Thursday, June 25, 2020

Puncak Everest di Nepal dan Tibet


Puncak Everest di Nepal dan Tibet
Sumber: Riana, Deny.Jelajah Sains Populer Keliling Dunia. Surabaya: CV Al Maktabah.

Everest atau juga dikenal dengan sebutan Mount Everest (Gunung Everest) dalah tempat tertinggi di dunia ketinggiannya mencapai 8850 meter di atas permukaan laut. Mount Everest sendiri termasuk ke dalam rngkaian pegunungan Himalaya yang terletak di Nepal dan Tibet.
Di Nepal, gunung ini disebut Sagarmatha (bahasa Sansekerta untuk Dahi Langit) dan dalam bahasa Tibet Chomolangma atau Qomolangma (Bunda Semesta) .
Adapun nama Everest yang kini digunakan diambil dari nama Sir George Everest, pendaki asal Inggris yang pertama kali menemukan puncak tertinggi di dunia ini pada 17 Januari 1941. Nama ini diberikan oleh Sir Andrew Waugh, surveyor general India berkebangsaan Britania Raya, sebagai penghargaan kepada Sir George Everest. Akan tetapi, meskipun dianggap sebagai penemu puncak tertinggi ini, Everest sendiri tidak berhasil ke puncak gunung ini.
Puncak Mount Everest baru bisa dicapai pada 29 Mei 1953 oleh Sir Edmund Hillary dari Selandia Baru dan Tenzing Norgay, seorang penduduk asli Nepal. Mereka adalah anggota ekspedisi Inggris yang dipimpin oleh Sir John Hunt. Tim ini berangkat dari Kathmandu, Nepal, pada 1 Maret 1953 dan melakukan pendakian dari sisi selatan yang pada saat itu dikenal sebagai lereng yang tidak mungkin didaki. Namun, Hilary dn Norgay membuktikan bahwa pendakian dari sisi selatan pun bisa dilakukan dan sukses. Pada masa setelah Perang Dunia II, peluang menaklukkan puncak Mount Everest memang semakin besar karena mulai adanya peralatan yang lebih baik untuk kegiatan mendaki gunung, termasuk gunung bersalju seperti Everest, menjadi lebih mudah.
Adapun orang yang kali pertama mengukur ketinggian gunung ini adalah Radhanath Sikdar, juru ukur dan pakar matematika dari Bengal, India. Melalui perhitungan trigonometrik yang dilakukan pada tahun 1852, Sikdar menyatakan Everest sebagai puncak tertinggi. Perhitungan ini dilakukan menggunakan teodolit dari jarak 150 mil jauhnya di India. Sebagian rakyat India percaya bahwa puncak tersebut semestinya dinamakan menurut naman Sikdar, bukan Everest.
Sebenarnya, ukuran pasti Everest masih menjadi kajian para ilmuwan karena terdapat variasi dari segi ukuran ketika diukur pada tahun 1856, Everest mempunyai ketinggian 8.839 meter, tetapi dinyatakan sebagai 8.840 meter. Tambahan 0,6 meter (2 kaki) menunjukkan perasaan masa itu bahwa ketinggian yang tepat sebesar 29.000 kaki akan dianggap sebagai perkiraan yang dibulatkan.
Perkiraan umum yang digunakan pada saat ini adalah 8.850 meter yang diperoleh melalui bacaan Sistem Posisi Global (Global Positioning System-GPS) . Namun, baik pemerintah Nepal maupun pemerintahan RRC tempat di mana gunung ini berada belum mengesahkan ukuran tersebut secara resmi, mereka masih menganggap ketinggian Everest adalah 8.848 meter. Ilmuwan meyakini bahwa Everest masih terus bertambah tinggi akibat pergerakan lempeng teknologi di kawasan tersebut.

No comments:

Post a Comment