Tuesday, June 23, 2020

Mengenal Taj Mahal di India



Mengenal Taj Mahal di India
Sumber:
Riana, Deny.2008.Jelajah Sains Populer Keliling Dunia.Surabaya:  CV Al –Maktabah.

Di sebuah kota bernama Agra yang terletak di kawasan Uttar Pradesh, bagian utara India, berdiri sebuah bangunan indah. Sekilas bangunan ini mirip sebuah masjid. Akan tetapi, sebenarnya ini adalah sebuah makam. Namanya, Taj Mahal. Selama berabad-abad, bangunan ini menjadi inspirasi banyak orang karena keindahannya.
Boleh dibilang, Taj Mahal ini merupakan salah satu kreasi arsitektur paling indah di dunia. Banyak orang yang berondong-bondong mendatang bangunan yang terletak di tepi Sungai Yamuna ini untuk mengaguminya. Mereka kagum dengan keindahan bentuknya. Mereka juga kagum dengan kisah mengharukan yang ada dibalik berdirinya Taj Mahal.
Taj Mahal adalah bangunan cinta. Taj Mahal merupakan ungkapan kasih sayang suami kepada istrinya dalam wujud arsitektur mengagumkan. Dikisahkan, salah sat bangunan yang disebut sebagai bangunan paling indah di dunia itu dibangun atas perintah Sultan Sjah Jahan (Sjahjahan) sebagai ungkapan kasih sayang kepada mendiang istrinya, Arjumand Bano Begum yang dikenal dengan nama Begum Mumtaz Mahal.
Arjumand menikah dengan putra ketiga Raja Jahangir, Pangeran Khuram, ketika berusia 21 tahun. Sepanjang perkawinan itu, sang istri setia mendampingi suaminya di istana mereka yang mewah di Agra maupun di tenda sederhana saat perang.
Pada 1628 Khuram menjadi raja dan namanya pun berubah menjadi Shahjahan yang berarti sang raja dunia. Untuk sang istri, Shahjahan memberikan predikat tertinggi. Istrinya diberi gelar Mumtaz Mahal (Mahkota Kerajaan). Sayangnya, Mumtaz Mahal tidak ditakdirkan lama menjadi ratu. Sekitar 1631 Shahjahan mengadakan perjalanan ke wilayah selatan dan seperti biasa, Mumtaz Mahal menemaninya. Namun, dia meninggal ketika melahirkan anak ke 14 Shahjahan. Ketika Mumtaz Mahal meninggal, usianya sekitar 39 tahun. Untuk mengenang kepergian sang istri itulah, Shahjahan memutuskan untuk mendirikan makam indah yang terbuat dari marmer asli. Pada masa pemerintahan Shahjahan, perkembangan seni bangunan memang sedang memuncak.
Saking sayangnya kepada sang permaisuri, Syah Jehan berusaha mewujudkan arsitektur makam tersebut semegah mungkin, dengan bahan baku berkualitas, meskipun harus memakan waktu pembangunan selama 17 tahun. Bangunan makam yang terbuat dari marmer putih itu dibangun pada tahun 1631-1653 dengan mengerahkan 22.000 pekerja. Mereka yang bekerja adalah puluhan ahli seperti arsitek, pemahat, ahli kaligrafi, dan tukang batu adri seluruh India, Persia, Turki, Italia dan Perancis. Batu marmer dikumpulkan dari seluruh India, seperti Makrana dan Rajasthan. Batu khusus lainnya di datangkan dari Rusia, Cina, Afganistan, Persia, Asia Tengah dan Yaman.
Arsitektur Taj Mahal berisi kubah kecil dan kubah induk besar, serta dilengkapi dengan tiang menara kecil. Tinggi kubah induk Taj Mahal sekitar 75 meter, ditopang bentuk bangunan yang simetris sehingga dari kejauhan betul-betul terlihat agung dan monumental. Di sinilah jenazah permaisuri Syah Jehan dimasukkan ke dalam peti jenazah yang bertahtakan permata yang mahal. Makam besar (atau lebih sering disebut musoleum) ini juga dilapisi emas, perak bahkan berlian dan didirikan di pinggir sebuah sungai agar tidak tertutupi dengan bangunan lainnya.
Untuk menambah keasriannya, makam istimewa ini juga dilengkapi pertamanan. Deretan pohon cemara di halaman depan Taj Mahal menambah kesan anggun dari arsitektur yang monumental ini. Deretan pohon cemara ini juga berfungsi menuntun gerak sirkulasi pengunjung di area menuju Taj Mahal. Di depan halaman juga dibangun kolam besar yang ditumbuhi teratai dan dilengkapi air mancur.
Setelah selesai, tempat ini juga menjadi peristirahatan terakhir sang raja. Taj mahal kini sudah sangat terkenal ke seluruh penjuru dunia. Belum pernah terjadi dalam sejarah bahwa seorang suami menyatakan kasih sayang kepada mendiang istrinya dengan pembuatan makam yang seindah dan semegah Taj Mahal. Karya arsitektur Taj Mahal yang sangat mengagumkan dan akan terus dikenang dunia ini merupakan perpaduan antara kebudayaan Hindu dan kebudayaan Islam di India.

No comments:

Post a Comment