Thursday, June 25, 2020

Mengenal Bangunan Kuno Stonehenge di Inggris


Mengenal Bangunan Kuno Stonehenge di Inggris
Sumber: Riana, Deny.Jelajah Sains Populer Keliling Dunia. Surabaya: CV Al Maktabah.

Stonehenge adalah monumen unik, berupa sekumpulan batu yang berdiiri melingkar. Bangunan ini merupakan monumen prasejarah paling terkenal di Inggris. Letaknya di Dataran Salisbury, wilayah Wiltshire, Inggris, atau sekitar 137 km di sebelah barat daya London.
Sesungguhnya, Stonehenge lebih dari sekedar kumpulan batu karena bangunan ini seperti nya dibuat dengan pola tertentu. Kalau dilihat dari ketinggian, batu-batu itu tampak melingkar dalam beberapa lapis.
Di bagian dalam, ada lingkaran yang lebih kecil, sedangkan di bagian utama monumen terdapat trilithons, yaitu bangunan berupa dua pilar batu dengan sebuah batu terlentang di atasnya yang mirip dengan pola tapal kuda. Di samping itu, ada pula batu-batu yang lebih kecil yang juga berbentuk tapal kuda. Ada juga henge atau parit dan pingggiran sungai yang mengelilingi lingkaran batu itu.
Menurut penelitian, Stonehenge ini dibangun sekitar 5000 tahun yang lalu. Monumen tersebut dibangun dalam tiga tahap selama hampir 2000 tahun pada periode antara 3000 Sebelum Masehi dan 1400 Sebelum Masehi.
Satu lingkaran terdiri atas 80 batu biru. Sebagian batu biru di Stonehenge ini diperkirakan berasal dari Pegunungan Presely di Wales Stonehenge, Whitshire, Inggris. Untuk membawnya, mereka menyeret satu per satu batu besar itu ke tempat tersebut. Padahal, sebuah batu saja beratnya bisa empat ton, dengan tinggi sekitar dua atau tiga meter. Tak heran, jika proses pembangunannya memakan waktu yang sangat lama. Bisa dibayangkan, bukan? Bagaiman batu seberat itu diangkat tanpa peralatan teknologi tinggi seperti saat ini.
Lalu, untuk apa Stonehenge dibangun dan siapa yang membangunnya sehinggga mereka rela bersusah payah memindahkan batu-batu yang sedemikian berat itu?
Apabila diperhatikan, jajaran batu yang menghadap ke arah sinar matahari terbit akan terlihat sangat indah ketika matahari berada pada jarak yang paling jauh dari garis khatulistiwa. Oleh karena itu, ada yang mengatakan bahwa Stonehenge dipakai untuk pemujaan terhadap matahari.
Dengan pola seperti itu pula, ada juga peneliti yang menyatakan bahwa Stonehenge dibuat sebagai alat untuk menentukan posisi matahari guna menentukan panjang tahun secara tepat. Boleh dibilang, ini bukti ketertarikan orang-orang di masa Neolitikum dan pengetahuan mereka pada astronomi.
Di pihak lain, Stonehenge juga pernah dianggap sebagai tempat pendaratan makhluk dari luar angkasa, bahkan beberapa orang mengaku melihat UFO (Unidentified Flying Object) di tempat itu.
Namun, penemuan sejumlah arkeolog Inggris ketika tengah mempelajari Stonehenge  menunjukkan bahwa bangunan oleh sekelompok orang yang tinggal di dekat situs tersebut.
Para arkeolog menemukan satu kampung yang hanya terdiri atas beberapa rumah kecil dan kemungkinan merupakan tempat tinggal para kuli bangunan yang mendirikan monumen megalitik terbesar di Inggris Selatan itu.
Perumahan kuno itu terletak di sebuah situs yang disebut Dinding Durrington. Letaknya sekitar 3,2 kilometer dari Stonehenge. Di sana juga terdpat versi kayu dari lingkaran batu Stonehenge.
Penghitung waktu karbon (cara menghitung umur sebuah benda) menunjukkan bahwa kampung tersebut berasal dari tahun 2600 Sebelum Masehi, hampir bersmaan dengan periode pembangunan Stonehenge.
Para ilmuwan memperkirakan Dinding Durrington adalah tempat pemungkiman dan Stonehenge adalah kuburan serta semacam tugu peringatan karena di situ ditemukan sisa jenazah yang dibakar.
Arkeolog menduga perkampungan yang cukup besar itu didiamisecara musiman, sebagai lokasi pesta ritual dan upacara pemakaman. Mereka percaya Stonehenge dan Durrington membentuk kompleks religius yang dipakai untuk ritual pemakaman.
Akan tetapi, sejumlah arkeolog meragukan usia situs itu karena Stonehenge telah beberapa kali direnovasi. Beberapa bagian pernah di gali dan dipendam lagi dalam berbagai riset sehingga sulit menentukan kapan bentuk aslinya di bangun.
Hingga saat ini, Stonehenge memang masih penuh misteri. Tampaknya, para ilmuwan masih terus bekerja keras untuk menyingkap misteri di balik batu besar itu. Sayangnya, erosi, waktu dan gangguan dari manusia banyak merusk monumen. Hasilnya, banyak batu yang tumpul.
Pada awal abad ke 20, kebanyakan batu itu tidak lagi tegak berdiri. Hal tersebut  kemungkinan disebabkan karena banyaknya wisatawan yang telah memanjat Stonehenge karena rasa ingin tahu. Sejak itu, telah dilakukan tiga tahap renovasi untuk menegakkan kembali batu yang miring atau terbalik. Secara tidak langsung, ini berarti bentuk Stonehenge tidak lagi asli seperti aslinya. Sebaliknya, sebagaimana peninggalan sejarah lain, tahap renovasi telah dilakukan. Selanjutnya, tempat ini masuk dalam daftar Warisn Dunia UNESCO pada tahun 1896.

No comments:

Post a Comment