Friday, June 19, 2020

Keperawatan tentang Siklus Haid

Keperawatan tentang Siklus Haid

Sumber:

Martin,Reeder,griffin koniak.2014.Keperawatan Maternitas volume 1,EGC.Jakarta
Farmey Hellen,Dkk.10.2007.Buku ajar Asuhan Kebidanan edisi 4 volume1.EGC:Jakarta
http://www.scribd.com/doc/197739626/Mastodinia-atau-Mastalgiah

http://hamidahsity.blogspot.com/2013/05/makalah-menstruasi.html





BAB I
Konsep Dasar Masalah
1.1  Haid  dan Siklusnya

A.Pengertian
menstruasi adalah pendarahan secara periodik dan siklik dari uterus, disertai pelepasan (deskuamasi) endometrium. Sarwono (2007)
Prasetyaningtyas (2007)  mendefinisikan haid menurut logat,  haid itu asalnya ialah mengalir, yang dimaksud adalah darah yang keluar dari kemaluan perempuan saat sehat, bukan karena melahirkan anak ataupun robek selaput dara. Definisi klinis dari haid adalah perdarahan secara periodik dan siklis dari rahim disertai pelepasan endometrium
Menstruasi adalah situasi pelepasan endometrium dalam bentuk serpihan dan perdarahan akibat pengeluaran hormone estrogen dan progesterone yang turun dan berhenti sehingga terjadi vasokonstriksi pembuluh darah yang segera diikuti vasodilatasi. Manuaba (2009)
Pada wanita siklus menstruasi rata-rata terjadi sekitar 28 hari, walaupun hal ini berlaku umum, tetapi tidak semua wanita memiliki siklus menstruasi yang sama, kadang-kadang siklus terjadi setiap 21 hari hingga 30 hari. Biasanya, menstruasi rata-rata terjadi 5 hari, kadang-kadang menstruasi juga dapat terjadi sekitar 2 hari sampai 7 hari. Umumnya darah yang hilang akibat menstruasi adalah 10mL hingga 80mL per hari tetapi biasanya dengan rata-rata 35mL per harinya.
Lama keluarnya darah menstruasi juga bervariasi, pada umumnya lamanya 4 sampai 6 hari, tetapi antara 2 sampai 8 hari masih dapat dianggap normal. Pengeluaran darah menstruasi terdiri dari fragmen-fragmen kelupasan endrometrium  (dinding rahim bagian dalam) yang bercampur dengan darah yang banyaknya tidak tentu. Biasanya darahnya cair, tetapi apabila kecepatan aliran darahnya terlalu besar, bekuan dengan berbagai ukuran sangat mungkin ditemukan. Ketidakbekuan darah menstruasi yang biasa ini disebabkan oleh suatu sistem fibrinolitik lokal yang aktif di dalam endometrium.
Rata-rata banyaknya darah yang hilang pada wanita normal selama satu periode menstruasi telah ditentukan oleh beberapa kelompok peneliti, yaitu 25-60 ml. Konsentrasi Hb normal 14 gr/dl dan kandungan besi Hb 3,4 mg/g, volume darah ini mengandung 12-29 mg besi dan menggambarkan kehilangan darah yang sama dengan 0,4 sampai 1,0 mg besi untuk setiap hari siklus tersebut atau 150 sampai 400 mg per tahun
        Biasanya pada saat menstruasi wanita memakai pembalut untuk menampung darah yang keluar saat beraktivitas terutama saat tidur agar bokong dan celana tidak basah dan tetap nyaman. Pembalut harus diganti minimal dua kali sehari untuk mencegah agar tidak terjadi infeksi pada vagina atau gangguan-gangguan lainnya.
II. Perubahan Histologik PadaEndometrium  Dalam Siklus Haid

Pada  masa reproduksi dalam keadaan tidak hamil,selaput lendir uterus mengalami perubahan-perubahan siklik yang berkaitan erat dengan aktivitas ovarium.Dapat dibedakan fase –fase endometrium dalam siklus haid,yaitu:
a. Fase menstruasi atau deskuamasi
Dalam fase ini endometrium dilepaskan dari dinding uterus dissertai perdarahan.Hanya stratum basale yang tinggal utuh.Darah haid mengandung darah vena dan arteri drah merah sel-sel darah merah dalam hemolisis atau aglutinasi,sel-sel epitel dan stroma yang mengalami disintegrasi dan otolisis,dan sekret dari uterus,serviks,dan kelenjar-kelenjar vulva.Fase ini berlangsung 3-4 hari.
b.Fase pascahaid atau fase regenerasi
Luka endometrium yang terjadi  akibat pelepasan sebagian besar beraangsur-angsur sembuh dan ditutup kembali  oleh selaput lendir baru yang tumbuh dari sel-sel epitel endometrium.Pada waktu ini tebal endometrium  ±  0,5mm.Fase ini telah dimulai sejak fase menstruasi dan berlangsung ±4 hari.
c. Fase intermenstrum atau masa proliferasi
Dalam fase ini endometrium tumbuh menjadi setebal ±3,5 mm.Fase ini berlangsung dari hari ke-5 sampai hari ke-14 dri siklus haid.Fase proliferasi dapat dibagi atas 3 subfase,yaitu:
1.Fase proliferasi dini (early proliferation phase)
2.Fase proliferasi madya (midproliferation phase)
3.Fase proliferassi akhir (late proliferasi phase)

1).Fase proliferasi dini
Fase proliferasi dini berlangsung antarake-4 sampai hari ke-7.Fase ini dapat dikenal dari epitel permukaan yang tipis dan adanya regenerasi epitel,terutama dari mulut kelenjar.Kelenjar-kelenjar kebanyakan lurus,pendek dan sempit.Bentuk kelenjar ini merupakan ciri khas fase proliferasi,sel-sel kelenjar mengalami mitosis.
  2).Fase proliferasi madya
Fase ini berlangsung antara hari ke-8 sampai hari ke-10.Fase ini merupakan bentuk transisi dan dapat dikenal dari epitel permukaan yang berbentuk torak dan tinggi.Kelenjar berkeluk-keluk dan bervariasi.Sejumlah stroma mengalami edema.Tampak banyak mitosis dengan inti berbentuk telanjang (nake nucleus).
3).Fase proliferasi akhir
Fase ini berlangsung pada hari ke-11 sampai hari ke-14.Fase ini dapat dikenal dari permukaan kelenjar yang tidak rata dan dengan banyak mitosis.Inti epitel kelenjar membentuk pseudostratifikasi.Stroma tumbuh aktif dan padat.
d.Fase prahaid atau fase sekresi
Fase ini mulai  sesudah ovulasi dan berlangsung dari hari ke-14 sampai ke-28.Pada fase ini endometrium kira-kira tetap tebalnya,tetapi bentuk kelenjar berubah menjadi panjang,berkeluk-keluk,dan mengeluarkan getah,yang makin lama makin nyata.Dalam endometrium telah tertimbun glikogen dan kapur yang kelak diperlukan sebagai makanan untuk telur yang dibuahi.Memang tujuan perubahan ini adalah untuk mempersiapkan endometrium menerima telur yang dibuahi.Fase sekresi dibagi atas:
1.       Fase sekresi dini
Dalam fase ini endometrium lebih tipis daripada fase sebelumnya kareana kehilangan cairan.Pada saat ini dapat dibedakan beberapa lapisan,yakni:
a.    Stratum basale,yaitu lapisan endometrium bagian dalam yang berbatasan dengan lapisan miometrium;lapisan ini tidak aktif,kecuali mitosis pada kelenjar.
b.     Stratum spongiosum,yaitu lapisan tengah berbentuk anyaman seperti spons.Ini disebabkan oleh banyaknya kelenjar yang melebar dan berkeluk-keluk dan hanya sedikit stroma diantaranya.
c. Stratum kompaktum,yaitu lapisan atas yang padat.Saluran-saluran kelenjar sempit,lumennya berisi sekret,dan stromanya edema.
  2. Fase sekresi lanjutan
Endometrium dalam fase ini tebalnya 5-6 mm.Daalam fase ini terdapat peningkatan dari fase sekresi dini,dengan endometrium sangat banyak mengandung pembuluh darah yang berkeluk-kelukdan kaya dengan glikogen.Fase ini sangat ideal untuk nutrisi dan perkembangan ovum.Sitoplasma sel-sel stroma bertambah.Sel stroma menjadi sel desidua jika terjadi kehamilan










Gambaran Keadaan Hormon,dan proses menstruasi


Fisiologi Menstruasi
Haid adalah perdarahan secara periodik dan siklik dari uterus, disertai pelepasan
(deskuamasi) endometrium. Sekarang diketahui bahwa dalam proses ovulasi, yang memegang peranan penting adalah hubungan hipotalamus, hipofisis, dan ovarium (hypothalamic-pituitaryovariumaxis). Menurut teori neurohumoral yang dianut sekarang, hipotalamus mengawasi sekresi hormon gonadotropin oleh adenohipofisis melalui sekresi neurohormon yang disalurkan ke sel-sel adenohipofisis lewat sirkulasi portal yang khusus. Hipotalamus menghasilkan factor yang telah dapat diisolasi dan disebut Gonadotropin Releasing Hormone (GnRH) karena dapat merangsang pelepasan Lutenizing Hormone (LH) dan Follicle Stimulating Hormone (FSH) dari hipofisis.




III. KLASIFIKASI GANGGUAN HAID DAN SIKLUSNYA
A.    Gangguan yang berhubungan dengan haid dan siklusnya
1.         Hipomenorea
2.         Hipermenorea
3.         Polimenorea
4.         Oligomenorea
5.         Amenorea
B.     Perdarahan di luar haid
1.      Metroragia
C.     Gangguan lain yang ada hubungan dengan haid
1.         Pra Menstruasi Syndrome (ketegangan pra haid)
2.         Mastodinia
3.         Mittelschmerz (rasa nyeri pada ovulasi)
4.         Dismenorea

III.A. Gangguan yang berhubungan dengan haid dan siklusnya
1.Hipomenorae
Hipomenorea adalah perdarahan haid yang lebih pendek dan, sebab kelainan ini terletak pada konstitusi penderita, pada uterus ( misal : sesudah operasi mioma).
Hipomenorea tidak mengganggu fertilitas. Hipomenorea adalah pendarahan dengan jumlah darah sedikit,berlangsung selama 1-2 hari saja,dengan jumlah <40ml siklus regular.
Hipomenorea  adalah terjadinya perdarahan  menstruasi yang lebih sedikit dari biasanya dan lamanya kurang dari 3 hari. (Manuaba, 2003)
a.Tanda dan Gejala
                        1.Waktu haid singkat 1-3 hari
                        2.Darah yang keluar <40ml
b.Penyebab
Hipomenorea disebabkan oleh karena kesuburan endometrium kurang akibat dari kurang gizi, penyakit menahun maupun gangguan hormonal. Sering disebabkan karena gangguan endokrin. Kekurangan estrogen maupun progesterone, stenosis hymen, stenosis serviks uteri, sinekia uteri (sindrom asherman). Sebab-sebabnya dapat terletak pada konstitusi penderita, pada uterus (misalnya sesudah meomektomi), pada gangguan endoktrin, dan lain-lain, kecuali bila ditemukan sebab yang nyata, terapi terdiri atas menenangkan penderita.
2.      Hipermenorea
Hipermenorea adalah perdarahan haid yang banyak dan berlangsung 2-6 hari saat mentruasi.
a.Penyebab
kelainan pada uterus (mioma, uterus hipoplasia, infeksi genitalia interna),Kelainan darah ,Gangguan fungsional
3.Polimenorea
Polimenorrhea adalah kelainan haid dimana siklus kurang dari 21 hari5 dan menurut literatur lain siklus lebih pendek dari 25 hari6,12. Gejala haid tidak normal penyebab anemia lain adalah polimenorhea, kondisi siklus haid yang berjalan lebih pendek dari periode haid normal. Haid polimenorhea terjadi jika siklus haid berjalan kurang dari 21 hari.
a.       Penyebab
Bila siklus pendek namun teratur ada kemungkinan stadium proliferasi pendek atau stadium sekresi pendek atau kedua stadium memendek. Yang paling sering dijumpai adalah pemendekan stadium proliferasi. Bila siklus lebih pendek dari 21 hari kemungkinan melibatkan stadium sekresi juga dan hal ini menyebabkan infertilitas. Siklus yang tadinya normal menjadi pendek biasanya disebabkan pemendekan stadium sekresi karena korpus luteum lekas mati. Hal ini sering terjadi pada disfungsi ovarium saat klimakterium, pubertas atau penyakit kronik seperti TBC6.Kelainan haid biasanya terjadi karena ketidak seimbangan hormon-hormon yang mengatur haid, namun dapat juga disebabkan oleh kondisi medis lainnya. Banyaknya perdarahan ditentukan oleh lebarnya pembukuh darah, banyaknya pembuluh darah yang terbuka, dan tekanan intravaskular. Lamanya pedarahan ditentukan oleh daya penyembuhan luka atau daya regenerasi. Daya regenerasi berkurang pada infeksi, mioma, polip dan pada karsinoma.
c. Tanda dan gejala
1.Mengalami menstruasi 2x/lebih dalam 1 bulan
4.Oligomenorea
Istilah oligomenore digunkan untuk aliran mentruasi yang tidak sering atau hanya sedikit. Sementara beberapa penulis menyatakan hanya untuk aliran menstruasi yang tidak sering, atau berkurangnya jumlah menstruasi, disebut oligomenore, dan menyatakan hipominore untuk perdarahan yang sedikit tetapi teratur [20], kedua kondisi tersebut terjadi hampir sama, dan istilah oligomenore sering kali digunakan dalam klinik untuk kedua bentuk pengurangan aliran menstruasi tersebut. Penting untuk diperhatikan bahwa oligomenore sering kali menggunakan gambaran dan perkembangan normal atau proses fisiologis, dan tidak selalu menjadi tanda dari penyakit atau proses patologi.
Waktu kejadian oligomenore yang paling sering adalah pada tahun-tahun pertama setelah menarke dan atau pada dekade sebelum menopause. Perdarahan yang sedikit selam dua periode waktu yang disebutkan diatas merupakan bagian dari perkembangan yang normal, jarang memerlukan intervensi, kecuali dalam bentuk pemberian pendidikan kesehatan untuk wanita tentang kenormalan  perdarahan yang sedang terjadi penyebab yang sering terjadi adalah anovulasi-bagi para remaja,hal in disebabkan karena ovulasi yang belum teratur, dan pada perimenopaus hal ini disebabkan karena ia mengalami pematangan ke arah status monopause , yaitu saat ovulasi tidak terjadi lagi.
a.Penyebab
 oligomenore non patologis lain, adalah penggunaan, atau penghentian dari, penggunaan konstrasepsi hormon.penggunaaan konstrasepsi hormon,depoprofera, nonplant, atau AKDR yang mengandung hormon, sering kali mengurangi aliran atau waktu terjadinya menstruasi , dan jika salah metode pengaturan kehamilan ini dihentikan akan menimbulkan pelambatan kembalinya ke pola menstruasi yang teratur. Hal ini terutama terjadi pada penggunaan depoProvera : setelah menghentikan penggunaan depoprovera,mungkin perlu waktu setahun untuk kembali ke pola  yang normal
Faktor lain dapat berperan dalam oligomenore . faktor-faktor tersebut mencakup insietas dan strees, penyakit kronis, obat-obatan tertentu, bahaya ditempat krja dan lingkungan, status penyakit, nutrisi yang buiruk, olahrtaga berat,dan penurunan berat badan yang signifikan. Selain itu, adanya malfungsi sepanjang aksis HPO dapat mengakibatkan penurunan aliran mestruasi.penyakit dan kondisi yang mungkin terjadi pada aksis regulasi ini antara lain hiperprolaktiminea, syndrom cushing dan syndrom ovarium polikistik (polycystic ovarian symdrome , PCOS ). Selain aksis HPO, adanya gangguan funsi tiroid atau adrenalin juga dapat menyebabkan oligomenore
5.Amenorea
Amenore merupakan perubahan umum yang terjadi pada beebrapa titik dalam sebagian besar siklus menstruasi wanita dewasa. Sepanjang kehidupan individu, tidak adanya menstruasi dapat bekaitan dengan kejadian hidup yang normal seperti kehamilan, menopause, atau penggunaan metode pengendalian kehamilan. Selain itu, terdapat beberapa keadaan atau kondisi yang berhubungan dengan amenore yang abnormal, dan tantangan bagi para pemberi pelayan kesehatan adalah untuk membedakan antara amenore yang normal dan yang abnormal, serta menemukan penyebab amenore abnormal.
Istilah amenore secara tradisional ditetapkan pada salah satu dari tiga kondisi klinis di bawah ini :
1.    Masa remaja awal (usia 14 tahun atau lebih muda), yang belum pernah mengalami mens dan belum meampakkan adanya tanda – tanda karakteristik seksual sekunder.
2.    Masa remaja (usia 16 tahun atau lebih muda), yang belum pernah mengalami mens, atau yang belum menampakkan tanda- tanda fisik adanya karakteristik seksual sekunder.
3.    Wanita yang sudah pernah menstruasi, namun tidak mengalami menstruasi dalam waktu yang berkisar antara 3 sampai 6 bulan.
Dua kondisi pertama telah digambarkan sebagai amenore primer, sedangkan kondisi yang ketiga ditetapkan sebagai amenore sekunder. Walaupun demikian, mahasiswa klinis seperti speroff dkk, telah memberikan peringatan terhadap penggunaan label tersebut karena dapat mengarahkan praktisi untuk tidak menggunakan kriteria diagnosis tertentu yang mungkin sesuai dengan tidak adanya menstruasi, tanpa mengindahkan kapan hal tersebut terjadi dalam kehidupan individu.
a.Penyebab
Perpanjangan stadium folikuller; perpanjangan stadium luteal; kedua stadium menjadi panjang; pengaruh psikis; pengaruh penyakit : TBC
III.B. Perdarahan di luar haid                                                                                          
1. Metrorargia
Metroragia adalah perdarahan yang tidak teratur dan tidak ada hubungannya dengan haid. Metroragia merupakan suatu perdarahan iregular yang terjadi di antara dua waktu haid. Pada metroragia, haid terjadi dalam waktu yang lebih singkat dengan darah yang dikeluarkan lebih sedikit. Metroragia tidak ada hubungannya dengan haid, namun keadaan ini sering dianggap oleh wanita sebagai haid walaupun hanya berupa bercak
a.       Klasifikasi
1.    Metroragia oleh karena adanya kehamilan; seperti abortus, kehamilan ektopik.
2.    Metroragia diluar kehamilan.

b.      Sebab-sebab
Penyebab Metroragi yang mungkin
1.      Kehamilan
Intrauteri
Ektopik
Neoplasma trophoblastik gestasional
2.      Infeksi (biasanya berkaitan dengan PRP, penggunaan AKDR, atau prosedur intrauteri yang menggunakan instrumen)
Endometritis
Salpingitis
3.      Penggunaan AKDR
4.      Pasca ligasi tuba (masih kontroversi)
5.      Ovulasi
6.      Penyebab hormon :
OCP, Depo,Norplant
HRT
Obat-obatan, herbal
Gangguan tiroid
7.      Neoplasia :
Kista ovarium
Miomata uteri (fibroid)
Adenomiosis ( jaringan endometrium yang berada dalam miometrium)
Hiperplasia endometrium
Polips
Karsinoma
8.      Kelainan koagulasi
Bawaan (misal penyakit von willebrand)
Didapat ( misal idiopathic thrombocytpenia purpura [ITP])
Farmakologis (misal penggunaan heparin, atau bahkan aspirin)
9.      Penyakit organ
Misal gagal hati atau gagal ginjal

III.C. Gangguan lain yang ada hubungan dengan haid
1.PMS (Pre Menstruasi Syndrome)
Ketegangan sebelum haid terjadi beberapa hari sebelum haid bahkan sampai menstruasi berlangsung. Terjadi karena ketidakseimbangan hormon estrogen dan progesterom menjelang menstruasi
a.    Gejala klinik
Gejala klinik dari pre menstrual syndrome adalah gangguan emosional; gelisah, susah tidur; perut kembung, mual muntah; payudara tegang dan sakit; terkadang merasa tertekan.
2.Mastodinia
Mastodinia adalah rasa kencang dan sakit pada payudara yang disebabkan oleh pembesaran payudara. Pembesaran ini diasebabkan oleh vaskularisasi payudara yang bertambah, pertumbuhan kelenjar asinus dan duktus yang dipengaruhi oleh hormon progesterone dan estrogen
3.Mittelscgmerz
Jika seorang wanita kadang-kadang mengalami rasa sakit di salah satu sisi perut bagian bawah dan tidak tahu gejala tersebut, sebaiknya lacak siklus haid. Jika itu terjadi di pertengahan siklus menstruasi- sekitar 14 hari sebelum periode menstruasi berikutnya - kemungkinan besar wanita tersebut mengalami suatu kondisi yang disebut mittelschmerz. Sebuah kata Jerman yang berarti "rasa sakit di pertengahan".
                                                                                         
a.       Gejala

            Gejala utama mittelschmerz sangat khas, sisi perut bagian bawah terasa sakit atau tidak nyaman. Rasa sakit dapat beralih sisi setiap bulan atau setiap kali terjadi. Mungkin juga bisa dirasakan pada sisi yang sama selama beberapa bulan berturut-turut. Rasa sakit terjadi pada sisi di mana wanita berovulasi.

Rasa sakit biasanya berlangsung beberapa menit sampai beberapa jam, tetapi mungkin terus selama satu atau dua hari. Sakit yang muncul akibat mittelschmerz antara lain:
* Rasa sakit yang terasa seperti kram
* Tiba-tiba sakit dan nyeri
* Pendarahan ringan disertai dengan cairan vagina
Lokasi dan waktu rasa sakit dapat membantu mengidentifikasi mittelschmerz, terutama jika seorang wanita memiliki riwayat itu. Melacak siklus menstruasi selama beberapa bulan terakhir dan catatan atas rasa sakit sangat berguna dalam pelacakan. Jika itu terjadi di pertengahan siklus dan pergi tanpa pengobatan, kemungkinan besar wanita tersebut mengalami mittelschmerz.

4.Disminorea
Menurut Surtiretna (2001), Dismenore adalah rasa sakit yang menyerupai kejang, terasa di perut bagian bawah, dan biasanya dimulai 24 jam sebelum haid, dan berlangsung sampai 12 jam pertama dari masa haid.
Menurut Dianawati (2003), Dismenore merupakan kekakuan atau kejang di bagian bawah perut dan terjadi pada waktu menjelang atau selama menstruasi.
Menurut Ramaiah (2006), Dismenore adalah nyeri atau kram pada perut yang dirasakan sebelum dan selama menstruasi.
a.Gejala Dismenore
       Dismenore menyebabkan nyeri pada perut bagian bawah, yang bisa menjalar ke punggung bagian bawah dan tungkai. Nyeri dirasakan sebagai kram yang hilang-timbul atau sebagai nyeri tumpul yang terus menerus ada. Biasanya nyeri mulai timbul sesaat sebelum atau selama menstruasi, mencapai puncaknya dalam waktu 24 jam dan setelah 2 hari akan menghilang. Dismenore juga sering disertai oleh sakit kepala, mual, sembelit atau diare dan sering berkemih. Kadang sampai terjadi muntah. Menurut Maulana (2008) mengatakan bahawa gejala dan tanda dari dismenore adalah nyeri pada bagian bawah yang bisa menjalar ke punggung bagian bawah dan tungkai. Nyeri dirasakan sebagai kram yang hilang timbul atau sebagai nyeri tumpul yang terus menerus ada. Biasanya nyeri mulai timbul sesaat sebelum atau selama menstruasi, serta mencapai puncaknya dalam 24 jam dan setelah 2 hari akan menghilang. Dismenore juga sering disertai oleh sakit kepala, mual, sembelit, diare dan sering berkemih. Kadang terjadi sampai muntah.

B Klasifikasi Dismenore
      Nyeri haid dapat digolongkan berdasarkan jenis nyeri dan ada tidaknya kelainan yang dapat diamati. Berdasarkan jenis nyeri, nyeri haid dapat dibagi menjadi, dismenore spasmodik dan dismenore kongestif.

a. Nyeri Spasmodik
      Nyeri spasmodik terasa di bagian bawah perut dan berawal sebelum masa haid atau segera setelah masa haid mulai. Banyak perempuan terpaksa harus berbaring karena terlalu menderita nyeri itu sehingga ia tidak dapat mengerjakan apa pun. Ada di antara mereka yang pingsan, merasa sangat mual, bahkan ada yang benar-benar muntah. Kebanyakan penderitanya adalah perempuan muda walaupun dijumpai pula pada kalangan yang berusia 40 tahun ke atas. Dismenore spasmodik dapat diobati atau paling tidak dikurangi dengan lahirnya bayi pertama walaupun banyak pula perempuan yang tidak mengalami hal seperti itu.

b. Nyeri Kongestif
     Penderita dismenore kongestif yang biasanya akan tahu sejak berhari-hari sebelumnya bahwa masa haidnya akan segera tiba. Dia mungkin akan mengalami pegal, sakit pada buah dada, perut kembung tidak menentu, beha terasa terlalu ketat, sakit kepala, sakit punggung, pegal pada paha, merasa lelah atau sulit dipahami, mudah tersinggung, kehilangan keseimbangan, menjadi ceroboh, terganggu tidur, atau muncul memar di paha dan lengan atas. Semua itu merupakan simptom pegal menyiksa yang berlangsung antara 2 dan 3 hari sampai kurang dari 2 minggu. Proses menstruasi mungkin tidak terlalu menimbulkan nyeri jika sudah berlangsung. Bahkan setelah hari pertama masa haid, orang yang menderita dismenore kongestif akan merasa lebih baik.
    Sedangkan berdasarkan ada tidaknya kelainan atau sebab yang dapat diamati, nyeri haid dapat dibagi menjadi, dismenore primer dan dismenore sekunder.
a. Dismenore Primer
    Dismenore primer adalah nyeri haid yang dijumpai tanpa kelainan pada alat – alat genital yang nyata. Dismenore primer terjadi bersamaan atau beberapa waktu setelah menarche biasanya setelah 12 bulan atau lebih, oleh karena siklus – siklus haid pada bulan – bulan pertama setelah menarche umumnya berjenis anovulator yang tidak disertai dengan rasa nyeri. Rasa nyeri timbul tidak lama sebelumnya atau bersama – sama dengan permulaan haid dan berlangsung untuk beberapa jam walaupun pada beberapa kasus dapat berlangsung beberapa hari. Sifat rasa nyeri adalah kejang, biasanya terbatas pada perut bawah tetapi dapat menyebar ke daerah pinggang dan paha. Bersamaan dengan rasa nyeri dapat dijumpai rasa mual, muntah, sakit kepala, diare dan iritabilitas (Wiknjosastro, 1999). Dismenore primer sering dimulai pada waktu perempuan mendapatkan haid pertama dan sering dibarengi rasa mual, muntah, dan diare. Gadis dan perempuan muda dapat diserang nyeri haid primer. Dinamakan dismenore primer karena rasa nyeri timbul tanpa ada sebab yang dapat dikenali. Nyeri haid primer hampir selalu hilang sesudah perempuan itu melahirkan anak pertama, sehingga dahulu diperkirakan bahwa rahim yang agak kecil dari perempuan yang belum pernah melahirkan menjadi penyebabnya, tetapi belum pernah ada bukti dari teori itu. Nyeri haid yang disebabkan karena kelainan yang jelas dinamakan dismenore sekunder. Nyeri haid yang baru timbul 1 tahun atau lebih sesudah haid pertama dapat dengan mudah ditemukan penyebabnya melalui pemeriksaan yang sederhana. Jika pada usia 40 tahun ke atas timbul gejala nyeri haid yang tidak pernah dialami, penting sekali baginya untuk memeriksakan diri.

b.      Dismenore Sekunder

    Dismenore sekunder adalah nyeri haid yang disertai kelainan anatomis genitalis (Manuaba, 2001). Sedangkan menurut Hacker (2001) tanda – tanda klinik dari dismenore sekunder adalah endometriosis, radang pelvis, fibroid, adenomiosis, kista ovarium dan kongesti pelvis. Umumnya, dismenore sekunder tidak terbatas pada haid, kurang berhubungan dengan hari pertama haid, terjadi pada perempuan yang lebih tua (tiga puluhan atau empat puluhan tahun) dan dapat disertai dengan gejala yang lain (dispareunia, kemandulan dan perdarahan yang abnormal).


No comments:

Post a Comment