Tuesday, June 23, 2020

Mengenal Patung Liberty di New York, Amerika Serikat



Mengenal Patung Liberty di New York, Amerika Serikat
Sumber:
Riana, Deny.2008.Jelajah Sains Populer Keliling Dunia.Surabaya:  CV Al –Maktabah.

Liberty Enlightening the World (Kebebasan yang menerangi Dunia), lebih dikenal dengan nama Statue of Liberty atau Patung Liberty dalam bahasa Indonesia adalah patung raksasa yang terletak di Pulau Liberty (dulu namanya Pulau Bedloc), tepatnya di muara Sungai Hudson dekat pelabuhan New York, Amerika Serikat.
Sampai sekarang patung itu masih dianggap sebagai simbol Amerika Serikat. Tak heran, jika banyak yang mengira kalau patung wanita berjubah klasik itu adalah buatan Amerika Serikat. Padahal, sebenarnya Patung Liberty itu dibuat sebagai ungkapan semangat dan cita-cita perdamaian kaum Republikan di Perancis.
Patung perunggu yang diberikan tanggal 28 Oktober 1886 ini merupakan hadiah seratus tahun kemerdekaan Amerika Serikat dan merupakan ungkapan persahabatan antara kedua negara.
Ceritanya, ketika itu pada tahun 1965 di Perancis sedang berkecamuk perang saudara. Nah, kaum Republikan tidak tahan dengan situasi tersebut, mereka ingin agar Perancis kembali bersatu menjadi sebuah negara republik yang utuh. Dari situlah kemudian muncul gagasan untuk membuat monumen yang dapat melambangkan cita-cita kaum Republikan tersebut.
Namun tentunya sangat sulit untuk mendirikan monumen dalam keadaan perang. Akhirnya, kaum Republikan memutuskan untuk mendirikan patung di tempat lain. Dan pilihan jatuh kepada Amerika Serikat, sebagai  negara yang dianggap dapat  memberi harapan serta kebebasan yang selama ini mereka dambakan.
Setelah diperoleh tempat yang cocok untuk berdirinya monumen tersebut, kaum Republikan segerea menghimpun dana untuk membiayai pembuatannya. Rencana pengumpulan dana itu diumumkan kepada rakyat Perancis pada akhir tahun 1874. Ternyata, beberapa bulan setelah pengumuman itu perang saudara di Perancis berakhir dan sistem pemerintahan Perancis kembali berubah menjadi Republik. Keadaan ini membuat kaum Republikan dan rakyat Perancis semakin tertantang untuk mewujudkan monumen lambang kebebasan itu.
Atas usul Eduard de Laboulage, seorang tokoh Republikan, disepakati bahwa bentuk monumen itu adalah patung wanita yang tangan kanannya menggenggam obor, yang diberi nama The Lady Liberty. Sosok liberty sendiri diambil dari lukisan karya Eugene Delacroix. Sedangkan pembuatannya dipercayakan kepada Federic August Bartholdi.
Proses pembuatan patung itu memakan waktu cukup lama. Mula-mula, Bartholdi menciptakan model setinggi 1,25 meter dari bahan tanah liat. Setelah beberapa kali mengalami perubahan, akhirnya model itu selesai pada tahun 1875. Sejak saat itu dibuatlah patung Liberty dengan ukuran yang sesungguhnya, yakni 300 kali lebih besar dari model patungnya.
Kulit patung dibuat dengan teknik repousse, yaitu lempengan tembaga 2,5 milimeter yang dipukul-pukul hingga pipih. Sementara kerangkanya dibuat dari rangkaian besi baja. Selain Bartholdi, proses pembuatan patung itu juga dibantu oleh Alexandre Gustav Eiffel, aristek perancang Menara Eiffel yang saat ini berdiri megah di kota Paris, Perancis. Eiffel juga yang menyarankan agar kulit patung itu seolah-olah diterpa angin kencang.
Patung Liberty akhirnya selesai pada tahun 1884 dan dipajang di Perancis untuk beberapa waktu. Baru pada tahun 1885 Patung Liberty di kirim ke Amerika Serikat sebagai hadiah dari kaum Republikan Perancis untuk rakyat Amerika Serikat.
Bila Perancis membuat patungnya, maka Amerika Serikat menyiapkan alas tempat berdirinya patung tersebut. Alas yang dimaksud adalah bangunan yang terbuat dari beton yang berlapis batu granit yang bentuknya menyerupai bintang yang bersudut 11. Pada tahun 1924, pemerintah Amerika Serikat menetapkan Patung Liberty sebagai monumen nasional.
Patung liberty adalah salah satu lambang Amerika Serikat yang paling terkenal di seluruh dunia dan melambangkan kemerdekaan serta kebebasan dari tekanan. Patung liberty memang telah menggoreskan sejarah yang menajubkan yakni paduan antara perjuangan untuk bersatu dan terobosan teknologi.

No comments:

Post a Comment