Friday, July 10, 2020

Pengaruh Revolusi Amerika Serikat, Revolusi Perancis, Revolusi Uni Soviet (Rusia), Revolusi Industri (Inggris) Terhadap Indonesia

PENGARUH REVOLUSI AMERIKA SERIKAT, REVOLUSI PERANCIS, REVOLUSI RUSSIA, REVOLUSI INDUSTRI TERHADAP INDONESIA

(sumber: Ali, Nur. Modul Bahan Ajar Sejarah. MGMP Sejarah: Ponorogo.)



(Gambar, bendera Amerika Serikat, United Soviet Sosialist of Republic (Rusia), France, Britania Raya)

A.      REVOLUSI AMERIKA

I          Penjajahan Bangsa Barat

1)      Amerika Latin (Amerika Tengah dan Selatan) yang menjadi jajahan Spanyol dan Portugis, mereka berbudaya dan berbahasa Latin serta memeluk agama Katolik.

2)      Amerika Anglo-Saxon (Amerika Utara, yakni Amerika Serikat dan Kanada) yang menjadi jajahan Inggris dan Perancis, mereka berbudaya dan berbahasa Anglo-Saxon serta memeluk agama Protestan. Namun setelah terjadi Perang Tujuh Tahun (1756-1763) dan Perancis kalah, maka atas dasar Perdamaian Paris (1763) wilayah Amerika Utara menjadi jajahan Inggris dan Perancis harus angkat kaki dari Amerika Utara.

II        Latar Belakang Lahirnya Revolusi Amerika

Revolusi Amerika adalah proses perjuangan yang dilakukan oleh 13 koloni Inggris untuk memperoleh kemerdekaan dari Inggris, sehingga nantinya dikenal sebagai Perang Kemerdekaan Amerika. Pembentukan Koloni pada dasarnya berawal dari imigran Inggris yang dating ke Amerika untuk mencari kebebasan beragama karena agamanya dilarang oleh pemerintah Inggris. Imigran Inggris tersebut nantinya berhasil mengalahkan Suku Indian (penduduk asli Amerika) dan mereka membentuk koloni di Amerika. Secara garis besar Revolusi Amerika dilatar belakangi oleh:

a         Lahirnya paham kebebasan dalam bidang politik

Imigran Inggris di Amerika berpendapat bahwa mereka adalah manusia merdeka yang membangun koloni di Dunia Baru dan merekalah yang berhak memerintah Amerika. Paham kebebasan  mereka ditentang oleh Pemerintah Inggris dengan alasan atas dasar Perdamaian Paris 1763 maka daerah Amerika Utara adalah kekuasaan Pemerintah Inggris dan yang berhak memerintah adalah pemerintah Inggris, bukan kaum imigran.

b        Lahirnya paham kebebasan dalam perdagangan

Pemerintah Inggris mewajibkan kaum koloni untuk menjual hasil bumi Amerika hanya kepada Pemerintah Inggris saja dan mewajibkan pula kaum koloni untuk membeli barang-barang industry Pemerintah Inggris saja. System monopoli ini ditentang oleh kaum koloni yang menghendaki system perdagangan bebas.

c         Adanya penarikan pajak yang sewenang-wenang

Untuk mengisi kas Negara yang kosong sebagai akibat Perang Tujuh Tahun, Raja George III dari Inggris menarik pajak pertahanan dan pajak koloni kepada penduduk koloni, penarikan pajak ini ditentang oleh penduduk koloni yang dipimpin oleh Samuel Adam dengan semboyan “No taxation without represtation” (tidak ada pajak tanpa adanya perwakilan), maksudnya kaum koloni bersedia membayar pajak asal mereka dianggap sebagai warga Negara Inggris dan mewakili perwakilan di Parlemen Inggris.

d        Sebab Khusus: Peristiwa “The Boston Tea Party”

Pada tanggal 27 November 1773, kapal Inggris yang memuat the berlabuh di pelabuhan Boston. Atas datangnya the ini warga colonial harus membayar pajak the kepada pemerintah Inggris. Warga colonial menolak bahkan ada yang menyamar sebagai orang Indian dan menyusup ke kapal tersebut dan membuang 342 peti the ke laut.

III      Jalannya Revolusi Amerika Serikat

Setelah terjadinya Peristiwa “The Boston Tea Party”, pemerintah Inggris mengeluarkan Undang-undang Paksa (Coervice Act) Tahun 1774 yang memperbolehkan tentara Inggris untuk menangkap dan menyerang orang-orang yang dicurigai. Akibatnya pada tanggal 19 April 1775, tentara Inggris yang dipimpin Letkol Francis Smith menyerang penduduk Boston, dengan alasan untuk menangkap John Hannock dan Samuel Adam sebagai dalang utama penentang pemerintah Inggris. Kaum koloni lain membela Boston sehingga meletuslah Revolusi Amerika yang dipimpin oleh George Washington.

Pada awalnya, Revolusi Amerika bertujuan untuk menentang penindasan yang dilakukan pemerintah Inggris, tetapi setelah Thomas Paine menulis famlet yang berjudul “Common Sense” (Pikiran Sehat) tahun 1776, akhirnya tujuannya berubah menjadi peruangan untuk mencapai kemerdekaan. Akibatnya pada tanggal 4 Juli 1776, ke 13 daerah koloni memproklamirkan kemerdekaannya. Proklamasi Amerika berjudul “Declaration of Independence” yang disusun oleh Thomas Jefferson dalam kongres di Philadelpia. Nama negaranya adalah United State of Amerika (USA) yang terdiri atas 13 negara bagian (New Hampshire, Massachusetts, Rhode Island, Connecticut, New York, New Jersey, Pennsylvania, Delaware, Maryland, Virgina, North Carolina, South Carolina, dan Georgia). Ke-13 koloni tersebut dikenal sebagai “The Thirteen Original States” (sekarang menjadi 50 negara bagian).

Selain melalui perjuangan fisik, dilakukan pula perjuangan diplomasi ke Negara-negara Eropa yang dipimpin Benjamin Franklin. Hasilnya Perancis mengakui kemerdekaan Amerika (1778) dan mengirimkan pasukannya dibawah pimpinan Jenderal Lafayette untuk membantu Amerika melawan Inggris. Kemudian Spanyol mengumumkan perang terhadap Inggris dengan alasan untuk mendapatkan kembali Gibraltar dan Florida dari tangan Inggris. Akibatnya tentara Inggris yang dipimpin Jenderal Cornwallis menyerah di kota Yorktown dan atas dasar Perjanjian Paris (1783) Inggris mengakui kemerdekaan Amerika.

IV      Dampak Revolusi Amerika

1.       Tersebarnya paham kebebasan dan kemerdekaan baik di Eropa maupun di seluruh Dunia.

2.       Menjadi pendorong meletusnya Revolusi Perancis.

3.       Memberi inspirasi timbulnya perang kemerdekaan Negara-negara Amerika Latin untuk menentang penjajahan Spanyol dan Portugis.

4.       “Declaration of Independence” (1776) yang di dalamnya berisi “human right” menjadi dasar tentang pernyataan hak asasi manusia dalam Piagam Perserikatan Bangsa-bangsa.

5.       Bagi Indonesia: Declaration of Independece 1776 yang berisi pengakuan tentang hak-hak asasi manusia ditambah pernyataan Presiden Wodrow Wilson tentang penentuan nasib sendiri nantinya:

a)      Mempengaruhi perjuangan organisasi pergerakan kebangsaan di Indonesia. Terbukti, perhimpunan Indonesia mencantumkan asasnya: mengusahakan suatu pemerintahan Indonesia yang bertanggung jawab hanya kepada rakyat Indonesia.

b)      Mempengaruhi penyususnan Teks Proklamasi Indonesia dan penyusunan Undang-undang Dasar 1945 terutama pembukaan alinea pertama: Bahwa sesungguhnya kemerdekaan itu adalah hak segala bangsa dan oleh sebab itu maka penjajahan di dunia harus dihapuskan karena tidak sesuai dengan peri kemanusiaan dan peri keadilan.

c)       Langkah-langkah untuk mempertahankan kemerdekaan Amerika yang dilakukan melalui perjuangan fisik dan diplomasi nantinya untuk mempertahankan kemerdekaan. Misalnya melalui konfrontasi fisik (perang kemerdekaan) dan diplomasi ke Negara-negara Timur Tengah yang dipimpin H. Agus Salim.


B.      REVOLUSI PERANCIS

I          Pengertian:

Revolusi Perancis adalah perubahan secara cepat dalam waktu yang singkat terutama dalam dua hal:

1.       Sistem Pemerintahan (system absolutism berubah menjadi system demokrasi).

2.       Struktur masyarakat, yang semula terdiri dari golongan bangsawan dan gereja (dengan hak istimewa) dan rakyat biasa (tanpa hak) berubah menjadi masyarakat yang memiliki hak-hak yang sama.

i.                     Latar Belakang:

1)      Lahirnya rasionalisme (paham yang berpendapat bahwa akal budi atau nalar merupakan sumber dari segala kebenaran) dan Aufklarung ( abad pencerahan yakni abad XV yang sebelumnya disebut jaman kegelapan, karena ketika itu manusia tidak dimanusiakan oleh pihak gereja dengan tidak diperkenankan memberikan inspirasi dan hak oleh Paus yang kemudian digant oleh humanis dan renesan). Tokohnya antara lain:

a)      Decartes dengan dalilnya “Cogito Ergon Sum”, saya berpikir karena itu saya ada.

b)      Monsteque dengan teorinya “Trias Politica”, yakni tiga sendi kekuatan dalam negara: Legislative Power (Pengawas Undang-undang), Executive Power (Pelaksanaan Undang-undang), dan Yudicative Power (Pengawas Undang-undang). Teori Monsteque mendapat pengaruhnya dari teori John Locke (pakar Tatanegara Inggris) tentang pemisahan kekuasaan negara: Legislative Power (Pengawas Undang-undang), Executive Power (Pelaksanaan Undang-undang), dan Yudicative Power (Pengawas Undang-undang).

c)       Voltare dengan bukunya “Kebebasan dan Kemerdekaan”.

d)      Denis Diderot dan JD. Alembert dengan bukunya “Encyclopedie”.

2)      Lahirnya Romantisme (gerakan seni, sastra dan intelektual yang berasal dari Eropa pada abad XVIII  ) yang dipelopori J. J. Rousseau dengan bukunya “Contrac Social” (Perjanjian masyarakat).

3)      Pelaksanaan Feodalisme (struktur pendelegasian kekuasaan sosiopolitik yang dijalankan kalangan bangsawan/monarki untuk mengendalikan berbagai wilayah yang diklaimnya melalui kerja sama dengan pemimpin-pemimpin lokal sebagai mitra) yang nantinya membawa ketidakadilan dalam:

a)      Bidang politik: yang berhak memegang pemerintahan adalah golongan bangsawan dan golongan agama, sedangkan rakyat jelata tidak punya  hak untuk memerintah. Akibatnya timbullah sistem pemerintahan yang bersifat korup.

b)      Bidang ekonomi: golongan bangsawan dan agama memiliki hak istimewa yaitu bebas dari membayar pajak dan boleh menarik pajak terhadap rakyat jelata. Sedangkan rakyat jelata wajib membayar pajak baik kepada raja atau negara maupun kepada bangsawan dan golongan agama.

c)       Bidang sosial: kehidupan masyarakat Perancis dibedakan menjadi tiga golongan yaitu golongan bangsawan, golongan agama (keduanya memiliki hak-hak istimewa) dan golongan rakyat jelata (tidak punya hak apa-apa).

4)      Adanya Monarkhi Absolut yang buruk sejak pemerintahan Louis XIV yang dikenal sebagai “Ancien Regime” yang artinya pemerintahan kuno yang kejam, yang memiliki ciri-ciri sebagai berikut:

a)      Kekuasaan raja tidak terbatas dan tidak diawasi oleh parlemen.

b)      Kekuasaan raja tidak diatur dan tidak dibatasi oleh Undang-undang (Raja Lousi XIV berkata “L’etat C’est Moi” yang artinya negara adalah saya).

c)       Raja memerintah secara turun temurun dan bertindak sewenang-wenang.

d)      Raja menganggap dirinya sebagai wakil Tuhan sehingga tidak pernah salah.

5)      Terjadinya kekosongan kekuasaan (Vacum of Power) sejak pemerintahan Louis XVI yang tidak punya wibawa sehingga memberikan kesempatan untuk mengadakan revolusi.

6)      Pengaruh perang kemerdekaan Amerika Serikat (1774-1783) dimana pahlawan Perancis “Lafayette” setelah berhasil membantu Amerika memproklamirkan kemerdekaannya, ia pulang ke Perancis untuk mengorbankan revolusi.

7)      Sebab khusus, yaitu terjadinya krisis keuangan. Di bawah Raja Louis XIV dan Louis XV anggaran negara selalu mengalami defisit. Peristiwa ini mencapai puncaknya pada masa pemerintahan Raja Louis XVI yang bersama permaisurinya Maria Antoinette menghambur-hamburkan uang negara. Akibatnya pada tanggal 14 Juli 1789 meletuslah Revolusi Perancis yang ditandai dengan penyerbuan penjara Bastille yang merupakan lambang kekuasaan raja yang sewenang-wenang. Dalam revolusi tersebut yang didengungkan semboyan “Liberte, Egalite, Fraternite” yang artinya kebebasan, persamaan, dan persaudaraan. Salah satu tokohnya ialah Napoleon Bonarpate yang nantinya dapat menyelamatkan Perancis dari kekacauan.

ii.                   Dampak Revolusi Perancis

a.       Bidang Politik

1)      Berkembangnya nasionalisme, liberalisme dan demokrasi.

2)      Undang-undang menjadi kekuasaan tertinggi.

3)      Timbulnya ide aksi-aksi revolusioner.

b.      Bidang Ekonomi

1)      Penghapusan pajak feodal.

2)      Petani menjadi pemilik tanah.

c.       Bidang Sosial

1)      Timbulnya susunan masyarakat baru dimana setiap warga negara memiliki hak-hak yang sama.

2)      Pendidikan dan pengajaran menjadi hak setiap warga negara.

d.      Bagi Indonesia

Revolusi Perancis berpengaruh kuat di Belanda karena Belanda berhasil dikuasai Perancis dengan Louis Bonarpate sebagai Raja Belanda (1795-1811). Paham kebebasan yang didengungkan dalam Revolusi Perancis berpengaruh di Belanda termasuk Indonesia jajahan Belanda. Hal ini dapat dilihat dari kebijakan-kebijakan pemerintah kolonial Belanda sebagai berikut ini:

1)      Dihapuskannya Tanam Paksa oleh kaum liberal.

2)      Mulailah dilaksanakan penanaman modal swasta di Indonesia.

3)      Makin banyak dibangunnya sarana produksi dan usaha-usaha produksi.


4)      Dikeluarkannya Undang-undang Agraria Tahun 1870.



C.      Perang United Soviet Sosialist of Republic (Russia)

I          Latar Belakang Terjadinya Revolusi Russia

Sebelum terjadinya revolusi, Russia diperintahkan oleh Raja Tsar Nicholas II dari Dinasti Romanov. Pendukungnya terbagi atas Golongan tuan tanah (bangsawan) dan petani atau buruh (rakyat jelata). Secara garis besar terjadinya Revolusi Russia disebabkan oleh:

1.       Raja Tsar Nicholas II bersifat reaksioner, yaitu tidak mau memberikan hak-hak berpolitik kepada rakyatnya. Meskipun Russia memiliki Parlemen (Duma) tetapi hanya berfungsi sebagai penasehat raja.

2.       Susunan pemerintah Tsar Nicholas II bersifat Favoritisme, artinya didasarkan pada yang disukai raja bukan atas dasar keahlian yang dimiliki.

3.       Terjadi perbedaan social-ekonomi yang menyolok antara golongan tuan tanah (bangsawan) dengan petani (rakyat jelata).

4.       Banyaknya aliran atau kelompok-kelompok yang menentang pemerintah Tsar Nicholas II seperti:

a)      Kaum Liberal atau Kadet berpaham konstitusional democrat.

b)      Kaum Mensyewiki berpaham sosialis democrat.

c)       Kaum Bolsyewiki berpaham radikal komunis.

5.       Kekalahan Russia terhadap Jepang tahun 1905 telah mempermalukan bangsa Russia di mata dunia.

6.       Kekalahan Russia dalam Perang Dunia I menimbulkan kelaparan dikalangan rakyat sehingga menyebabkan mereka kecewa dan tidak percaya lagi pada Tsar Nicholas II.

II        Jalannya Revolusi

1.       Revolusi Februari 1917:

Pada tanggal 23-25 Februari 1917 terjadi pemogokan dan demonstrasi besar-besaran di kota Petrograd (sekarang Leningrad), tentara yang diberi tugas untuk menembak para demonstrasi besar-besaran di kota Petrograd (sekarang Leningrad), tentara yang diberi tugas untuk menembak para demostran justru berbalik mendukung dan menyerang Tsar Nicholas II diturunkan dan tahtanya dan dibuang ke Siberia. Kemudian pada tanggal 5 Maret 1917, kaum Kadet membentuk pemerintahan Sementara yang dipimpin Pangeran Georgi Lov, namun pemerintahan ini tidak mengadakan perubahan apa-apa seperti yang diinginkan rakyat karena khawatir akan menimbulkan kekacauan yang lebih besar. Keadaan ini dimanfaatkan oleh kaum Mensyewiki untuk menggulingkan pemerintahan kaum Mensyewiki untuk menggulingkan pemerintah kaum Kadet, pada tanggal 24 Juni 1917 dibentuk pemerintahan kaum Mensyewiki yang dipimpin oleh Alexander Kerensky. Perang melawan Jerman dilanjutkan, namun karena tidak mendapat dukungan rakyat Russia kalah, bencana kelaparan terjadi dimana-mana.

2.       Revolusi Oktober 1917

Pada tanggal 25 Oktober 1917 Kaum Bolsyiwiki dipimpin Vladmir Lenin melakukan pemberontakan dan berhasil menggulingkan pemerintahan Kaum Mensyewiki. Pada tanggal 7 November 1917 pemerintahan baru dibentuk. Dengan melakukan secara besar-besaran sebagai berikut:

a)      Berdamai dengan Jerman dengan menandatangani Perjanjian Brest Litowsk 1918.

b)      Semua hutang-hutang Tsar Nicholas II dihapuskan dan Bank menjadi  monopoli Negara.

c)       Tanah dibagi-bagikan kepada petani dan buruh menyita pabrik-pabrik.

d)      Bahan makanan dikerahkan dan dibagi-bagikan kepada rakyat.

Selanjutnya 6 republik bekas imperium Russia, yakni: Russia, Ukraina, Belorusia, Azerbaijan, Armenia, dan Georgia pada tanggal 30 Desember 1922 sepakat untuk membentuk pemerintahan Union of Soviet Sosialist Republics (Uni Soviet/ USSR).

III      Dampak Revolusi Russia

1.       Penyebaran ide pemerintahan 1 partai. Ide ini nantinya ditiru oleh Adolf Hilter di Jerman dan Benito Mussolini di Italia.

2.       Timbulnya Demokrasi-Soviet sebagai lawan Demokrasi-Liberal (Demokrasi Parlementer) model Barat.

3.       Meluasnya paham komunis ke seluru dunia.

4.       Bagi Indonesia:

a)      Penyebaran paham komunis di Indonesia yang dibawa oleh H. J.F. Sneevlit orang Belanda. Tokoh ini berhasil mempengaruhi Semaun dan Darsono tokoh Sarekat Islam untuk membentuk Partai Komunis Indonesia tanggal 23 Mei 1920.

b)      Ide revolusioner yang dicanangkan oleh Vladmir Lenin untuk mendirikan Negara ditiru oleh tokoh Partai Komunis Indonesia (PKI) dengan cara melakukan pemberontakan terhadap Belanda tahun 1926 dan gagal. Pemberontakan Partai Komunis Indonesia (PKI) tersebut merupakan pengkhianatan terhadap perjuangan kemerdekaan Indonesia, dengan ulah Partai Komunis Indonesia (PKI) tersebut banyak pemimpin pergerakan yang tidak bersalah ditangkap Belada sedangkan tokoh Partai Komunis Indonesia (PKI) yang terlibat tidak mau bertanggung dan justru melarikan diri ke Uni Soviet (USSR) seperti Muso dan kawan-kawan.

c)       Tampilnya Uni Soviet (USSR) menjadi pendukung utama pemberontakan Partai Komunis Indonesia (PKI) Madiun pada tahun 1948 dipimpin oleh Muso dengan mendirikan Negara Republik Soviet Indonesia. Pemerontakan ini merupakan pengkhianatan terhadap bangsa Indonesia yang sedang berjuang untuk mempertahankan kemerdekaan dari rongrongan penjajah Belanda.
  
D.      Revolusi Industri

I          Pengertian dan Sebab terjadinya

Revolusi Industri adalah perubahan secara cepat dalam waktu yang singkat dalam pembuatan atau pengolahan barang yang semula dikerjakan dengan tangan manusia dan tenaga hewan dirubah dengan tenaga mesin. Revolusi industry dipelopori oleh Inggris pada abad XVIII . hal ini disebabkan oleh:

1)      Terjadinya revolusi agrarian di Inggris.

2)      Keamanan dalam negeri Inggris terjamin dengan baik.

3)      Inggris cukup banyak memiliki bahan baku.

4)      Inggris memiliki daerah jajahan yang banyak sehingga mendatangkan kekayaan.

5)      Inggris satu-satunya Negara Eropa waktu itu yang memiliki lembaga penyelidikan Ilmu Pengetahuan Teknologi (IPTEK)  “Royal Society Improving Natural Knowledge” yang dipusatkan di London sejak tahun 1662.

6)      Diketemukan mesin-mesin baru di bidang produksi yang didahului penemuan mesin uap oleh James Watt pada tahun 1763, kemudian disusul penemuan lainnya seperti John Kay (1783) menemukan kumparan terbang, Hargraves (1794) menemukan alat pemintal, Cartwright (1785) menemukan mesin tenun, Campton (1779) menyatukan mesin pintal dengan mesin tenun, Whitney (1794) menemukan alat yang dapat mengeluarkan biji dan serabut kapas, George Stephenson (1805) menemukan lokomotif, Daimler (1887) menemukan mobil, Beel (1856) menemukan telepon, Morse (1832) menemukan telegram, Robert Fulton (1819) menemukan kapal api dan Orvilewright menemukan kapal terbang dan lain-lain.

II        Lahirnya Revolusi Industri di Inggris:

Revolusi Industri lahir di Inggris pada abad ke XVIII yang dimulai dari Revolusi di bidang pertekstilan, kemudian meningkat dalam proses pembuatan barang-barang dari besi. Dengan diketemukannya bahan baku kokes yaitu batu bara yang sudah diproses, industry peleburan besi memasuki tahap produktivitas yang tinggi dengan kualitas yang tinggi pula sehingga Inggris tampil sebagai penghasil besi dan baja berkualitas tinggi.

Revolusi Industri di Inggris semakin sempurna dari modern setelah James Watt berhasil menemukan mesin uap. Penemuan mesin uap tersebut bukan hanya memacu penambangan batu bara secara besar-besaran yang dapat digunakan sebagai pembangkit mesin industry dan sekaligus pembangkit alat transportasi. Dengan penemuan batu bara dan mesin uap maka proses peleburan biji esi dan pedistribusiannya ke masyarakat semakin efektif dan efisien. Revolusi industry di Inggris terus melaju dengan cepat, berbagai penemuan lain pun sefera bermunculan dan saling mengisi serta melengkapi kekurangan masing-masing.

Melalui Revolusi Industri, Inggris tampil sebagai Negara industry modern. Perkembangan industrialisasi di Inggris tersebut pada dasarnya melalui tahapan sebagai berikut:

1)      Domistic Sistem (home Industry)

a)      Jumlah tenaga kerja satu orang sampai dengan lima orang

b)      Tempat bekerja yakni di rumah pekerja masing-masing dengan peralatan sendiri.

c)       Pemasaran yakni dikelola oleh pihak lain sesuai dengan pesanan.

2)      Industri manufaktur

a)      Jumlah tenaga kerja enam orang sampai dengan sepuluh orang.

b)      Tempat bekerja di lokasi tertentu atau di rumah majikan.

c)       Pemasaran yakni ditempat bekerja sekaligus berfungsi sebagai tempat pemasaran.

3)      Factory Sistem

a)      Jumlah tenaga kerja yakni lebih dari sepuluh orang.

b)      Tempat bekerja yakni dilokasi tertentu dengan mendirikan pabrik.

c)       Pemasaran yakni di luar pabrik atau tempat lain yang dikelola orang lain.

III      Tingkatan-tingkatan Revolusi Industri

1)      Palaeo Technic

Yaitu revolusi industry yang menggunakan bahan bakar mesin uap, batu bara, dan kayu. Tingkatan ini berkembang pertama kali di Inggris pada abad XVIII.

2)      New Technic

Yaitu revolusi industry yang menggunakan bahan bakar listrik dan minyak. Tingkatan ini berkembang pertama kali di Jerman dan Amerika Serikat abad ke XIX.

3)      Bio Technic

Yaitu revolusi industry yang menggunakan bahan bakar atom dan nuklir. Tingkatan ini berkembang pertama kali di Amerika Serikat dan Uni Soviet (USSR) pada abad XX dan sekarang telah menjalar ke seluruh dunia.

IV      Dampak Revolusi Industri

a.       Dalam bidang Ekonomi:

1.       Harga barang menjadi lebih murah

2.       Upah buru murah karena lemahnya posisi mereka terhadap majikan (pengusaha)

3.       Ketidak pastian financial bagi kaum buruh

4.       Terjadinya pertentangan antara kaum buruh dengan majikan (pengusaha).

5.       Berkembang pesatnya kapitalisme modern, dimana kaum kapitalis bukan hanya bertindak sebagai produsen tetapi juga pendistribusi barang-barang.


b.      Dalam Bidang Politik

1.       Tampilnya kaum kapitalis yang mampu mempengaruhi pengambilan keputusan pihak pemerintah agar seluruh keputusan mereka sejalan dengan usaha mereka.

2.       Daerah jajahan Negara-negara kapitalis semakin luas.

3.       Lahirnya perang antar Negara-negara Eropa karena tumbuh suburnya nasionalisme.

4.       Berkembang pesat paham sosialis sebagai lawan paham kapitalis.

5.       Lahirnya Negara-negara sosialis sebagai lawan dari Negara kapitalis


c.       Dalam bidang social

1.       Semakin menderitanya kaum buruh karena nasib mereka tergantung pada belas kasihan majikan (pengusaha).

2.       Munculnya kaum kapitalis (borjuis) yang tampil sebagai orang kaya baru.

3.       Meningkatkannya masala social di kota sebagai akibat urbanisasi ke tempat industry.

4.       Berkurangnya peranan golongan aristocrat (bangsawan) dalam kehidupan masyarakat.

5.       Sering terjadinya kerusuhan untuk menentang majikan (pengusaha) karena hak-hak kaum buruh terabaikan.

d.      Bagi IndonesiaL

Lahirnya imperalisme modern, nantinya mempengaruhi kebijakan pemerintah Kerajaan Belanda terhadap daerah jajahannya seperti di Indonesia. Terbukti dengan pelaksanaan Politik Pintu Terbuka atau penanaman modal swasta untuk membangun industry di Indonesia. Selain itu, terjadinya revolusi industry mengakibatkan Indonesia menjadi sasaran pelaksanaan Imperalisme modern bangsa Barat. Hal ini membuat Belanda khawatir Indonesia menjadi rebutan bangsa Barat sehingga Belanda melakukan pembulatan penjajahan (Pax Nederlandica) artinya perdamaian di bawah Belanda yang pada intinya adalah menguasai daerah-daerah Indonesia yang belum dijajah seperti Sumatera Utara, Aceh, dan sebagainya.

No comments:

Post a Comment