Senin, 25 Agustus 2014

Sport, in English /Olahraga, di dalam bahasa Inggris


Sport, in English /Olahraga, di dalam bahasa Inggris
(Sumber/ source: Ismani, Nila.2001.Etika keperawatan.Jakarta:Widya Medika.)
(Rewritten by/ Diketik kembali oleh: Dimas Erda Widyamarta.2014. please follow blog/ silahkan ikuti blog: www.ithinkeducation.blogspot.com or www.ithinkeducation.wordpress.com)
ENGLISH
(Bahasa Inggris)
INDONESIAN
(Bahasa Indonesia)
baby
Bayi
bride
Pengantin perempuan
Bride groom
Pengantin laki-laki
Just married
Pengantin baru
Family
Keluarga
relatives
Kerabat/ sanak/ saudara
parent
Orang tua (ibu-bapak)
father
Ayah
mother
Ibu
Grand father
Kakek
Grand mother
Nenek
Child
Anak
Son
Anak laki-laki
Daughter
Anak perempuan
Sister
Saudara perempuan
brother
Saudara laki-laki
Younger sister/ brother
Anak perempuan/ laki-laki
Elder sister/ brother
Kakak perempuan/ laki-laki
Aunt
Bibi/ tante
Uncle
Paman/ om
Cousin
Saudara sepupu
Nephew
Kemenakan laki-laki
Niece
Kemenakan perempuan
Grand child
Cucu
Grand son
Cucu laki-laki
Grand daughter
Cucu perempuan
Step mother
Ibu tiri
Step father
Ayah tiri
Parent in law
Mertua
Sister in law
Ipar perempuan
Father in law
Ayah mertua
Brother in law
Ipar laki-laki
Son in law
Menantu laki-laki
Daughter in law
Menantu perempuan
Great grandmother/ father
Buyut perempuan/ laki-laki
Widow
Janda
Wife
Istri
Husband
Suami
Girlfriend
Pacar (perempuan)
 Boyfriend
Pacar (laki-laki)
Fiancé
Tunangan (laki-laki)
Fiancée
Tunangan (perempuan)
orphan
Anak piatu
Adopted child
Anak angkat
bachelor
Perjaka
Maid
Perawan
Boy
Anak laki-laki
Girl
Anak gadis
Male
Laki-laki
Female
Perempuan
House-wife
Ibu rumah tagga
Guest
Tamu
Host
Tuan rumah dan marga

Waspada tentang Trigliserida, di dalam Kesehatan/ Vigilant about Triglycerides, in the Health


Waspada tentang Trigliserida, di dalam Kesehatan
(Sumber: Brosur Lab Prodia.2014.Waspadai Serangan Lemak ke Hati.)
(www.ithinkeducation.blogspot.com, owner/ pemilik (Please Follow Google Plus): Dimas Erda WM)
Gangguan fungsi insulin sebagai konsekuensi obesitas akan menyebabkan penumpukan lemak (trigliserida) dalam hati atau disebut perlemakan hati. Perlemakan hati ini merupakan pemicu penyakit hati yang lebih parah.
            Angka kejadian kegemukan/ obesitas semakin meningkat dan kondisi ini merupakan tantangan bagi profesi kesehatan pada abad XXI. Salah satu konsekuensi obesitas adalah perlemakan hati yang erat kaitannya dengan penumpukan trigliserida di hati akibat resistensi insulin.
            Pada awalnya kondisi perlemakan hati dinilai tidak berbahaya, namun sekarang diketahui bahwa perlemakan hati yang lebih parah pada orang obesitas.
            Angka kejadian perlemakan hati sangat bervariasi, tetapi diperkirakan sekiter 10-24%.

Obesitas, resistensi insulin dan perlemakan hati
Konsekuensi obesitas yaitu resistensi insulin, dapat mengakibatkan penumpkan trigliserida dalam hati. Resistensi insulin adalah kondisi di mana insulin ada di dalam tubuh, namun tidak dapat melaksanakan perannya untuk menjaga keseimbangan konsentrasi glukosa dalam darah secara optimal. Insulin adalah hormone yang dihasilkan oleh pancreas, dan dikeluarkan sebagai respon terhadap meningkatnya konsentrasi glukosa dalam darah, sebagai contoh padasaat setelah makan. Insulin bekerja untuk menurunkan dua cara yaitu menekan produksi glukosa oleh hati dan meningkatkan pengambilan glukosa dari aliran darah oleh sel tubuh yang memerlukan.
Resistensi insulin ditandai dengan adanya konsentrasi insulin yang tinggi, peningkatan produksi glukosa dalam hati dan penurunan penggunaan glukosa oleh sel dalam tubuh. Resistensi insulin dapat mengakibatkan peningkatan jumlah asam lemak bebas yang ditransfer ke hati dan diubah menjadi trigliserida. Akibatnya terjadilah penumpukan trigliserida dalam hati atau disebut dengan perlemakan hati.
Perlemakan hati merupakan tahap awal dari gangguan hati yang lebih progresif dan sebagian besar tidak mempunyai keluhansaat didiagnosis. Oleh karena itu, deteksi dan penanganan perlemakan hati sedini mungkin diperlukan bagi orang obes untuk mencegah progresi penyakit hati yang lebih berbahaya.
Deteksi dini dapat dilakukan dengan melalui pemeriksaan laboratorium untuk menilai risiko terhadap perlemakan hati.
Pemeriksaan laboratorium yang dianjurkan adalah:
1)      Serum glutamic pyruvic transaminase (SGPT)
2)      Trigliserida
3)      HDL kolesterol
4)      Type IV collagen

Panel Sindrom Metabolik:
1)      Lingkar pinggang
2)      Tekanan darah
3)      Trigliserida
4)      HDL Kolesterol
5)      Glukosa Puasa
6)      Glukosa 2 jam pp
7)      Small Dense LDL (Rasio LDL Kolesterol Direk/ Apo B)
8)      Adiponektin
9)      hs-CRP
10)  HbA1c
11)  NT-proBNP
12)  Albumin Urin Kuantitatif
13)  Kreatin
14)  SGPT
15)  Type IV Collagen