Monday, June 29, 2020

Asuhan Keperawatan pada Pasien dengan Penyakit Jantung Bawaan (Congenital Heart Desease)


Asuhan Keperawatan pada Pasien dengan Penyakit Jantung Bawaan (Congenital Heart Desease)
Sumber: Sudarta, I Wayan.2013.Asuhan Keperawatan Klien dengan Gangguan Sistem Cardiovaskuler.Yogyakarta:Goyen Publishing.

Penyakit jantung bawaan masih sering dijumpai angka kejadian yang masih cukup tinggi, yaitu menurut beberapa sumber pada taun 1993 insiden 8-10/ 1.000 kelaihiran hiduo dan menurun pada tahun 1996 menjadi 3/1.000 kelahiran hidup, 2-3/1000 kelahiran hidup menunjukkan gejala pada tahun pertama kehidupan.
I.                    Faktor Penyebab
Congenital heart disease, berkaitan dengan kelainan embrional pada usia kehamilan 5-8 mg jantung sudah terbentuk sebagai penyebab: infeksi virus (rubella), genetik dan lingkungan (gangguan sirkulasi uteropacenter, radiasi, gizi buruk, alkoholik dan ibu yang merokok).
II.                  Klasifikasi  
Kelainan  jantung bawaan dibagi bermacam-macam dasar:
1.       Ada/ tidaknya sianosis
2.       Kelainan anatomis
3.       Fisiologis
a.       Beban tekanan (after load)
b.      Beban volume (preload)
4.       Gabungan klasifikasi wood:
a.       Tanpa shunt: pulmonari stenosis
b.      Dengan shunts
1)      Tanpa eyanotis (acyanotis): ASD, VSD, PDA
2)      Dengan Cyanotis: Tetralogi Fallot, Eisenmenger syndrom
Kelainan yang paling sering menimbulkan serangan sianotis adalah tetralogi of fallot, defect khas yang penting adalah VSD, stenosis pulmonal, overirding aorta dan hipertropi ventrikel kanan sebagai akibat stenosis pulmonal. Berat ringannya sianosis tergantung dari berat ringannya stenosis yang ada.
Keadaan paling gawat pada tetralogi fallot adalah serangan sianosis, bayi mendadak merah. Serangan sianosis sifatnya mendadak setelah bangun tidur, setelah menangis keras, defekasi atau lapar atau setelah minum.
Penyebab serangan sianosis belum diketahui dengna pasti tetapi dapat di duga berkaitan dengan peningkatan tahanan terhadap aliran darah ventrikel kanan akrena kontraktilitas outflow ventrikel kanan yang meningkat atau tahanan perifer yang menurun. Kedua keadaan tersebut memperbesar shunt dari kanan ke kiri sebagai akibat tekanan karbondioksida darah meningkat dan tekanan oksigen darah menurun, keadaan ini merangsang pusat pernapasan sehingga timbul pernapasan cepat.
III.                Pengkajian
Pengkajian keperawatan klien dengan CHD, dimulai sejak anak dilahirkan, melalui data subyektif:
1.       Riwayat kelahiran: yang perlu dikaji adalah:
a.       BBLR (Berat anak waktu lahir)
b.      Spontan (waktu lahir sponten atau dengan cara vakum)
c.       Operasi (proses kelahiran dengan cara dioperasi)
2.       Riwayat kehamilan: fokuskan pada ANC atau pemeriksaan semasa hamil
3.       Kebiasaan ibu: apakah ibu minum obat-obatan, alkohol dan merokok
Data Obyektif: identifikasi adanya:
1.       Irama jantung tidak teratur
2.       Kecepatan permenit
3.       Ada bising/ murmur
4.       Sesak nafas
5.       Adanya sianosis

IV.                Diagnosis Keperawatan
Diagnosis yang lazim baik aktual maupun resiko pada Congenital Heart Desease:
1.       Perubahan cardiac output
2.       Pola pemecahan masalah tidak efektif
3.       Pertugakaran gas terganggu
4.       Ketidakseimbanga caiarn dan elektrolit
5.       Tidak toleransi terhadap aktivitas
6.       Ketidakmampuan merawat diri
7.       Perubahan perfusi jaringan

V.                  Perencanaan
Tujuan:
1.       Keluarga menerima anak dengan kelainan jantung bawaan:
a.       Berikan penjelasan tentang sifat alamiah penyakit
b.      Berikan dukungan mental keluarga
c.       Ikut memahami perasaan orang tua terhadap pasien dengan kelainan jantung bawan
2.       Mempertahankan oksigenasi
a.       Kurangi aktivitas bayi
b.      Berikan posisi tidur fowler/ knee chest
c.       Berikan minuman secara teratur
d.      Hindari bayi menangis minta makanan
e.      Lobang dot untuk minuman di lobangi agak besar
f.        Ibu diminta tetap memberi ASI
g.       Ibu diminta memberikan makan rendah yodium
3.       Meningkatkan tumbuh kembang
a.       Jelaskan kepada keluarga untuk memberikan kehidupan yang wajar
b.      Ajarkan tentang toilet training
c.       Keluarga diminta untuk tidak terlalu overprotektf terhadap anak
d.      Berikan bantuan pada keluarga  cara merawat anak
e.      Anjurkan tetap menjaga kedisiplinan dan keharmonisan keluarga

VI.                Evaluasi:
Hasil yang diharapkan:
1.       Menjelaskan tentang penyakit jantung kongenital
2.       Melakukan rencana terapi untuk persiapan pulang :diet rendah yodium, obat-obatan sesuai dengan program terapi
3.       Menunjukkan penerimaan keluarga terhadap naka dnegan kelainan bawaan
4.       Menunjukkan kesiapan mental keluarga

No comments:

Post a Comment