Thursday, July 9, 2020

Mollusca di dalam Biologi



1.      Pengertian
Kata “Mollusca” artinya lunak, sehingga semua hewan yang tergolong filum ini memiliki tubuh lunak. Umumnya tubuhnya bercangkang, tetapi ada juga yang tidak bercangkang. Cangkang terbuat dari zat kapur. Letak cangkang tersebut ada yang di luar tubuh, tetapi ada juga yang terletak di dalam tubuh.
Anggota filum Mollusca memiliki tubuh simetri bilateral. Memiliki lapisan mantel atau penutup tubuh yang terletak di bawah cangkangnya dan berfungsi memproduksi senyawa kalsium karbonat sebagai bahan pembuat cangkang. Hewan yang termasuk Mollusca misalnya bekicot, kerang, remis, kijing, tiram, siput sawah, cumi-cumi, dan keong.

1.      Ciri-ciri
a.       Bertubuh lunak dan tidak beruas, multiseluler, lunak, simetris bilateral, tripoblasti. Sebagian besar memiliki cangkok dari zat kapur, mantel.
b.      Tubuh simetris bilateral, tidak bersegmen, kecuali pada monoplacophora.
c.       Memiliki kepala yang jelas dengan organ reseptor kepala yang bersifat khusus.
d.      Coelom mereduksi, dinding tubuh tebal dan berotot.
e.       Memiliki kaki berotot yang secara umum digunakan untuk bergerak.
f.        Lubang anus dan ekskretori umumnya membuka kedalam rongga mantel.
g.      Ovum berukuran kecil dan mengandung sedikit kuning telur.
h.      Organ ekskresi berupa ginjal yang berjumlah sepasang atau terkadang hanya berjumlah satu buah, ginjal berhubungan dengan rongga perikandrium.
i.        Memiliki saluran peredaran darah dan jantung yang terdiri atas aurikel dan ventrikel.

2.      Klasifikasi Mollusca
Lima kelasutama dalam filum Mollusca yaitu Polyplacophora, Bivalvia, Gastropoda, Scaphopoda, dan Cephalopoda.
a.       Kelas Polyplacophora
Hewan ini hidup melekat di dasar perairan laut, tubuhnya pipih, tidak ditemukan bagian kepala, dan memiliki punggung yang dilindungi oleh cangkang yang tersusun tumpang tindih seperti genting. Contohnya yaitu Chiton yang hidupdii laut.
Saluran pencernaan makanan terdiri dari mulut yang dilengkapi dengan lidah parut, yaitu lidah dengan gigi tersusun dari zat kitin. Lidah ini disebut radula. Dari mulut, saluran pencernaan masuk ke lambung, usus, dan anus. Chiton memiliki hati yang berhubungan dengan nefridium. Nefridium adalah organ yang berfungsi mengekskresikan sisa makanan yang berbentuk cair.
Sistem peredaran darah terdiri dari jantung yang beruang tiga, aorta, dan sinus. Darah dari jantung dipompa menuju insang melalui aorta dan sinus.
Hewan ini mempunyai dua ginjal untuk membuang zat sisa. Sistem saraf terdiri dari dua pasang tali saraf longitudinal yang dihubungkan dengan daerah mulut. Hewan ini mempunyai alat indra berupa mata dan sepasang osfradium.
Jenis kelamin terpisah. Sperma dikeluarkan oleh hewan jantan dan masuk lewat insang hewan betina. Telur kemudian dilepaskan ke laut.
b.      Kelas Gastropoda
Gastropoda berasal dari kata gaster dan podos. Gaster artinya perut dan podos artinya kaki. Hewan ini bergerak dengan menggunakan “perutnya”. Gastropoda hidup di darat, air tawar, dan air laut. Tubuhnya memiliki cangkang.

1.      Struktur dan Fungsi Tubuh Gastropoda
Perut yang digunakan untuk berjalan memiliki otot, disebut “kaki”. Kaki bagian depan memiliki kelenjar untuk menghasilkan lender guna mempermudah gerakan.
Kepala gastropoda terletak di depan. Di kepala terdapat sepasang  tentakel panjang dan sepasang tentakel pendek (sungut). Pada tentakel panjang terdapat bintik mata. Bintik mata hanya berfungsi untuk membedakan gelap dan terang. Tentakel pendek berfungsi sebagai indra peraba dan pembau.
Sistem pencernaan Gastropoda dimulai dari mulut di bagian depan. Di dalam mulut terdapat lidah parut (radula). Selanjutnya terdapat kerongkongan, lambung, usus (intestium) yang berbelok ke depan dan berakhir sebagai anus yang terletak di mantel berdekatan dengan kepalanya. Didekat lambung terdapat hati yang berwarna kecoklatan. Hati melingkar-lingkar mengikuti belitan cangkang. Gastropoda umumnya herbivore atau pemakan tumbuh-tumbuhan.
Gastropoda bernapas menggunakan lapisan mantel yang berfungsi menjadi “paru-paru” yang berfungsi sebagai tempat terjadinya pertukaran gas. Alat eksresi cairan ialah nefridium. Sistem saraf terdiri terdiri dari tiga pasang gaglia yang dihubungkan oleh saraf. Indranya berupa mata, statosista (alat keseimbangan), organ peraba, dan kemoreseptor (reseptor kimia).

2.      Reproduksi Gastropoda
Gastropoda bersifat hermafrodit, tetapi melakukan perkawinan silang. Sel telur dan spermatozoa dihasilkan oleh satu alat tubuh (organ) yaitu ovotestis. Jadi, ovarium (penghasil ovum) dan testis (penghasil sperma) menjadi satu. Pemasakan sperma dan ovum tid ak dalam waktu yang bersamaan. Oleh karena itu, hewan ini memerlukan hewan pasangan untuk berlangsungnya perkawinan silang.
Pembuahan (fertilisasi) terjadi di dalam tubuh si “betina”. Ingat, meskipun hermafrodit, ada juga yang berfungsi sebagai betina jika menghasilkan ovum, dan berfungsi sebagai jantan jika menghasilkan sperma. Setelah terjadi fertilisasi, hewan betina mengeluarkan telur yang sudah dibuahi. Contoh Gastropoda ialah Achatina fulica (bekicot), Lymnaea (siput sawah), dan Melania (sumpil).
Sumpil atau keong sawah yang bentuknya agak bundar dapat dimakan. Sedangkan keong emas, meskipun dapat dimakan, tetapi daya biaknya cukup tinggi sehingga dapat menjadi hama padi.
Di kebun-kebun yang lembab sering dijumpai siput telanjang. Disebut siput telanjang karena tidak bercangkang. Siput ini tidak berbahaya, warnanya hitam kecoklatan.

c.       Kelas Scaphopoda
Scaphopoda memiliki cangkang berbentuk silinder yang kedua ujungnya terbuka. Hidupnya di laut dan terpendam di dalam pasir atau lumpur. Contohnya ialah Dentalium vulgare. Disebut Dentalium karena bentuk cangkangnya menyerupai gigi-gigi (dentis).
Panjang tubuh Scaphopoda biasanya 2,5-5 cm. Ada yang hanya 4 mm, tetapi ada pula yang panjangnya 25 cm. kaki muncul dari ujung cangkang yang besar, berfungsi untuk menggali di pasir. Sirkulasi air untuk pernapasan digerakkan oleh gerakan kaki dan sillia. Pertukaran gas terjadi di mantel.

d.      Kelas Bivalvia (Pelecypoda)
Contoh Bivalvia adalah kerang yang hidup di laut dan remis yang hidup di air tawar. Hewan ini memiliki dua cangkang yang setangkup. Kedua cangkang dihubungkan dengan jaringan ikat atau ligamentum yang bekerja sebagai engsel, fungsinya seperti engsel pintu. Dipermukaan luar cangkang terdapat garis pertumbuhan melengkung yang dapat digunakan untuk menentukan umur kerang.
            Cangkang tersusun atas periostrakum, prismatik, dan nakreas.
1.      Periostrakum
Merupakan lapisan terluar, tipis, dan terdiri dari zat tanduk. Lapisan ini melinndungi cangkang dari asam karbonat yang ada di air dan untuk memberi warna cangkang.
2.      Prismatik
Merupakan lapisan tengah yang tersusun atas kalsium karbonat.
3.      Nakreas
Merupakan lapisan terdalam yang berkilat, yang disebut pula sebagai lapisan mutiara.
            Kakinya berbentuk seperti kapak pipih yang dapat dijulurkan keluar. Oleh karena berkaki pipih, hewan ini sering juga disebut  Palecypoda (si kaki pipih). Kaki terletak di bagian tengah tubuh di antara insang. Bivalvia bernapas dengan menggunakan insang. Insang hewan ini berbentuk lembaran sehingga disebut juga Lamellibranchiata  (lamella = lembaran, branchia = insang).
            Sistem pencernaan dimulai dari bagian depan (anterior) yaitu mulut, kemudian kerongkongan (esofagus), lambung, usus, dan di bagian belakang (posterior) ada lubang anus. Mulut dan anus terletak dalam rongga mantel.
            Sistem ekskresi menggunakan sepasang nefridium yang berperan sebagai ginjal, yang berfungsi mengeluarkan sisa metabolisme berbentuk cair.
            Sistem saraf tersebar dan memiliki tiga pasang pusat susunan saraf yang disebut ganglion, yaitu ganglion otak di otot depan, ganglion viseral didekat otot belakang, dan ganglion kaki di kaki.
            Hewan ini mempunyai jenis kelamin jantan dan betina yang terpisah (diesis) tetapi ada pula yang hemafrodit (monoesis). Pembuahan atau fertilisasi terjadi di dalam tubuh induk betina. Hasil fertilisasi yang berupa zigot menetas menjadi larva. Larva ini bersilia, dapat keluar dari induknya, berenang, dan segera menempel pada insang ikan. Larva ini bersifat parasit, dapat mengakibatkan sakit dan membunuh ikan. Setelah 12 minggu, larva melepaskan diri dari tubuh ikan dan tumbuh dewasa.
            Contoh kerang antara lain Ostrea (tiram yang enak dimakan, hidup di laut), Panope generosa (kerang raksasa), Pecten (kerang darah), Meleagrina (kerang mutiara), Anodonta (kijing, hidup di ait tawar), dan Corbicula (remis).
e.       Kelas Chephalopoda
Disebut Chephalopoda (cephal = kepala, podos = kaki) karena hewan ini menggunkan bagian kepalanya sebagai kaki atau alat gerak. Alat gerak itu adalah tentakel yang terdapat pada kepala. Tentakel juga berfungsi untuk menangkap makanan. Nautilus memiliki 60-90 tentakeldan tidak dilengkapi alat penghisap. Cumu-cumi dan ikan sotong memiliki 8 tentakel yang dilengkapi alat penghisap dan 2 tentakel panjang, sedangkan gurita memiliki 8 tentakel. Pada gurita, semua tentakelnya dilengkapi dengan alat penghisap (sucker).
            Dikepala terdapat sepasang mata yang besar dan tidak berkelopak. Mata tersebut memiliki struktur seperti mata hewan tingkat tinggi. Di dekat kepala terdapat corong atau sifon. Jika sifon menyemprotkan air, maka cumi-cumi akan melesat terdorong ke depan. Di sebelah perut (ventral) sifon terdapat kantong tinta. Kantong tinta mengandung kelenjar tinta yang mensekresikan cairan yang mengandung pigmen melanin. Dalam keadaan bahaya atau mengancam, tinta akan disemprotkan keluar sehingga air menjadi keruh.
            Sistem pembuluh darahnya adalah sistem pembuluh darah tertutup. Maksudnya darah dari jantung mengalir ke tubuh melalui pembuluh darah nadi dan kembali lagi ke jantung melalui pembuluh darah balik. Jantung berongga satu. Bernapas menggunakan insang yang terletak di rongga mantel.
            Cephalophoda bersifat diesis, jadi ada hewan jantan dan betina. Pembuahan (fertilisasi) terjadi di dalam tubuh betina. Contohnya antara lain cumi-cumi (Loligo), ikan sotong (Sepia), gurita (Octopus), dan Nautilus.
            Cephalophoda dapat dibedakan menjadi dua ordo, yaitu Tetrabranchiata dan Dibranchiata.
1.      Tetrabranchiata
Contoh anggota ordo ini adalah Nautilus yang hidup di Pasifik dan Lautan Indonesia. Ordo ini mempunyai cangkang luar, dua pasang insang, dan dua pasang nefridium.
2.      Dibranchiata
Ordo ini mempunyai cangkang dalam atau tidak sama sekali, mempunyai kantong tinta, sepasanng insang, nefridium, dan kromatofora. Kromatofora adalah sel-sel berpigmen, yang dapat berubah-ubah warnanya.
Ordo Dibranchiata dibedakan menjadi:
a)      Subordo Decapoda (berkaki sepuluh), misalnya cumi-cumi dan ikan sotong
b)      Subordo Octopoda (berkaki delapan), misalnya gurita dan Argonanta argo.
Peranan Mollusca bagi manusia
            Beberapa Mollusca memiliki arti ekonomi yang penting bagi manusia, antara lain diuraikan berikut ini:
a.       Sebagai makanan berprotein tinggi, misalnya kerang, bekicot, keong, cumi-cumi, sotong.
b.      Tiram mutiara menghasilkan mutiara.


No comments:

Post a Comment