Friday, June 19, 2020

Mengenal Patung Colossus of Rhodes


Colossus of Rhodes
Sumber: Riana, Deny.2008.Keliling Dunia.Surabaya: CV Al Maktabah.
Pada zaman kuno, tercatat sebuah patung raksasa yang dikenal dengan sebutan Colossus of Rhodes. Patung ini dibangun dekat pelabuhan Rhodes, sebuah pulau yang terletak di kepulauan Mediterania, kawasan Laut Aegean, Yunani.
Patung Colossus berdiri untuk memperingati kemerdekaan wilayah Rhodes. Dalam suatu catatan, di pulau itu pernah terjadi peperangan. Nah, untuk merayakan kemerdekaan selepas perang usai, akhirnya rakyat Rhodes menjual pakaian perang dan memakainya untuk membangun patung sebagai persembahan kepada Helios, sang Dewa Matahari yang mereka puja akan tetapi ada juga catatan yang menyebutkan bahwa rakyat Rhodes justru membiarkan peralatan perang itu dan menjadikannya sebagai bahan untuk membuat patung.
Perunggu raksasa untuk menghormati Helios sang Dewa, dibuat sekitar tahun 292-280 SM di rumah komando pematung asal Yunani bernama Chares. Dia sendiri boleh dibilang sudah berpengalaman dalam membuat patung-patung besar. Di tangan Chares dan para pekerjaannya proyek raksasa ini akhirnya selesai dalam waktu 12 tahun. Tinggi patung tersebut mencapai 120 kaki. Bagian badan patung tersebut terbuat dari perunggu, sedangkan bagian dasarannya terbuat dari batu marmer putih. Setiap pagi, sinar matahari menerpa kulit patung yang berlapis perunggu itu sehingga tampaknya berkilauan.
                Sayangnya, patung ini hanya bertahan selama 56 tahun, karena gempa bumi menghancurkan kegagahan Patung Colosus. Bongkahan besar patung ini pun terheletak begitu saja di sepanjang pelabuhan selama berabad-abad. Meski tergeletak, tetap saja patung Colossus mengundang decak kagum. Bayangkan! Ukuran jempolnya saja sebesar lingkaran lengan orang dewasa.
                Karena patung ini sudah terlanjur ambruk, jadi tidak ada yang tahu pasti tentang seperti apa pose patung ini yang sesungguhnya. Ada yang menyebutkan Colosus berdiri di pintu masuk pelabuhan dengan dua kaki yang melebar sehingga kapal-kapal dapat berjalan melintasi kedua kakinya. Namun, ada juga yang mengatakan Colosus berdiri dengan cara tradisional Yunani, yang berdiri rapat dengan tangan kanan melindungi mata dari sinar matahari dan tangan kiri menggenggam sebuah jubbah panjang.
Raja mesir sempat menawarkan untuk membangun kembali patung ini, tetapi rakyat Rhodes menolaknya. Mereka khawatir patung inilah yang justru membuat Dewa Helios marah. Mereka khawatir kalau patung ini berdiri lagi, Sang Dewa akan mengirimkan kembali gempa bumi.
                Pada abad ke-7, orang-orang Arab menaklukkan Rhodes dan memecah bongkahan Colossus menjadi pecahan kecil untuk dijual. Konon, diperlukan 900 unta untuk membawa pecahan itu. Akibatnya, patung indah itu kini tinggal cerita.

No comments:

Post a Comment