Friday, July 10, 2020

Pemberian Oksigen, di dalam Praktek Keperawatan

Pemberian Oksigen, di dalam  Praktek Keperawatan
(Sumber/ source: Andarmoyo, Sulistyo.2001.Kebutuhan Dasar Manusia (Oksigenasi). Yogyakarta:Graha Ilmu.)
(Rewritten by/ Diketik kembali oleh: Dimas Erda Widyamarta.2014. please follow blog/ silahkan ikuti blog: www.ithinkeducation.blogspot.com or www.ithinkeducation.wordpress.com)
Pemberian oksigen merupakan tindakan keperawatan dengan cara memberikan oksigen ke dalam paru melalui saluran pernapasan dengan menggunakan alat bantu oksigen. Pemberian oksigen pada pasien dapat dilakukan melalui tiga cara: yaitu melalui kanula, nasal, dan masker dengan tujuan memenuhi kebutuhan oksigen dan mencegah terjadinya hipoksia
  1. Metode Pemberian Oksigen
Metode pemberian oksigen dapat dibagi menjadi 2 teknik, yaitu: sistem aliran rendah dan sistem aliran tinggi.
  1. Sistem Aliran Rendah
Sistem aliran rendah diberikan untuk menambah konsentrasi udara ruangan, menghasilkan FiO2 yang bervariasi tergantung pada tipe pernafasan dengan patokan volume tidak klien. Ditujuan untuk klien yang memerlukan oksigen namun masih mampu bernafas dengan pola pernafasan normal, misalnya klien dengan volume tidal 500 ml dengan kecepatan pernafasan 16-20 kali per menit.
Contoh sistem aliran rendah adalah:
  1. Kanula nasal
Kanul nasal adalah suatu alat sederhana yang dapat memberikan oksigen kontinyu dengan aliran 1-6 liter per menit dengan konsentrasi oksigen sama dengan kateter nasal.
1)      Keuntungan: pemberian oksigen stabil dengan volume tidal dan laju pernafasan teratur, pernafasannya mudah dibandingkan kateter nasal, klien bebas makan, bergerak, berbicara, lebih mudah ditolelir klien dan terasa nyaman.
2)      Kerugian: tidak dapat memberikan konsentrasi oksigen lebih dari 44%, suplai oksigen berkurang bila klien bernafas dengan mulut, mudah lepas karena kedalaman kanula hanya 1 cm dan dapat mengitirasi selaput lendir.
  1. Kateter nasal
Kateter nasal adalah alat sederhana yang dapat memberikan oksigen secara kontinyu dengan aliran 1- liter per menit dengan konsentrasi 24-44%.
1)      Keuntungan: pemberian oksigen stabil, klien bebas bergerak, makan dan berbicara, murah dan nyaman serta dapat juga dipakai sebagai kateter penghisap.
2)      Kerugian: tidak dapat memberikan konsentrasi yang lebih baik dari 45% teknik memasukkan kateter nasal lebih sulit daripada kanula nasal, dapat terjadi distensi lambung, dapat terjadi iritasi selaput lender nasofaring, aliran dengan lebih dari  liter per menit dapat menyebabkan nyeri sinus dan mengeringkan mukosa hidung serta kateter mudah tersumbat.

  1. Sungkup muka sederhana
Merupakan alat pemberian oksigen yang kontinyu atau selang seling 5-8 liter per menit dengan konsentrasi oksigen 40-60%
1)      Keuntungan: konsentrasi oksigen yang diberikan lebih tinggi dari kateter atau kanula nasal, sistem humidifikasi dapat ditingkatkan melalui pemilihan sungkup berlubang besar, dapat digunakan dalam pemberian terapi aerosol
2)      Kerugian: tidak dapat memberikan konsentrasi oksigen kurang dari 40% dapat menyebabkan penumpukan CO2 jika aliran rendah.

  1. Sungkup muka dengan kantong rebreathing
Suatu teknik pemberian oksigen dengan konsentrasi tinggi yaitu 60-80% dengan aliran 8-12 liter per menit. Konsentrasi oksigen lebih tinggi dari sungkup muka sederhana, tidak mengeringkan selaput lendir. Kerugian: tidak dapat memberikan oksigen konsentrasi rendah, jika aliran rendah dapat menyebabkan penumpukan CO2 dan kantong oksigen bisa terlipat.

  1. Sungkup muka dengan kantong non rebreathing
Teknik pemberian oksigen dengan konsentrasi oksigen mencapai 99% dengan aliran 8-12 liter per menit dimana udara inspirasi tidak bercampur dengan udara ekspirasi.
1)      Keuntungan: konsentrasi oksigen dapat mencapai 100% tidak mengeringkan selaput lendir
2)      Kerugian: kantong oksigen bisa terlipat

  1. Sistem Aliran Tingi
Teknik pemberian oksigen dimana FIO2 lebih stabil dan tidak dipengaruhi oleh tipe pernafasan sehingga dengan teknik ini dapat menambahkan konsentrasi oksigen lebih tinggi, tepat dan teratur. Contoh teknik sistem aliran tinggi adalah sungkup muka dengan ventury.
Prinsip pemberian oksigen dengan alat ini yaitu gas yang dialirkan dari tabung akan menuju ke sungkup yang kemudian akan dihimpit untuk mengatur suplai oksigen sehingga tercipta tekanan negatif, akibatnya udara luar dapat dihisap dan aliran udara yang dihasilkan lebih banyak. Aliran udara pada alat ini sekitar 4-14 liter per menit dengan konsentrasi 30-55%
  1. Keuntungan: konsentrasi oksigen yang diberikan konstan sesuai dengan petunjuk pada alat dan tidak dipengaruhi perubahan pola nafas terhadap FIO2, suhu dan kelembapan gas dapat dikontrol serta tidak terjadi penumpukan CO2.
  2. Kerugian: tidak dapat memberikan oksigen konsentrasi rendah, jika aliran rendah dapat menyebabkan penumpukan CO2, kantong oksigen bisa terlipat.

  1. Bahaya pemberian oksigen
Pemberian oksigen bukan hanya memberikan efek terapi tetapi lebih dari itu, pemberian oksigen juga dapat menimbulkan egek yang merugikan antara lain:
  1. Kebakaran. Oksigen bukan zat pembakar tetapi dapat memudahkan terjadinya kebakaran, oleh karena itu klien dengan terapi pemberian oksigen harus menghindari: merokok, membuka alat, listrik dalam area sumber oksigen, menghindari penggunaan listrik tanpa “ground”
  2. Depresi ventilasi
Pemberian oksigen yang tidak dimonitor dengan konsentrasi dan aliran yang tepat pada klien dengan retensi CO2 (Karbondioksida) dapat menekan ventilasi.
  1. Keracunan oksigen
Dapat terjadi bila terapi oksigen dengan konsentrasi tinggi dalam waktu relatif lama. Keadaan ini merusak struktur jaringan paru seperti terjadinya atelektasis dan kerusakan surfaktan. Akibatnya proses difusi di paru akan terganggu.

  1. Alat dan bahan
  2. Tabung oksige lengkap dengan flowmeter (yang berisi air aquades atau air matang steril) dan humidifier
  3. Nasal kateter, kanula atua masker
  4. Vaselin/ jeli

  1. Tindakan
No
Tindakan
Rasional
1
Cuci tangan dan pakai handscoon k/p
Mengurangi penyebaran mikoorganisme (jika diindikasikan penyakit infeksi)
2
Jelaskan prosedur tindakan
Memberi pemahaman dan mendapatkan kerjasama klien
3
Cek flow meter dan humidifier
Melihat kesiapan peralatan sebelum pemberian ke klien
4
Hidupkan tabung oksigen dan flow meter, rasakan aliran oksigen
Mengkaji patensi dan fungsi alat
5
Atur posisi klien sei flower atau sesuai dengan kondisi
Memberikan kenyamanan saat pemberian oksigen
6
Berikan oksigen melalui kanula atau masker
Memenuhi kebutuhan oksigen klien
7
Catat pemberian dan lakukan observasi
Mengetahui perkembangan klien
8
Bereskan alat dan rapikan pasien
Memberi kenyamanan pada klien
9
Lepaskan handscoon dan cuci tangan
Mengurangi penyebaran mikroorganisme (jika diindikasikan penyakit infeksi)
10
dokumentasi
Aspek tanggung jawab perawat dalam melakukan tindakan keperawatan

No comments:

Post a Comment