Tuesday, June 30, 2020

Asuhan Keperawatan Klien dengan Stenosis Mitral



Asuhan Keperawatan Klien dengan Stenosis Mitral
Sumber: Sudarta, I Wayan.2013.Asuhan Keperawatan Klien dengan Gangguan Sistem Cardiovasculer.Yogjakarta:Goyen Publishing.

A.      Batasan
Sumbatan aliran darah karena kelainan daun katup mitral yang mana mencegah terbukanya katup spontan saat diastole, menyebabkan kerja ventrikel kiri meningkat.

B.      Etiologi
1.       Rhd
2.       Karsinoid
3.       Rhematoid
4.       Arthritis
5.       Congenital

C.      Patofisiologi
Secara hemodinamik penderita stenosis mitral terjadi penyempitan dari katub mitral yang akan menghalani aliran darah dari atrium kiri ke dalam ventrikel kiri, lambat laun akan menambah beban volume dan tekanan atrium kiri akan berusaha untuk mengalirkan darah dalam jumlah yang cukup ke dalam ventrikel kiri, makin lama terjadi hipertropi dan delatasi atrium kiri yang akan menghambat aliran darah vena pulmonalis dan timbul bendungan paru yang secara pasif dan oedema intersititiel paru juga dapat menyebabkan bendungan arteri pulmonalis dan timbullah hipertensi pulmoner akibatnya ventrikel kanan kesulitan dalam memompa darah ke dalam arteri pulmonalis ehingga timbulah hipertropi dan delatasi ventrikel kanan akhirnya menyebabkan gagal jantung dan kongesti pembuluh balik secara sistemik.

D.      Gejala-gejala
1.       Dispnoea d’effort (sesak nafas waktu melakukan aktivitas), maka terjadi perubahan hemodinamik yaitu nadi cepat
2.       Orthopnoe
3.       Paroximal nucturnal dyspnoe
4.       Hemoptisis
5.       Lemah
6.       Oedema kaki

E.       Pemeriksaan Diagnostik
1.       Pemeriksaan Fisik
a.       Inspeksi: ictus cordis normal, pulsasi di epigastrum nampak jelas
b.      Palpasi: filtrasi pada apex oleh S1-keras thrill diastolik
c.       Auskultasi: murmur diastolik, S1 snapping
2.       Pemeriksaan Penunjang
a.       ECG
1)      Ditemukan hipertropi bilik aknan
2)      Dysretmia
3)      Deviasi axis kanan
b.      Thorax Foto: Calcifikasi pada pericardium, myocardium, atau pembuluh dfarah besar
c.       Echocardiography: mendeteksi adanya katup mitral dan aortik yang abnormal
d.      Chateterisasi jantung: mendeteksi tentang struktur dan fungsi masing-masing ruang jantung katup dan pembuluh darah

F.       Diagnosis Keperawatan
1.       Tidak toleransi terhadap aktivitas berhubungan dengan ketidakseimbangan asupan oksigen dengan kebutuhan dan kelemahan
2.       Tidak efektifnya pola nafas berhubungan dengan penurunan cardiac output
3.       Nyeri berhubungan dengan congestif pulmonal
4.       Kelebihan volume cairan berhubungan dengan penurunan cardiac output

G.     Rencana Intervensi
1.       Intervensi mandiri:
a.       Monitor tekanan darah tiap 4 jam selama belum stabil
b.      Laporkan jika irama jantung tidak teratur
c.       Pantau urine output dalam 24 jam
d.      Pantau nadi perifer, capilari refill
e.      Pantau berat badan tiap hari
f.        Dengarkan suara pernafasan dan suara jantung
g.       Diskusikan teknik manajemen stress
h.      Bantu klien beraktivitas sesuai indikasi, misalny berdiri
i.         Catat respon verbal/ non verbal nyeri, respon otomatis terhadap nyeri seperti keringat dan lain-lain, dan gunakan skala nyeri 0-10 untuk rentang intensitas
j.        Jelaskan tujuan pembatasan asupan cairan/ natrium pada orang terdekat
k.       Dorong klien untuk mempertahankan tirah baring dengan meninggikan kepala temapt tidur dengan sudut 45 derajat
2.       Manajemen Kolaboratif
a.       Berikan oksigen suplemen sesuai indikasi
b.      Berikan obat-obatan sesuai program
c.       Anti disretmia
d.      Obat inotropik
e.      Vasodelator
f.        Pantau elektrolit serum khusus kalium
g.       Batasi cairan indikasi baik oral maupun intravena

H.      Evaluasi
Kriteria Evaluasi:
Hasil akhir yang berhubungan dengan Diagnosis Keperawatan yang ada:
1.       Dapat beristirahat selama aktivitas
2.       Merasa lebih nyaman
3.       Frekuensi batuk dan piting oedema menurun
4.       Dapat menjelaskan
a.       Penyakit katup mitral secara sederhana
b.      Efek terapik medik
c.       Pembatasan asupan natrium dalam diet
d.      Bekerja, istirahat dan program aktivitas
e.      Menerima tindakan opeasi jika ada indikasi
f.        Merencanakan terapi medik secara kontinue

No comments:

Post a Comment