Tuesday, June 23, 2020

Taman Gantung Babilonia di Irak



Taman Gantung Babilonia di Irak
Sumber:
Riana, Deny.2008.Jelajah Sains Populer Keliling Dunia.Surabaya:  CV Al –Maktabah.

Herodotus, seorang penulis Yunani kuno, pernah mengatakan keindaha kota Babilon melampaui keindahan kota termasyhur lainnya di dunia. Ia mengatakan hal itu setelah melihat tembok kota yang dibangun Raja Nebukadnezar II. Raja Nebukadnezar II pula  yang membangun. Taman gantung di kompleks istananya. Ia membangun kompleks istana begitu megah, yang sisa-sisanya masih bisa dilihat sekarang.
Babilon adalah ibukota Kerajaan Babilonia yang mencapai masa keemasannya di zaman Raja Nebukadnezar II. Wilayah ini juga dikenal sebagai Mesopotamia, artinya tanah di antara sungai-sungai. Kota babilonia terletak sekitar 90 kilometer sebelah selatan Baghdad, Irak dan diapit dua sungai besar, Sungai Tigris dan Sungai Eufrat. Itu memang kaya legenda, cerita dan sejarah. Kata Babilonia sendiri beraesal dari bahasa Akkadia yang berarti “Pintu Tuhan”.
Dalam catatan Herodotus, disebutkan bahawa saat Raja Nebukadnezar II yang menjadi raja di Kerajaan Babilonia (605-562 Sebelum Masehi), telah memerintahkan untuk membuat taman gantung yang sangat indah sebagai hadiah untuk sang permaisuri yang disayanginya.
Konon, taman ini dibangun Raja Nebukadnezar II untuk menghibur istrinya, Amyitis, putri Raja Medes dari Media. Awalnya, Raja Nebukadnezar II kerap melihat Amytis bersedih hati. Rupanya, kesedihan Amytis diakibatkan oleh kerinduan akan tanah kelahirannya di pegunungan Persia (Sekarang Iran) yang telah lama ia tinggalkan. Nah, agar Amyitis betah tinggal di Babilon maka dibangunlah taman itu.
Sebenarnya, taman gantung merupakan wujud arsitektur pertamanan khas Mesopotamia, yang telah dikenal sejak masa pemerintahan Raja Hammurabi di Kerajaan Babilonia Lama (1792-1750 Sebelum Masehi). Di antara bangunan kota yang tinggi mencuat di permukaan tanah itulah, biasanya ditanam tanamanan yang indah sehingga dari kejauhan terlihat seperti taman yang menggantung.
Taman gantung yang dibangun pada puncak kejayaan Raja Nebukadnezar II (sekitar 612 Sebelum Masehi) itu kemudian menjadi sangat terkenal di seluruh penjuru dunia dan dikagumi rancangannya hingga kini. Taman gantung Babilonia ini kemudian menjadi monumen agung kerajaan Babilonia yang tiada duanya.
Luas taman ini diperkirakan mencapai empat are. Wujud aristekturnya yang bertingkat tingkat membuat taman ini menjadi sangat unik. Taman gantung Babilonia ditanami berbagai pepohonan indah dan dilengkapi sistem pengairan hingga ketinggian 100 meter di atas permukaan tanah. Dari puncak taman ini dapat disaksikan pemandangan di sekeliling Kerajaan Babilonia.
Diodorus Siculus, sejarawan Yunani pada masa itu, menggambarkan hebatnya Taman Gantung yang dibuat  untuk Amyitis tersebut. Menurut Diodorus, lebar taman itu 400 kaki (sekitar 130 meter), panjang 400 kaki, sedangkan tingginya lebih dari 80 kaki (sekitar 26 meter).
Kini, sisa peninggalan Kerajaan Babilonia Baru itu masih dapat disaksikan di Babilon. Kompleks kota raja konon luasnya mencapai 21 kilometer persegi. Proses penggalian sisa kerajaan ini masih terus dilakukan. Di antara yang sudah terlihat dan sudah direstorasi adalah Istana Nebukadnezar yang luasnya mencapai 52.000 meter persegi. Selain itu, bangunan lain yang sudah direstorasi adalah Kuil Ishtar, Kuil Nabu, dan Kuil Ninimakh, serta Pintu Gerbang Ishtar.

No comments:

Post a Comment