Thursday, June 25, 2020

Bangunan Sejarah Tembok Besar Cina



Bangunan Sejarah Tembok Besar Cina
Sumber:
Riana, Deny.2008.Jelajah Sains Populer Keliling Dunia.Surabaya:  CV Al –Maktabah.

Tembok yang terletak di Republik Rakyat Cina ini benar-benar menajubkan. Tidak Cuma besar, panjang tembok juga luar biasa, yaitu 6.350 kilometer. Tingginya mencapai 8 meter, sedangkan lebar bagian atasnya 5 meter, dan lebar bagian bawahnya 8 meter. Setiap 180-270 meter di buat semacam menara pengintai. Adapun tinggi menara pengintai tersebut sekitar 11-12 meter.
Bagian dalam tembok berisi tanah yang bercampur dengan bata dan batu-batuan, sedangkan fondasinya menggunakan batu granit. Bagian atasnya dibuat jalan utama untuk pasukan berkuda. Di antara tembok itu dibangun juga jalan masuk ke tempat strategis.
Tembok ini terbentang mulai dari Linzhao di sebelah barat (sekrang terkenal dengan nama Provinsi Gansu) hingga ke sebelah timur di Liadong (saat ini menadi Provinsi Jilin). Kalau kita berdiri dan melihat tembok ini dari atas sebuah menara, kita akan melihat bentuk tembok ini seperti ular yang meliuk-liuk saking panjangnya. Jadi, tidak heran kalau Tembok besar ini terkenal di seluruh dunia.
Untuk membuat tembok raksasa ini, diperlukan waktu ratusan tahun apda zaman berbagai kaisar. Semula, diperkirakan Qin Shi Huang yang memulai pembangunan tembok itu, namun menurut peneiitian dan catatan literatur sejarah, tembok telah dibuat sebelum Dinasti Qin berdiri, tepatnya dibangun kali pertama zaman negara-negara di kawasan itu berperang.
Banyak yang memperkirakan tembok ini mulai berdiri pada masa Dinasti Zhou, sekitar tahun 770-476 Sebelum Masehi. Setelah itu, para kaisar dari berbagai dinasti di Cina memperluas dan merenovasinya. Tembok raksasa ini dibangun sebagai benteng pertahanan untuk mencegah serangan dari berbagai negara lain, sekaligus sebagai benteng untuk menghambat serangan dari kelompok suku yang berniat merusak atau merampok.
Kaisar Qin Shi-Huang meneruskan pembangunan dan pengokohan tembok yang telah dibbangun sebelumnya. Pada Dinasti Qin barulah dinding pemisah, yang dibangun oleh kerajaan Qin, Yan, dan Zhao, mulai terhubung dan membentuk satu sistem pertahanan di perbatasan utara. Inilah negara yang dipimpin oleh Kaisar Qin Shi Huang atau sering disebut sebagai Kaisar Pertama.
Setelah kerajaan bersatu dengan negara apda 214 Sebelum Masehi, sang kaisar benar-benar memerintahkan pembangunan tembok raksasa itu. Butuh waktu sekitar 10 tahun untuk menyelesaikan bangunan ini. Pada masa itu jgua sempat terjadi serangan dari suku yang tinggal di Cina Utara. Nah, untuk memperkuat pertahanan, Kaisar Wu dari Dinasti Han sempat memerintahkan agar tembok raksasa itu diperpanjang.
Sepeninggal Qin Shi Huang, pembuatan tembok ini sempat terhenti dan baru dilanjut kembali di zaman Dinasti Sui. Dinasti Ming juga ikut memperpanjang tembok ini, dan itu dikerjakan antara tahun 1368 hingga 1644 Masehi. Tak Cuma memperpanjang, Dinasti Ming juga berusaha memperkuat fungsi tembok ini sebagai penghambat serangan musuh, di antaranya dengan menempatkan meriam di beberpa bagian tembok. Bentuk tembok raksasa yang sekarang kita lihat adalah hasil pembangunan dari zaman Dinasti Ming.
Kini, tembok itu tidak Cuma jadi benteng pertahan dan simbol kekuatan kekaisaran di masa lalu, melainkan juga menjadi tujuan wisata yang wajib dikunjungi para turis mancanegara.
Pada tahun 1987, Tembok Besar Cina dimasukkan dalam daftar Situs Warisan Dunia UNESCO.

No comments:

Post a Comment