dalam jumlah lebih untuk kepentingan sewaktu-waktu yang tidak terduga. Uang perjalanan ini diluar dana pembelihan bahan bakar minyak (BBM). Dalam penelitian tersebut uga diungkap bahwa tidak semua sopir truk pantura punya perilaku seks menyimpang. Religiusitas atau tingkat ketaatan beragama juga menjadi penentu aspek kualitas manusia beragama. Indicator ini juga dipotret Aris dalam penelitiannya. Sopir truk yang tekun mengerjakan agama lebih dapa mengendalikan diri untuk tidak berhubugna seksual selain dengan pasangan yang sah. Dari 160 responden peneliti, hanya 29 orang (18,1 persen) yang menkalankan ibadah salat lima waktu. Juga senantiasa berdoa untuk nonmuslim. Mereka inilah yang dalam penelitian meiliki kesadaran bahwa perilaku berganti pasangan merupakan perbuatan dosa dan akibat buruk dirinya. Ketika beristirahat di tengah perjalanan, sopir yang religious menggunakan waktu tersebut utuk beribadah. Sementara, yang kuran tekun berpotensi melakukan hubungan seksual. Perilaku sopir yang suka “jajan” inilah yang menjadi pemicu penularan IMS dan HIV/ AIDS kepada istri dan anaknya yang tidak berdosa.

Petualangan Wisata di Australia/ Adventure Tourism in Australia

Petualangan Wisata di Australia
(Sumber/ source: Noname.2014.”Petualangan Seru Keluarga di Australia”. Dalam Jawa Pos, tanggal 19 Februari 2014.)
(Rewritten by/ Diketik kembali oleh: Dimas Erda Widyamarta.2014. please follow blog/ silahkan ikuti blog: www.ithinkeducation.blogspot.com)
            Keindahan Australia enjadi daya tarik tersendiri agi wisatawan. Eksotisme pantai di Perth, Pelabuhan Sydney, hingga kawasan budaya di Melbourne seolah menghipnotis pengunjung Benua Kangguru itu.
            Di Sydney, wisatawan dapat melakukan beragam aktivitas outdoor. Melancong bersama keluarga makin menyenangkan dengan mengunjungi Taronga Zoo. Gunakan Sku Safari yang berada di pintu masuk untuk menikmati kebun binatang tersebut dari ketinggian. Ingin pengalaman berbeda, bergabunglah untuk kamping di Roar and Snore seusai tur malam di kebun binatang. Dipastikan tidur Anda dibuai dengan alunan simfoni alam.
            Ingin mengnjungi pantai, pilihlah bertamasya ke Bondi Beach, Sydney. Ada kelas untuk menimba ilmu tentang teknik mendayung serta tip keselamatan surfing.
            Perjalanan keluarga tak akan lengkap tanpa mengunjungi warisan dunia di Blue Mountains. Wisawatan bisa menjelajahi gua Jenolan, sekumpulan gua kapur dengna formasi indah. Jika Anda pencinta boneka antic dan boneka beruang. Kunjungi Toy and Railway Museum di Leuralla House, Blue Mountains.
            Kota yang tak kalah menari adalah Melbourne. Ternama dengna deretan took yang tersembunyi dari jalan utama, kota itu adalah surge belanja di Australia.
            Nikmati pula berkeliling dengan trem meunju St Kilda. Kelaurga pencinta binatang dapat menanam sayuran dan memberikan makan ayam peliharaan di Colling wood Children’s Famr.
            Birsbane enjadi tujuan wisata keluarga yang tak boleh dilewatkan. Bersantai di Streets Beach dan berenang di laguna South bank akan sangat menyenangkan. Di Brisbane Lone Pine Koala Sanctuary Anda dapat berpelukan dengan hewan lucu yakni Koala.
            Terkenal sebagai surge para surfer, Gold Coast memadukan lifestyle cosmopolitan, taman wisata, butik mewah, dan event olahraga ternama Australia. Saat mengunjungi kota itu, mulailah hari Anda dengna beriwasa menggunakan balon udara untuk menyusuri ketinggian Gold Coast dan sempatkan sarapan pagi dengan champagne. Lalu, lanjutkan eprjalanan dengan menjelajah pedalaman di atas four wheel drive. Lengkapi perjalanan Anda dengan keluarga di Gold Coast Theme Parks.

            Jadwalkan untuk mengelilingi distrik bisnis Perth dengan menggunakan bus yang disediakan secara Cuma-Cuma. Atau bersepeda mengelilingi Rottnest Island dan temukan 63 pantai. Di pantai itu Anda bisa menghabiskan waktu untuk snorkeling, surfing atau hanya bersantai sambil menyaksikan quokkas, hewan berbulu di pulau itu di Caversham Wildlife Park yang hanya ditempuh 20 menit dari pusat Kota Perth, Anda dapat member makan kangguru, menyapa wombat atau memeluk koala. Begitu banyak tujuan wisata yang dapat dinikmati bersama orang tercinta di Australia.

Kungfu Wing Chun

Kungfu Wing Chun
(Sumber/ source: Kurniawan, M. Dinarsa.2014.”Belajar Alifan Kungfu Wing Chun dari Murid Ip Man di Hongkong”. Dalam Jawa Pos, tanggal 19 Februari 2014.)
(Rewritten by/ Diketik kembali oleh: Dimas Erda Widyamarta.2014. please follow blog/ silahkan ikuti blog: www.ithinkeducation.blogspot.com)
Wing Chun adalah satu aliran kungfu paling kondang di dunia. Bruce Lee pun tercatat pernah mempelajari jurus bela diri itu. Pecan lalu wartawan Jawa Pos mengunjungi salah satu pusat pelatihan Wing Chun di Hongkong.
            Beberap orang berdiri berhadapan. Mereka bersiap melaukan pertarungan jarak dekat. Yang satu lalu diperintah gurunya melontarkan jurus serangan. Sedangkan yang lain melakukan gerakan menangkis. Gerakannya begitu cepat dan bertenaga. Itulah gerakan chi sau yang diperagakan murid kungfu aliran Wing Chun di Yip Man Martial Arts Athletic Association yang tengah berlatih di bawah arahan Master Sam Lau. Asosiasi tersebut bermarkas di Nathan Road, Kowloon, Hongkong, yang menempati sebuah blok di gedung Alpha House. Sebelm sampai di markas kungfu Wing Chun paling terkenal di Hongkong itu, pengunjung harus naik lift yang sempit ke lantai 3. Kemudian menyusuri koridor sebelum menemukan aula berukuran sekitar 8x8 meter yang dipakai sebagai tempat berlath bela dir legendaries tersebut. Atap ruangannya rendah sehingga perlu kipas angin untuk mendinginkan udara di aula itu. Meski markas Wing Chun terkesan sangat sederhana, antusiasme para siswa untuk menimba ilmu kungfu tidak tereduksi. Aliran Wing Chun lahir dari biara Shaolin di Tiongkok. Diciptakan pendeta perempuan Ng Mui pada asa Kaisar Yu Cheng I dari Dinasti Qing (1723-1736). Naun yang membuat WingChun tenar ke seantero jagat adalah Ip Man. Sampai ksia Ip Man menyebarkanilmu kungfu itu diangkat ke layar lebar. Dalam film tersebut karakter Ip Man di perankan Donny Yuen. Ip Man mengembangkan Wing Chun saat hijrah ke Hongkong dari Foshan pada 1949. Pendekar kelahiran 1 Oktober 1893 itu lalu mendirikan Ving Tsun Athletic Association pada 1967 bersama sejumla muridnya. Asosiasi itulah yang menjadi induk sejumlah perguruan Wing Chun. Termasuk padepokan yang dipimpin Sam Lau di Kowloon tersebut. Saat ini Hongkon menjadi pusat pengembangan Wing Chun. “Saya sempat belajar langsung dari Master Ip Man. Waktu itu saya masih belasan,” ungkap Sam Lau, 66, ke Jawa Pos yang menemuinya di markas Wing Chun di Hongkong Rabu lalu, 12 Februari.
            Wartawan Koran ini pun mencoba sejumlah gerakan Wing Chun yang terlihat sederhana itu di sela mengikuti Hidden Cities Extreme Media Junket. Meski tampak simple, gerakannya cukup menguras tenaga. Sebab, gerakan harus dilakukan cara Spartan tanpa putus. Apabla tangan sering terpelesat antara memukul dan menangkis karena dilakukan dalam tempo nyaris berbarengan. Badan yan awalnya menggigil karena suhu yang mencapai 6 derajat Celsius jadi hangat setelah mengikuti gerakan Wing Chun selama 1,5 jam. Belajar gerakan Wing Chun juga membutuhkan konsentrasi tinggi. Selain chi sau, ada sejumlah gerakan dasar yang diajarkan. Antara lain lap satu (dua orang bergantian menangkis dan memukul) dan fook sau (melatih kuda-kuda dan gerakan tangan). Tapi, focus utama jurus kungfu ini adalah titik tengah tubuh mausia saat melakukan serangan maupun tangkisan dari musuh. Variasi lainnya adalah melakukan low kick ke paha atau tulang erring. Sesekali Sam Lau mendatangi muridnya saat melakukan gerakan itu menjadi partner berlatih mereka. Dia terus membetulkan gerakan yang salah atau kuran bertenaga para uridnya. Atau letak tangannya terkadang terlalu rendah atau menyamping. “Kedua tengah tetap di posisi tengah. Dengna begitu, kalau ada pukulan lawan, bisa langsung diblok,” teraik berulang saat memberikan materi latihan.
            Pada tahap awal latihan, hanya gerakan dasar tersebut yang diajarka nkepada siswa. Setelah si murid mahir, baru latihan melangkah ke tahap selanjutnya. Menurut pria yang juga pernah belajar tinju ala Barat itu. Wing Chun memiliki gerakan yang sangat efektif dan meatikan. Jurus dalam Wing Chun memungkinkan orang yang menguasainya untuk menangkis sekaligus melakukan counterattack. Tidak banyak “kembangan” dalam Wing Chun seperti aliran kungfu lain karena lebih menitik beratkan apda serangan cepat satu-dua dan langsung merobohkan lawan. Karena prinsip efisien itulah, dalam Wing Chun lebih dianuurkan untuk melaukan pukulan straight daripada high kick. Menurut Sam, Wing Chun sangat baik bagi kaum perempuan untuk mengantisipasi ancaman di tengah jalan. Sam menambahkan ada ratusan murid dari berbagai Negara yang dating berguru kepadanya. Salah seorang actor bela diri paling ikonis Bruce Lee tercatat pernah belajar Wing Chun seblum mengembangkan gaya bela dirinya sendiri yan dinamai Jeet Kune Do. Setiap malam Sam bersama sejumlah instruktur melatih sekitar 50 murid. Sam mempelajari kungfu itu masih remaja. Ayahnya meninggal sejak Sam masih anak-anak. Karena itu, dia termotivasi untuk mendalami ilmu bela diri demi mejaga keluarganya. Suatu hari, saat sedang potong rambut, dia bertemu dengan Ip Man. “Sya dibertahu tukang cukur yang mengatakan bahwa pria otak di sampingnya itu adalah Ip Man. Saya benar-benar tak menduga,” cerita Sam.
            Tak ingin menyiakan kesempatan, Sam meminta Ip Man mengajarinya Wing Chun. Secara kebetulan, mereka bersama-sama tinggal di Tung Choi Street sehingga Ip Man mau menerima Sam sebagai muridnya. Dengan cepat Sam emnyerap ilmu bela diri itu. Karena penasaran pertarungan sebenarnya, Sam Lau lalu mengaplikasikan ilmu bela dirinya yang dipelajarinya tersebut di jalanan. Pria yang jgua pengusaha property itu menantang beberap anggota geng di kawasan Kowloon. Saat belajar jurus baru, dia lalu mengaplikasikannya dengan menantang orang yang membuat onar tersebut bertarung. Berkat Wing Chun, sebagian besar pertarungan bebas di jalannan itu berhasil dimenanginya. “Saya jadi malu sendiri kalau mengenai masa itu. Tapi, itu memang menyenangkan,” kenangannya, lalu mengembangkan senyum.

            Di Indonesia Wing Chun cukup dikenal. Buktnya, sejumlah selebriti ikut mendalaminya. Salah satunya mentalis kondang Deddy Corbuzier. Lak-laki yang sempat ramai diperbincangkan karena metode diet OCD (Obesive Corbuzier’s Diet) nya itu bahkan membuka elas Wing Chun khusus perempuan. Deddy belajar Wing Chun ke Hongkong sebelum nedapat sertifikat untuk menjadi instruktur Wing Chun. Nama beken lainnya adalah Marcell Siahaan. Pemilik lagu bertitel Firasat itu mendalami Wing Chun bukan untuk menjadi instruktur seperti yang dilakukan Deddy. “Saya sudah beberapa tahun berlatih Wing Chun. Saya melakukan untuk menjaga kesehatan,” ucap solois yang juga mahir bermain drum tersebut.

Laporan Pendahuluan Diagnosa Asma Bronkial/ Preliminary reports Bronchial Asthma Diagnosis

Laporan Pendahuluan  Diagnosa Asma Bronkial
(Sumber/ Source 1: Paramarta, Nanda Erda.2014.Laporan Pendahuluan Dengan Diagnosa Medis Asma Bronkial di Ruang Paru RSUD Bangil Pasuruan.Pasuruan.)
(Source/ Sumber 2: Medica Aesculapsus.1998.Kapita Selekta Kedokteran Edisi II.Jakarta: Fakultas
 Kesehatan Universitas Indonesia.)
(Rewritten by/ Diketik kembali oleh: Dimas Erda Widyamarta.2014. please follow blog/ silahkan ikuti blog: www.ithinkeducation.blogspot.com)
(Source/ Sumber 3: Ledman’s.2002.Core Princple and Ractive of Medical Surgical Nursing.)
(Source/ Sumber 4: Doenges Marilyn.2002.Rencana Asuhan Keperawatan Edisi III. Jakarta: EGC.)

            Pada Ny “K” dengan diagnose medis asma Bronkial di Ruang Paru RSUD Bangil Pasuruan
A)    Konsep Dasar
1)      Pengertian
Asma Bronkial merupakan suatu penyakit yang ditandai dengan adanya respon yang berleihan di trakea dan brokus terhadap berbagai macam rangsangan, yang mengakibatkan penyempitan saluran napas yang tersebar luas di seluruh paru dan derajatnya dapat berubah secara spontan atau setelah mendapat pengobatan (Jan, Tambayong.2000)

2)      Etiologi
a)      Faktor Genetik (Keturunan)
b)      Faktor Lingkungan
c)      Bahan allergen
d)     In feksi jalan napas (terutama virus)
e)      Olahraga
f)       Tekanan jiwa
g)      Factor makanan
h)      Obat-obatan

3)      Klasifikasi
a)      Asma bronchial Instrinsik
                                                        i.            Serangan timbul setelah dewasa
                                                      ii.            Keluarga tidak ada penderita asma
                                                    iii.            Ada perubahan dengan beban fisi
                                                    iv.            Perubahan cuaca

b)      Asma Bronkial Ekstrinsik
                                                        i.            Timbul sejak anak-anak
                                                      ii.            Ada keluarga yang menderita asma
                                                    iii.            Adanya eksim pada waktu bayi
                                                    iv.            Sering menderita rhinitis

4)      Patologi
Obstruksi jalan napas pada asma merupakan kombinasi spasme otot bronkus, sumbatan mucus, edema dan inflamasi dinding bronkus.
Obstruksi bertambah berat selama ekspirasi karenasecara fisiologis saluran napas menyempit pada fase tersebut. Hal ni mengakibatkan udara ridstal tempat terjadinya obstruksi terjebak tidak bias diekspirasi. Selanjutnya terjadi peningkatan volume residu, kapasitas residu fungsional dan pasien akan bernapas pada volume yang tinggi mendekati kapasitas paru total. Keadaan hiperinplasi ini bertujuan agar saluran napas tetap terbuka dan pertukaran gas berjalan lancar. Untuk mempertahankan hiperinflasi yang diperlukan otot bantu napas.
Gangguan yang beruba obstruksi saluran napas dapat dinilai secara obyektif dengan volume ekspirasi paksa detik pertama atau arus puncak ekspirasi, sedangkan penurunan kapasitas vital paksa menggambarkan derajat hiperinflasi paru. Penyempitan saluran napas dapat terjadi baik pada saluran napas yang besar, sedang, maupun kecil. Gejala mengi menandakan ada penyempitan d saluran napas besar, sedangkan pada saluran napas yang kecil gejala batuk sejak lebih dominan di banding mengi.

5)      Manifestasi Klinik
Asma adalah menjadi sindrom klinis yang dikarakteristikan oleh batuk, mengi, dan sesak napas serta sesak dada yang timbulkan oleh allergen, infeksi atau stimulus lain. Stimulus ini mencakup obat, latihan (khususnya pada iklim kering dan dingin), stress emosi refluks gastroesopagus pada mikroaspirasi. Merokok pasif dan aktif, pemajanan tempat dan bahan pada bahan kimia dan polusi udara.
Serangan asmatik sangat berhubungan dengan status jalan  napas, yang pasti tentang manifestasi asma adalah jenisnya tidak dapat di duga. Gejala asma mengacu pada triad: dispnea, batuk dan ronki kecing (mengi). Ronki kering dapat pula terdapat pada keadan-keadaan lain seperti aspirasi benda asing, tumor, emboli paru, gagal jantung kiri infeksi.

6)      Klasifikasi
a)      Pneumotoraks
b)      Pnemodiastinum dan empisema subkutis
c)      Afelektasis
d)     Aspergilosis bronkopulmoner alergik
e)      Gagal napas
f)       Bronchitis
g)      Fraktur iga

7)      Penatalaksanaan
Pengobatan asma secara garis besar di bagi dalam pengobatan non farmakologik dan pengobatan farmakologik
                                  i.            Pengobatan non farmakologik
a)      Penuluhan
Penyuluhan ini ditujukan pada peningkatan pengetahuan klien tentang asma sehingga klien secara sadar menghindari factor-faktor pencetus, serta menggunakan obat secara benar dan berkonsultasi dengan tim medis

b)      Mengindari factor pencetus
Klien perlu dibantu mengidentifikasi pencetus serangan asma yang ada pada lingkungannya, serta diajarkan cara menghindar dan mengurangi factor pencetus, termasuk pemasukan cairan yang cukup bagi klien.

c)      Fisioterapi
Fisioterapi dapat digunakan untuk mempermudah pengeluaran mucus. Ini dapat dengan drainase postural, perkusi dan dada.

                                ii.            Pengobatan Farmakologik
a)      Agonis beta. Bentuk aerosol nekerja sangat cepat diberikan 3x4 semprot dengan jarak antara semprotan pertama dan kedua adalah 10 meit. Yang termasuk obat ini adalah metaproterenol (alupent, metrapel)
b)      Metal xantin. Golongan metal xantin adalah aminophilin dan tiopilin, obat ini diberikan bila golongan beta agnois tidak memberikan hasil yang memuaskan. Pada orang dewasa di berikan 125-200 mg 4x sehari.
c)      Kartikosteroid. Jika agonis beta dan metal xantin tidak memberikan respon yang baik, harus diberikan kartikosteroid. Steroid dalam bentuk aerosol (bectomefason dipropinate) dengan dosis 800 4x semprot tiap hari. Karena pemberian steroid yang lama mempunya efek sampng maka yang mendapat steroid jangka lama harus diawasi dengan ketat.
d)     Kromolin. Kromolin merupakan obat pencegah asma, khususnya anak-anak. Dosisnya berkisar 1-2 kapsul 4x sehari.
e)      Ketotifen. Efek kerja sama dengan kromolin dengan dosis 2x1 mg per hari. Keuntungan dapat diberikan secara oral.
f)       Iprutropioum bromide (atroven). Atroven adalah antikolenergik. Diberikan dalam bentuk aerosol dan bersifat bronkodilator
(Evelin dan Joyce L,.kee,1994: Karnen baratawijaya,1994)

                              iii.            Pengobatan selama serangan status asmatikus
a)      Infuse RL:DS=3:1 tiap 24 jam
b)      Pemberian oksigen 4 liter/ menit melalui nasal kanul
c)      Aminophilin bolus 5mg/ kg bb diberkan pelan-pelan selama 20 menit dilanjutkan drip rlatau ds Mentenence (20 tetes/ menit) dengan dosis 20 mg/kg bb/24 jam
d)     Terbufalin 0,25 mg/6 jam secara subkutan
e)      Dexametason 10-20 mg/6 jam secara intravena
f)       Antibiotic spectrum luas.


B)    Asuhan Keperawatan
a)      Pengkajian
1)      Pengkajian mengenai nama, unsure, dan jenis kelamin perlu dikaji pada penyakit status asmatikus. Seragan asma pada usia dini memberikan implakasi bahwa sangat dewasa yang dimungkinkan adanya factor non atropi. Alamat menggambarkan kondisi lingkungan tempat klien berada, dapat mengetahui kemungkinan factor pencetus serangan asma. Status perkawinan, gangguan emosional, pekerjaan. Hal ini yang perlu di kaji tentang: tanggal MRS, Nomor Rekam Medik dan Diagnosa medic.
2)      Riwayat Penyakit sekarang. Klien dengan serangan asma dating mencari pertolongan dengan keluhan, terutama sesak napas yang hebat dan mendadak kemudian diikuti dengan gejala-gejala lain yaitu: wheezing, penggunaan otot bantu pernapasan, kelelahan, gangguan kesadaran, sianosis, serta perubahan tekanan darah.
3)      Riwayat penyakit dahulu. Penyakit yang pernah diderita pada masa-masa dahulu seperti infeksi saluran napas atas, sakit tenggorokan, amandel, sinusitis, polip hidung.
4)      Riwayat kesehatan keluarga. Pada klien tentang serangan status asmatikus perlu dikaji tentang penyakit asma atau penyakit alergi yang lain.
5)      Riwayat Psikososial. Gangguan emosional sering dipandang sebagai salah satu pencerus bagi serangan asma baik gangguan itu berasal dari rumah tangga, lingkungan sekitar sampai lingkungan kerja.
6)      Pola  Fungsi kesehatan
a.       Pola resepsi dan tata laksana hidup sehat
b.      Pola nutrisi dan metabolism
c.       Pola eliminasi. Perlu dikaji BAB dan BAK mencakup warna, bentuk, kosentrasi, frekuensi, jumlah serta kesulitan dalam melaksanakannya.
d.      Pola istirahat dan tidur. Perlu dikaji tentang bagaimana tidur dan istirahat klien meliputi berapa lama istirahat.
e.       Pola persepsi dan konsep diri. Perlu dikaji tentang persepsi klien terhadap penyakitnya.
f.       Pola reproduksi seksual. Reproduksi seksual merupakan kebutuhan dasar manusia, bila kebutuhan ini tidak dipenuhi akan terjadi masalah di kehidupan klien.
g.      Penanggulangan stress. Stress dan ketegangan emosional merupakan factor instrinsk pencetus serangan asma maka perlu dikaji penyebab terjadinya stress.
h.      Pola tata nila dan kepercayaan. Keadekuatan lien apda sesuatu yang ia yakini dunia percayai dapat meningkatan kekuatan jiwa klien.

7)      Pemeriksaan fisik
a.       status kesehatan umum. Perlu dikaji tentang kesadaran klien, kecemasan, gelisah, kelemahan suara bicara, tekanan darah nadi, frekuensi pernapasan yang meningkatkan, penggunaan otot-otot pembantu pernapasan sianosis batuk dengan lender lengket dan posisi istirahat dan posisi istirahat klien.
b.      Integument. Di kai adanya permukaan yang kasar, kering, kelainan pigmentasi, turgor kulit, kelembapan, mengelupas atau bersisik, perdarahan, pruritus, enzim, serta adanya berkas atau tanda urtikaria atau dermatitis padarambut dikaji warna rambut.
c.       Kepala. Dikaji tentang bentuk kepala, simetris adanya penonjolan, riwayat trauma, adanya keluhan sakit kepala atau pusing, vertigo kelang ataupun hilang kesadaran.
d.      Mata. Adanya penurunan ketajaman penglihatan akan menambah stress yang dirasakan klien.
e.       Hidung. Adanya pernafasan menggunakan cuping hidun, rhinitis alergi dan fungsi olfaktori.
f.       Mulut dan laring. Dikai adanya perdarahan pada gusi, gangguan rasa menelan dan mengunyah dan sakit pada tenggorokan serta sesak atau perubahan suara.
g.      Leher. Dikai adanya nyeri leher, kaku pada pergerakan, pembesaran tiroid serta penggunaan otot-otot pernapasan.

b)      Analisa Data
Data yang dikumpulkan harus di analisa untuk menentukan masalah klien. Analisa data merupakan proses intelektual yang meliputi pengelompokan data, mengidentifikasi kesenjangan dan menentukan pola dari data yang terkumpul serta membandingkan susunan atau kelompok data dengan standar nilai normal, menginterprestasikan data dan akhirnya membuat kesimpulan. Hasil dari analisa adalah pernyataan masalah keperawatan.

c)      Diagnosa keperawatan
1)      Ketidakefektifan bersihan jalan nafas berhubungan dengan kental peningkatan produksi mucus dan bronkospasme
2)      Ketidakefektifan pola napas berhubungan dengan distensi dinding dada dan kelelahan akibat kerja pernapafasan
3)      Ansietas berhubungan dengna sulit bernapas dan rasa takut surokasi
4)      Resiko tingi pemenuhan nutrisi kurang dari kebutuhan tubuh berhubungan dengan laju metabolic tinggi, dispnea saat makan dan ansietas.

d)     Intervensi:
1)      Diagnosa 1:
                                            i.            Ketidakefektifan jalan napas berhubungan dengan sekresi kental peningkatan produksi mucus bronkospasme
                                          ii.            Tujuan: jalan napas menjadi efektif
                                        iii.            Criteria hasil:
1)      Menentukan posisi yang nyaman sehingga memudahkan peningkatan pertukaran gas
2)      Dapat mendemonstrasikan batuk efektif
3)      Dapat menyatakn strategi untuk menurunkan kekentalan sekresi

                                        iv.            Intervensi
1.      Kaji warna, keketalan dan jumlah sputum. R/ Karakteristik sptum dapat menunjukkan berat ringannya obstruksi
2.      Instruksikan klien pola metode yang tepat dalam mengontrol batuk. R/ Batuk yang tidak terkontrol melelakan dan inefektif serta menimbulkan frustasi.
3.      Ajarkan klien untuk menurunkan viskositas sekresi. R/ sekresi kental sult untk dikeluarkan dan dapat mengeluarkan sumbatan mucus yang dapat menimbulkan atelektasis.

2)      Diagnose 2:
                                            i.            Ketidak efektifan sekresi pola napas berhubungan dengan distensi dinding dada, dan kelelahan akibat peningkatan kerja pernapasan
                                          ii.            Tujuan: klien akan mendemonstrasikan pola napas efektif.
                                        iii.            Criteria hasil: frekuensi napas yang efektif dan perbaikan pertukaran gas pada paru, menyatakan factor penyebab dan cara adaptif mengatasi factor-faktor tersebut.
                                        iv.            Intervensi:
1.      Moitor frekuensi, irama dan kedalaman pernapasan R/ takipnea, irama yang tidak teratur dan bernapas dangkal menunjukkan pola napas yang tidak efektif.
2.      Possikan klien dada posisi semi fowler. R/posisi semi fowler akan menurunkan diafragma sehingga memberikan pengembangan pada organ paru.
3.      Alihkan perhatian individu dari pemikiran tentang naesitas dan ajarkan cara bernapas efektif. R/ ansietas dapat menyebabkan pola napas tidak efektf.

3)      Diagnosa 3:
                                                        i.            Anersitas berhubunga ndengan sulit bernapasan dan rasa takut sufokasi
                                                      ii.            Tujuan: anesitas berurang dan hilang
                                                    iii.            Criteria hasil: klien mampu menggambarkan ansietas dan pola pikirnya, menghubungkan peningkatan psikologi dna kenyamanan fisiologis, menggunakan mekanisme koping yang efektif dalam menangani ansietas.
                                                    iv.            Intervensi:
1.      Kaji tingkat ansietas yang dialami klien. R/ mengetahui tingkat kecemasan untuk memudahkan dalam perencanaan tindakan selanjutnya.
2.      Kaji kebiasaan keterampilan koping. R/ Menilai mekanisme koping yang telah dilakukan serta menawarka nalternatif koping yang bias digunakan.
3.      Beri dukungan emosional untuk kenyamanan dan ketentraman hati. R/ Dukung emosional dapat memantapkan hati untuk mencapai tujuan yang sama.

4)      Implementasi. Implementasi merupakan pelaksanaan perencanaan oleh perawat, seperti tahap-tahap yang lain dalam proses keperawatan fase pelaksanan terdiri dari:
                                                        i.            Validasi atau pengesahan rencana keperawatan
                                                      ii.            Menulis atau mendokumentasikan rencana keperawatan
                                                    iii.            Memberikan asuhan keperawatan
                                                    iv.            Melanjutkan pengumpulan data

5)      Evaluasi

Merupakan langka terakhir dalam proses keperawatan yang merupakan kegiatan sengaja dan terus enerus yang melibatkan klien, perawat dan anggota tim kesehatna lain.