Thursday, June 25, 2020

Bangunan Sejarah yang unik Menara Miring Pisa, di Italia



Bangunan Sejarah yang unik Menara Miring Pisa, di Italia
Sumber:
Riana, Deny.2008.Jelajah Sains Populer Keliling Dunia.Surabaya:  CV Al –Maktabah.

Italia memang boleh bangga dengan menara Pisa. Bentuknya yang miring dan seolah-olah mau roboh itu, telah menempatkan sebagai salah satu bangunan terunik di dunia. Bahkan bangunan monumental yangterletak di belakang katedral dan merupakan bangunan ketiga Campo dei Miracoli (lapangan pelangi) di kota Pisa tersebut, di yakini sebagai lambang kekuatan Angkatan Laut Kerajaan Italia, yang berhasil menguasai Pulau Corsica, Sardinia, Sisilia, dan Pantai Tuscany berabad-abad silam.
Dalam bahasa Italia, menara ini dikenal dengan sebutan Torre pendente di Pisa atau disingkat Torre di Pisa.
Ketinggiannya mencapai 55,86 meter dari permukaan tanah terendah dan 56,70 meter dari permukaan tanah tertinggi. Lebar dinding di bawahnya mencapai  4.09 meter, sedangkan lebar dinding di puncaknya adalah 2,48 meter. Bobotnya diperkirakan mencapai 14,150 ton. Menara Pisa memiliki 294 anak tangga.
Menara Pisa sebenarnya dibuat agar berdiri tegak seperti menara lonceng pada umumnya. Pembangunan Menara Pisa dilakukan dalam tiga tahap dengan jangkawaktu hampir 300 tahun. Pembangunan lantai pertama yang terbuat dari marmer putih dimulai pada 9 Agustus 1173, yang merupakan era kesejahteraan dan kejayaan militer Italia.
 Setelah laintai ketiga dibangun pada 1178, para pekerja baru menyadari bahwa tanah tempat berdirinya bangunan ini adalah lapisan tanah gembur. Akibatnya, menara ini lama kelamaan mulai terlihat bergerak miring ke satu arah lalu bergerak miring lagi ke arah lain. Meski begitu, pembangunan menara ini tetap dilanjutkan. Namun, desain menara ini berbeda jauh dari rencana awalnya.
Pembanguan ini sempat juga tertunda selama 100 tahun karena rakyat Pisa waktu itu dengan rakyat dari kawasan lain. Akan tetapi, justru gara-gara tertunda itulah, menara  justru bisa selamat. Kalau tidak ditunda, mungkin saja menara itu malah sudah hancur akibat perang.
Pada 1198 beberapa buah jam diletakkan di bangunan yang belum jadi itu. Sekitar 74 tahun kemudian, arsitek Giovanni di Simone melanjutkan lagi pembangunan menara.
Tidak lama keudian, pembangunan lagi-lagi berhenti karena kembali terjadi perang. Baru pada 1372 lantai terakhir yang merupakan ruang bel selesai dibangun, dan bel pun terpasang di sana. Sejak saat itu, Menara Pisa terus bergerak miring ke arah selatan karena lapisan tanah gembur di bagian selatan bangunan itu memang lebih tebal.
Pembangunan Menara Pisa memang dilakukan oleh arsitek yang berbeda-beda. Ada kontroversi mengenai identitas dari arsitek Menara Miring Pisa. Selama beberapa tahun lamanya desainer dipredikatkan pada Guglielmo dan Bonanno Pisano, seorang seniman lokal terkemuka abad ke-12 di Pisa, yang populer oleh cetakan perunggunya, khususnya di dalam Pisa Duomo. Akan tetapi, Bonanno Pisano meninggalkan Pisa pada 1185 menuju ke Monreale, Sisilia, untuk pulang kampung dan meninggal di kampung halamannya.
Sarkofagusnya ditemukan di dasar menara pada tahun 1820. Arsitek lain adalah Tommaso de Andrea Pisano. Dia yang berhasil memadukan elemen Gothic dalam ruangan bel dengan gaya Roma. Di menara ini ada sekitar tujuh bel. Bel yang paling besar di pasang sekitar 1655.
Meskipun kini sudah berdiri kokoh selama lebih dari 600 tahun, tetapi kalau saja Pemerintah Italia tidak mengambil langkah penyelamatan, bisa jadi Menara Pisa akan benar-benar runtuh.
Salah satu penguasa Italia, Benito Mussolini, pernah memerintahkan agar menara dikembalikan ke posisi vertikal atau tegak. Untuk melaksanakan perintah itu, pondasi menara diberi tambahan beton. Ternyata,hasilnya tidak sesuai perkiraan. Menara malah tambah tenggelam ke dalam tanah yang lembek.
Menara Pisa memang semakin miring. Pada tahun 1989, derajat kemiringannya sudah mencapai 5,2 meter dari garis tegak lurus. Diperkirakan setiap tahun kemiringan Menara Pisa bertambah sekitar 1 milimeter. Oleh karena itu, pada tahun 1990 sampai akhir 2001, pemerintah Italia melakukan berbagai langkah untuk menyelamatkan Menara Pisa dari keruntuhan.
Proyek renovasi yang dikoordinir 13 arsitek dari Politekni Turni, Italia, yang memakan waktu hampir sebelas tahun itu akhirnya berhasil mengurangi sudut kemiringan Menara Pisa hingga 43,5 centimeter dari kemiringan awal. Artinya, kemiringan Menara Pisa saat ini, tinggal 4,7 meter dari garis tegak lurus. Para ahli memperkirakan bahwa kemiringan baru itu paling tidak akan menjaga kekokohan menara untuk 300 tahun mendatang. Jadi masalah baru yang diperkirakan akan melanda kelestarian Menara Pisa akan muncul sekitar 3 abad kemudian.
Menara Pisa memang unik. Konon di menara inilah ilmuwan besar, Galileo Galilei, sempat melakukan percobaan mengenai gaya gravitasi dengan menjatuhkan dua bola yang berat dari menara. Ini untuk menunjukkan bahwa kecepatan yang berkurang dari kedua bola itu tidak karena beratnya.

No comments:

Post a Comment