Friday, July 10, 2020

Profil Perawat Profesional

Profil Perawat Profesional
(Sumber/ source: Ismani, Nila.2001.Etika keperawatan.Jakarta:Widya Medika.)
(Rewritten by/ Diketik kembali oleh: Dimas Erda Widyamarta.2014. please follow blog/ silahkan ikuti blog: www.ithinkeducation.blogspot.com or www.ithinkeducation.wordpress.com)
            Istilah profl dimaksudkan sebagai tampilan seseorang dalam melakukan sesuatu. Kata profil berasal dari bahasa Inggris, profile, yang berarti tampang atau raut muka. Pengertian profil adalah gambaran dan tampilan menyeluruh dari sesuatu objek atau subjek yang menggambarkan kondisi dan kemampuan optimal yang dimiliki.
            Profil perawat profesional berarti tampilan perawat secara utuh, dalam melakukan aktivitas keperawatan yang berdasarkan ilmu pengetahuan, keterampilan dan sikap profesional yang sesuai dengan kode etik keperawatan (Hj Nila Ismani, SKM). Aktivitas keperawatan mencakup peranan sebagai pelaksana, pengelola, pendidik, dan peneliti dalam bidang keperawatan.
  1. Peran sebagai pelaksana
Perawat berperan dalam pelaksanaan asuhan keperawatan untuk individu, keluarga, kelompok dan masyarakat. dalam melaksanakan peranan tersebut, perawat menggunakan pendekatan pemecahan masalah pasien/ klien melalui proses keperawatan. Dalam hal ini, perawat bertindak selaku:
  1. Pemberian rasa nyaman (comforter) yang berusaha untuk memberikan keterangan dan kenyamanan kepada pasien atau klien.
  2. Pelindung (protector) dan pembela (advocat) yang beruusaha untuk melindungi dan membela kepentingan pasien atau klien agar dapat menggunakan haknya seoptimal mungkin.
  3. Komunikator yang berperan dalam memberikan penjelasan dengan berkomunikasi kepada pasien atau klien dalam upaya meningkatkan kesehatannya.
  4. Mediator yang memberi kemudahan kepada pasien untuk mengatakan keluhannya kepada tim kesehatan dan kepada keluarganya agar dapat membantu kelancaran pelaksanaan asuhan kesehatannya.
  5. Rehabilitator yang bertugas mengembalikan kepercayaan terhadap keberadaan dirinya, baik semasa dirawat di rumah sakit, maupun setelah pulang ke rumah dan dapat diterima dengan bik oleh keluarga dan masyarakat dimana ia tinggal.

  1. Peran sebagai pendidik atau penyuluh
Peran sebagai pendidik atau penyuluh, yaitu memberikan pemahaman kepada pasien atau klien, keluarga atau masyarakat yang ada di lingkup tanggung jawabnya tentang kesehatan dan keperawatan yang dibutuhkannya.

  1. Peran sebagai pengelola
Peran sebagaii pengelola yaitu dapat mengelola asuhan keperawatan pada ruang lingkup tanggung jawabnya, termasuk membuat catatan dan laporan pasien/ klien.

  1. Peran sebagai peneliti
Peran sebagai peneliti yaitu mengidentifikasi masalah penelitian, menerapkan prinsip dan pendekatan penelitian untuk meningkatkan mutu asuhan keperawatan

Dari keempat peran di atas, perawat diharapkan dapat melaksanakan fungsi dan kompetensinya. Fungsi dan kompetensi perawat profesional sesuai dengan tingkat pendidikan yang diikutinya. Fungsi dan kompetensi yang diharapkan adalah sebagai berikut.
  1. Fungsi mengkaji kebutuhan keperawatan pasien atau klien, keluarga, kelompok, dan masyarakat serta sumber yang tersedia. Untuk menunjang fungsi ini, diperlukan kemampuan atau kompetensi untuk mengumpulkan data, menganalisa, dan menginterprestasi data dalam rangka mengidentifikasi kebutuhan keperawatan pasien atau klien, termasuk sumber yang tersedia dan potensial.
  2. Fungsi merencanakan tindakan keperawatan sesuai dengan keadaan pasien atau klien dan tujuan asuhan keperawatan. Kemampuan atau kompetensi yang diperlukan untuk menunjang fungsi ini adalah mengembangkan rencana tindakan keperawatan untuk individu, keluarga, kelompok dan masyarakat berdasarkan diagnosis keperawatan dan kebutuhan dasar dari pasien atau klien.
  3. Fungsi melaksanakan rencana keperawatan yang meliputi upaya peningkatan kesehatan, pencegahan penyakit, penyembuhan, pemulihan dan pemeliharaan kesehatan, termasuk pelayanan pasien atau klien dalam keadaan terminal. Untuk menunjang fungsi ini diperlukan kemampuan atau kompetensi sebagai berikut.
  4. Menggunakan dan menerapkan konsep serta prinsip ilmu perilaku, ilmu sosial budaya, ilmu biiomedik dasar untuk memberikan asuhan keperawatan pada individu, keluarga dan masyarakat.
  5. Menerapkan keterampilan keperawatan untuk memenuhi kebutuhan pasien atau klien dalam hal:
1)      Kebutuhan bio-spiko-sosio spiritual;
2)      Kebutuhan nutrisi;
3)      Kebutuhan eliminasi;
4)      Kebutuuhan oksigen dan karbondioksida;
5)      Kebutuhan aktivitas dan istirahat
6)      Kebutuhan keselamatan dan keamanan
  1. Merawat pasien atau klien dengan gangguan fungsi tubuh berikut ini:
1)      Gangguan sistem pernapasan
2)      Gangguan sistem kardiovaskuler
3)      Gangguan sistem persarafan
4)      Gangguan sistem pencernaan makanan
5)      Gangguan sistem penglihatan
6)      Gangguan bicara
7)      Gangguan sistem pendengaran
8)      Gangguan sistem reproduksi
9)      Gangguan sistem integumen
10)  Gangguan sistem perkemihan
11)  Gangguan sistem endoktrin
12)  Gangguan sistem muskuloskeletal

  1. Merawat pasien atau klien dengan masalah gangguan mental dan/ atau psikiatri yang berhubungan dengan penyesuaian dan adaptasi psikososial.
  2. Merawat pasien/ klien yang memerlukan layanan obstetri dan ginekologi
  3. Merawat anak dengan berbagai masalah kesehatan
  4. Memberi pelayanan kesehatan kepada individu, keluarga, kelompok, dan masyarakat dengan sumber yang ada secara optimal.
  5. Berperean serta dalam merumuskan kebijakan, merencanakan program dan melaksanakan pelayanan kesehatan utama
  6. Merawat pasien atau klien lansia.
  7. Merawat pasien atau klien dengan penyakit terminal
  8. Melakukan kegiatan keperawatan sesuai kewenangan dan tanggung jawabnya serta etika profesi.

  1. Fungsi evaluasi
Mengevaluasi hasil asuhan keperawatan yang dilakukannya sesuai dengan tugas dan tanggungjawabnya untuk melaksanakan fungsi evaluasi. Untuk itu diperlukan kemampuan atau kompentensi untuk:
  1. Menentukan kriteria yang dapat diukur dalam menilai rencana keperawatan
  2. Menilai tingkat pencapaian tujuan berdasarkan krteria yang ada
  3. Mengidentifikasi perubahan yang perlu dilakukan dalam acara keperawatan.

  1. Fungsi dokumentasi
Mendokumentasikan proses asuhan berdasarkan kriteria yang berlaku. Untuk melaksanakan fungsi dokumentasi diperlukan kemampuan atau kompetensi dalam:
  1. Mengevaluasi data permasalahan klien atau pasien.
  2. Mencatat data proses keperawatan secara sistematis
  3. Menggunakan catatan pasien atau klien dalam menentukan kualitas asuhan keperawatan
  4. Fungsi mengidentifikasi hal yang perlu diteliti atau dipelajari dan merencanakan studi khusus guna meningkatkan pengetahuan serta mengembangkan keterampilan dalam praktek keperawatan. Untuk menunjang fungsi ini diperlukan kemampuan atau kompetensi dalam:
  5. Mengidentifikasi masalah dalam penelitian bidang keperawatan
  6. Membuat asuhan rencana penelitian keperawatan
  7. Menerapkan hasil penelitian yang penting dengan tepat dalam praktek keperawatan

  1. Fungsi untuk berperan serta dalam melaksanakan penyuluhan kesehatan kepada pasien atau klien, keluarga, kelompok dan masyarakat. untuk menunjang fungsi ini diperlukan kemampuan atau kompetensi dalam:
  2. Mengidentifikasi kebutuhan pendidikan kesehatan bagi individu, keluarga, kelompok dan masyarakat
  3. Membuat rancangan penyuluhan kesehatan dengan menggunakan pendekatan sistematik
  4. Melaksanakan penyuluhan kesehatan dengan metode tepat guna.
  5. Mengevaluasi hasil penyuluhan kesehatan sesuai hasil yang diharapkan

  1. Fungsi kerjasama dengan disiplin lain yang terlibat dalam memberikan pelayanan kesehatan kepada pasien atau klien, keluarga, kelompok dan masyarakat. kemampuan atau kompetensi yang diperlukan adalah:
  2. Berperan serta dalam pelayanan kesehatan individu, keluarga, kelompok dan masyarakat sebagai anggota tim kesehatan
  3. Menciptakan komunikasi yang efektif, baik dalam tim keperawatan maupun dengan anggota tim kesehatan lain.
  4. Menyesuaikan diri dengan keadaan konflik peran dan kesulitan lingkungan untuk memberikan pelayanan kesehatan secara efektif.

  1. Fungsi mengelola keperawatan pasien atau klien dan berperan sebagai ketua tim dalam melaksanakan kegiatan keperawatan. Kemampuan atau kompetensi yang diperlukan adalah:
  2. Menciptakan komunikasi yang efektif dengan sejawat dan petugas lainnya
  3. Memprakarsai perubahan di lingkungan secara efektif dalam kaitan dengan peranannya sebagai pembaharuan sesuai lingkup dan tanggung jawabnya
  4. Menggunakan strategi yang tepat untuk mempengaruhi individu dan kelompok dalam menetapkan dan mencapai tujuan
  5. Menerapkan keterampilan manajemen dalam merawat pasien atau klien secara menyeluruh.

Selain peran, fungsi dan kompetensi, yang perlu ditampilkan oleh perawat profesional adalah sikap karena dalam melakukan praktek keperawatan profesional diperlukan sikap yang menunjukkan perpaduan antara ilmu, etika, legislasi, dan standar praktek keperawatan. Selain itu diperlukan pula penguasaan terhadap ilmu lain yang merupakan pendukung dalam pelaksanaan praktek keperawatan yaitu ilmu perilaku, ilmu antropologi dan sosial budaya, ilmu medis dan ilmu agama karena ilmu pendukung tersebut berperan dalam pendekatan secara biopsikososio spiritua terhadap pasien atau klien dan keluarga serta kelompok masyarakat.
Menurut Prof. Ma’arifin Husin, definisi perawat profesional adalah perawat yang mampu memberikan asuhan keperawatan berdasarkan ilmu pengetahuan dan keterampilan keperawatan profesional kepada klien, baik individu, keluarga maupun masyarakat, yang bersifat humane menggunakan ilmu dan kiat keperawatan, berorientasi pada kebutuhan objektif klien dengan menggunakan metode penyelesaian masalah secara ilmiah dengan berlandasan ilmu pengetahuan dan teknologi keperawatan serta keterampian profesional keperawatan.
Perubahan yang sangat mendasar dalam keperawatan dimulai dengan pernyataan Florence Nigthngale, pelopor keperawatan tahun 1820-1910, menetapkan dasar pembangunan keperawatan secara sistematis. Florence nightingale menyatakan bahwa keperawatan berbeda dan terpisah dengan ilmu kedokteran, oleh karena itu, dalam ilmu keperawatan harus dikembangkan suatu badan ilmu dengna disiplin ilmu yang mendasari pengembangan profesi keperawatan
Sejak tahun 1950 perkembangan ilmu keperawatan sudah berkembang pesat di Amerika dan dipelopori oleh:
1)      Hildegard Peplaw (1952)
2)      Virginia Hederson (1966)
3)      Martha E. Rodgers (1970)
4)      Dorothe Orem (1971)
5)      Imoging King (1971)
6)      Abdellah (1973)
7)      Callista Roy (1976)
Teori mereka ini merupakan tonggak perkembangan keperawatan dan landasan kokoh dalam ilmu keperawatan
Di Indonesia, tahun 1983 dihasilkan suatu kesepakatan tentang dasar pengembangan dan pembinaan sistem pendidikan keperawatan di Indonesia. Pada saat itulah terjadi perubahan yang mendasar dalam pendidikan keperawatan, yakni dengna dikembangkan program pendidikan tinggi yaitu Diploma III Keperawatan dan S1 Keperawatan yang dibentuk berdasarkan:
  1. Tuntutan kebutuhan masyarakat
  2. Tuntutan IPTEK dan pembangunan kesehatan
  3. Menghasilkan perawat yang profesional
  4. Terjadinya pergeseran pendidikan keperawatan, dari berada di bawah manajemen rumah sakit (hospital based) menjadi berada di bawah naungan universitas (universitas based). Hal ini sangat bermakna karena:
  5. Pendidikan keperawatan sebelumnya hanya semata-mata menekankan pada pertumbuhan dan pembinaan keterampilan dalam melakukan tindakan keperawatan
  6. Terjadi pergeseran dalam pertumbuha ndan pembinaan sikap profesional perawat, pengetahuan ilmiah keperawatan dan keterampilan profesional perawat.

Terbentuknya keperawatan sebagai suatu bidang profesi dapat harus dikembangkan dan terintegrasi sepenuhnya dalam pelaksanaan pelayanan kesehatan. Keperawatan diterima dan dilaksanakan sepenuhnya sesuai dengan kaidah suatu profesi sehingga profesi keperawatan mempunyai posisi yang sama pentingnya dengan profesi lain yang ada di bidang keperawatan.

No comments:

Post a Comment