Thursday, June 25, 2020

Menara Kembar Petronas di Malaysia



Menara Kembar Petronas di Malaysia
Sumber:
Riana, Deny.2008.Jelajah Sains Populer Keliling Dunia.Surabaya:  CV Al –Maktabah.

Menara Kembar Petronas atau Petronas Twin Tower yang terletak di pusat Kota Kuala Lumpur merupakan menara kembar tertinggi di dunia. Tingginya memang kalah dari Taipei 101 Building yang lebih tinggi 188 kaki atau 61 meter lebih tinggi dari Menara Petronas. Akan tetapi, untuk menara kembar, hingga saat ini Petronas adalah menara kembar yang tertinggi di dunia.
Menara I digunakan sebagai tempat perkantoran Petronas (Perusahaan Minyak Malaysia), sedangkan Menara II digunakan sebagai perkantoran perusahaan yang terkait dengan Petronas dan dunia perminyakan.
Sebelumnya, Petronas Twin Tower juga pernah menancapka dirinya sebagai gedung paling tinggi di dunia. Predikat itu dipegang selama enam tahun hingga beralih ke Taipei 101 Building pada tahun 2004.
Pembangunan menara yang terdiri atas 88 lantai ini memerlukan waktu lebih dari lima tahun, mulai perencanaan proyek Januari 1992 sampai peresmian 31 Agustus 1999. Desain menara dibuat oleh Cesar Pelli dan Associates dari Amerika Serikat yang bekerja sama dengan para arsitek Malaysia. Desain lantai untuk kedua menara di dasarkan pada corak geometris Islam dengan bentuk bintang bersudut delapan.
Gedung besar ini terlihat kokoh dan gagah karena diperkuat 13.200 meter kubik beton, dengan kedalaman fondasi 150 meter. Bagian luar gedung ini dilengkapi dengan dinding banyak segi (multi-faceted) yang terdiri atas 33.000 batang stainless steel dan 55.000 panel kaca yang dilapisi dengan penyejuk berwarna hijau muda untuk menghindari silaunya sinar matahari. Menara kembar ini juga dilengkapi dengan fasilitas komunikasi kelas satu, dengan MSC (Multimedia Super Corridor).
Uniknya, kedua menara yang memiliki bobot 300 ribu ton itu dihubungkan oleh jembatan  (skybridge) yang terletak di lantai 41 atau pada ketinggian 172 meter. Jembatan yang memiliki penopang di lantai 29 itu memiliki beberapa fungsi, di antaranya untuk mempermudah mobilitas bagi pengguna Menara I dan Menara II, sekaligus menjadi jalan alternatif dalam situasi darurat.
Wisatawan bisa naik ke lantai 41 dan 32 dengan menggunakan lift canggih yang bisa membawa 26 orang sekalgius dalam waktu 1 menit tanpa goncangan sama sekali. Selain lift ini, masih ada empat lift eksekutif di masing-masing menara, yang bisa membawa 10 orang dari tempat parkir di basement ke lantai teratas hanya dalam 90 detik. Namun, wisatawan tidak diizinkan untuk naik ke lantai teratas (lantai 88), tetapi hanya di naik sampai lantai 41.

No comments:

Post a Comment