Tuesday, November 24, 2020

Bias dan Salah Konsep Tentang Nyeri di dalam Kesehatan

 

Bias dan Salah Konsep Tentang Nyeri di dalam Kesehatan

 

(Andarmoyo, Sulistyo.2013.Konsep dan Proses Keperawatan Nyeri.Sleman: Ar-Ruzz Media.)

 

Nyeri menurut kebanyakan ahli, sebagai suatu fenoena misterius yangtidak dapat didefinisikan secara khusus. Menurut Suzanne C. Smeltzer (2002) pengertia nnyeri dalam keperawatan adalah apa pun yang menyakitkan tubuh yang dikatakan individu yang mengalminya, yangada kapan pun individu mengatakannya. Oleh karena itu, keberadaan nyeri berdasarkan hanya pada laporan atau apa yang “dikataan” oleh pasien.

Hal yang terpenting yang harus diingat adala hapa yang dikatakan pasien tentang nyeri adalah tidak ada pernyataan verbal. Beberapa pasien tidakadapt atau bahkan tidak akan melaporkan secara verbal bahwa mereka mengalami nyeri. Oleh karena itu, perawat juga bertanggugng jawab terhadap pengamatan perilaku non verbal yang dapat terjadi bersamaan dengan nyeri.

Perawat atau tenaga kesehatan yang lain sering kali mempunyai anggapan yang salah mengenai nyeri yang dirasakan oleh klien. Terkadang seorang perawat tidak memercayai ketidaknyaman yang dirasakan oleh klien, kecuali perawat perawat melihat dengan pengamatannya sendiri bahwa ada tanda-tanda objektif yang nyata yan memperlihatkan dengan sebenarnya bahwa klien mengalami masalah nyeri, seisal adaya perlukaan, patah tulang, cedera dan sebagainya.

Sikap yang diperlihatkan oleh perawat selama ini terhadap nyeri lebih dikarenakan model medis tradisional penyakit. Model ini berpendapat bahwa masalah fisik merupakan akibat dari penyebab fisik. Dengan demikian, nyeri dipandang sebagai suatu respons fisik terhadap gangguan (disfungsi) organ tubuh. Sementara apabila memang tidak ditemukan sumber nyeri yang jelas, perawat akan menciptakan streotipe bahwa penderita nyeri tersebut sebagai seseorang yang suka mengelua tau klien memang sulit ditangani.

Berikut salah satu adalah beberapa bias dan salah konsep mengenai nyeri yang harus dihindari oleh perawat atau personel perawatan kesehatan yang lainnya.

 

Bias dan Salah Konsep Umum tentang nyeri

1.       Penyalahgunaan obat dan alkohol akan bereaksi berlebihan terhadap kenyamanan

2.       Klien yang mengalami penyakit ringan memiiki nyeri yang lebih sedikitdaripada orang yang memiliki gangguan fisik yang berat

3.       Pemberian analgetik secara teratur akan mengarah apda ketergantungan fisik

4.       Jumlah kerusakan jaringan pada suatu cedera menunjukkan secara akurat intensitas nyeri

5.       Tenaga pelayanan kesehatan adalah pihak yang palingmengetahui sifat nyeri klien

6.       Nyeri psikogenik adalah hal yang tidak nyata.

7.       Nyeri kronik bersifat psikologis

8.       Klien pasti mengalami nyeri ketika berada di rumah sakit

Dalam upaya membantu klien memperoleh kenyamanan atau pilih dari rasa sakit yang dirasakan, perawat harus memandang pengalaman nyeri dari sudut pandang klien bukan dari sudut pandang perawat sendiri. Hal ini untuk menghindari bias dan kesalahan konsep mengenai nyeri yang dirasakan tersebut.

Dengan menyadari prasangka atau kesalahpahamanm, perawat akan dapat menangani masalah klien dengan lebih profesional. Perawat yang memiliki peran sebagai seorang pengamat yang aktif dan memiliki pengetahuan tentang klien yang mengalami nyeri akan menganalisa lebih objektif tentang pengalaman nyeri yang dirasakan oleh klien. Dengan demikian, perawat dapat bekerja dengan seksama untuk menerapkan teknik dan keterampilan yanglainnya untuk menghilangkan atau meredakan nyeri.

Tuesday, November 10, 2020

Apa itu Dokter Kecil?

 

Apa itu Dokter Kecil?

 

(_.2012.Mengenal UKS.Bnadung:Penerbit Erlangga.)

 

A.      Pengertian Dokter Kecil

Dokter Kecil adalah siswa yang memenuhi kriteria dantelah terlatih untuk ikut melaksanakan sebagian usaha pemeliharaan dan peningkatan kesehatan terhadap diri sendiri, teman, keluarga dan lingkungannya.

 

B.      Syarat-syarat Menjadi  Dokter Kecil

1.       Berbudi pekerti baik dan suka menolong

2.       Sehat jasmani dan rohani

3.       Berpenampilan menarik bersih dan memiliki pola hidup sehat

4.       Memiliki pengetahuan dasar tentang P3K, menjaga kebersihan dan pola hidup yang sehat

5.       Berusia 6-9 tahun untuk tingkat SD dan 10-19 tahun untuk tingkat SMP

6.       Berprestasi

7.       Bertanggung jawab

8.       Mendapat izin orang tua

 

C.      Tugas dan Kewajiban Dokter Kecil

1.       Selalu bersikap dan berperilaku sehat

2.       Menggerakkan sesama teman siswa untuk menjaga kebersihan dan kesehatan diri

3.       Selalu berusaha meningkatkan kesehatan lingkungan, baik sekolah mapun di rumah

4.       Melakukan upaya P3K pada sesama siswa

5.       Membantu guru dan petugas kesehatan pada saat pelaksanaan pelayanan kesehatan di sekolah, misalnya pengukuan tingggi dan berat badan, pemberian vitamin, penyuntikan vaksin, penyuluhan keseshatan dan sebagainya.

6.       Berperan aktif dalam program peningkatan kesehatan lingkungan, seperti Pekan Bersih, Hari lingkungan sedunia, pekan gizi, program kesehatan gigi, hari bebas sampah dan lainnya.